Prestasi dan Disiplin ORMAWA UIN Malang Jadi Fokus, Persiapan PORSI JAWARA II Dimatangkan

TARGET1_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Target peningkatan prestasi mahasiswa dan penguatan disiplin tata kelola organisasi menjadi fokus utama dalam Sosialisasi dan Koordinasi Kegiatan ORMAWA 2026 yang digelar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (26/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Sidang Student Center lantai 1 itu mempertemukan jajaran pimpinan kemahasiswaan, pembina organisasi mahasiswa, hingga pelatih Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

Forum tersebut membahas arah pembinaan organisasi mahasiswa selama satu tahun ke depan, termasuk strategi peningkatan capaian prestasi mahasiswa di tingkat regional, nasional, hingga internasional.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, menegaskan bahwa pola pembinaan ORMAWA tahun ini akan lebih menitikberatkan pada kerukunan organisasi sekaligus pencapaian prestasi kompetitif mahasiswa.

Menurutnya, potensi mahasiswa harus dipetakan secara serius menjelang pelaksanaan ajang PORSI JAWARA II yang dijadwalkan berlangsung di UIN Pekalongan pada 9–13 September 2026.

“Cabang lomba nanti di Porsi Jawara harus benar-benar dipersiapkan. Peserta yang dikirim harus dipilih yang memang punya peluang menang. Kalau potensinya banyak, silakan dikirim lebih banyak,” ujarnya.

Selain fokus pada prestasi, forum koordinasi juga menyoroti persoalan administrasi dan optimalisasi serapan anggaran kegiatan organisasi mahasiswa.

Kepala Biro AAKK UIN Malang, Ita Hidayatus Sholihah, mengungkapkan masih terdapat organisasi mahasiswa yang belum maksimal menjalankan program kegiatan sesuai alokasi anggaran yang telah diberikan kampus.

Ia menegaskan bahwa aktivitas UKM dan capaian prestasi mahasiswa kini menjadi salah satu indikator penting dalam evaluasi biro kemahasiswaan.

“Kegiatan UKM harus berjalan aktif, termasuk dalam penyerapan anggaran. Hal itu akan menjadi bagian evaluasi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Kemahasiswaan UIN Malang, Dr. Romi Faslah, mengingatkan pentingnya kedisiplinan administrasi, terutama terkait pengajuan surat izin dan pencairan dana kegiatan.

Ia menegaskan seluruh pengajuan administrasi wajib disampaikan maksimal H-3 sebelum pelaksanaan kegiatan.

“Kalau pengajuan melewati ketentuan waktu, maka tidak akan diproses tanda tangannya. Ini bagian dari pembelajaran disiplin organisasi,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah pembina dan pelatih UKM juga menyampaikan evaluasi serta usulan pengembangan organisasi. Pembina Simfoni FM menyoroti kebutuhan perbaikan perangkat siaran setelah beberapa alat rusak akibat tersambar petir.

Di sisi lain, UKM Kopma menyampaikan rencana pembukaan toko mahasiswa di Kampus 3 sebagai bagian dari pengembangan unit usaha organisasi mahasiswa.

Pusat Kemahasiswaan UIN Malang juga membuka peluang penguatan fasilitas dan pembinaan organisasi mahasiswa. Beberapa agenda yang dibahas meliputi tambahan honor pelatih UKM, optimalisasi penggunaan panggung depan Student Center untuk kegiatan mahasiswa, hingga rencana pembentukan UKM baru seperti UKM Duta, UKM Ulul Albab, dan UKM E-Sport.

Selain itu, seluruh ORMAWA juga didorong lebih aktif mempublikasikan kegiatan melalui media kampus guna memperluas dokumentasi capaian mahasiswa sekaligus memperkuat eksistensi organisasi di lingkungan universitas. (ENO)