Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad: Idul Adha Harus Menjadi Energi Persatuan dan Kepedulian Sosial Bangsa

rektor1_11zon

Makassar | Serulingmedia.com – Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dimanfaatkan Dr.KH Muhammad Ishaq Samad Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia UMI Makassar untuk menyampaikan pesan kebangsaan dan penguatan solidaritas sosial di hadapan ribuan jamaah Shalat Idul Adha di Lapangan Karebosi Makassar, Rabu (27/5/2026).

Dalam khutbahnya yang berlangsung khidmat, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad menegaskan bahwa Idul Adha tidak boleh dipahami sekadar sebagai ritual keagamaan tahunan, tetapi harus dimaknai sebagai momentum membangun kepedulian sosial, memperkuat ukhuwah, dan menjaga persatuan bangsa di tengah tantangan kehidupan modern.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha tersebut dihadiri Munafri Arifuddin bersama Aliyah Mustika Ilham, unsur Forkopimda Kota Makassar, tokoh agama, tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, serta ribuan umat Muslim dari berbagai wilayah Kota Makassar.

Menurut Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar itu, semangat pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS merupakan teladan besar tentang keikhlasan, ketaatan, dan pengabdian demi kepentingan umat.

“Idul Qurban mengajarkan bahwa kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dirawat. Kurban bukan hanya ibadah individual, tetapi juga sarana memperkuat persaudaraan dan mengurangi kesenjangan sosial di tengah masyarakat,” ujar Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad di hadapan jamaah.

Ia mengingatkan bahwa masyarakat saat ini menghadapi tantangan sosial yang semakin kompleks, mulai dari melemahnya solidaritas sosial hingga potensi perpecahan akibat perbedaan kepentingan dan pandangan.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga harmoni, memperkuat toleransi, dan membangun budaya gotong royong sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dalam khutbahnya, Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad juga memberikan apresiasi terhadap langkah pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham.

Ia menilai berbagai upaya penguatan pelayanan publik, penataan kota, pembangunan sosial kemasyarakatan, serta kolaborasi dengan tokoh agama menjadi bagian penting dalam menciptakan Makassar yang maju, aman, dan harmonis.

Selain itu, perhatian terhadap penguatan program keagamaan, stabilitas sosial, kebersihan kota, hingga pembinaan generasi muda dinilai menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas masyarakat perkotaan.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha yang berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan tersebut menjadi simbol kuat sinergi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat dalam menjaga persatuan umat di Kota Makassar.

Di tengah dinamika bangsa yang terus berkembang, pesan khutbah Idul Adha yang disampaikan Dr. KH. Muhammad Ishaq Samad menjadi pengingat bahwa nilai pengorbanan, kepedulian, dan persaudaraan tetap menjadi fondasi utama dalam memperkuat kehidupan sosial dan kebangsaan Indonesia.( Yah/Eno)