Mahasiswa Pascasarjana UIN Malang “Guncang” Forum IEEE di China, Angkat AI dan Pendidikan Islam ke Panggung Dunia
Malang | Serulingmedia.com — Prestasi membanggakan ditorehkan mahasiswa Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Empat mahasiswa kampus tersebut tampil di forum internasional bergengsi The 2nd International Conference on Artificial Intelligence and Education (ICAIE 2026) yang didukung IEEE dan terindeks Scopus di Xi’an Jiaotong-Liverpool University, China, pada Rabu – Kamis (13–15 /5/2026).
Dalam forum akademik internasional itu, para mahasiswa dari Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Magister Pendidikan Bahasa Arab (PBA) mempresentasikan hasil riset terkait integrasi pendidikan Islam, bahasa, dan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Muhammad Aldi, mahasiswa Magister PAI, mempresentasikan makalah berjudul “Islamic Education in the Age of Artificial Intelligence: Teaching and Learning Innovations for the Digital Generation”.
Penelitian tersebut membahas inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi digital di tengah perkembangan teknologi AI.
Sementara itu, Ainun Jariyah memaparkan riset “Artificial Intelligence and Digital Ethics in Islamic Education: Cultivating Akhlaq in Technology-Based Learning”.
Kajian tersebut menitikberatkan pada pentingnya etika digital dan penanaman akhlak dalam pembelajaran berbasis teknologi.
Mahasiswa Magister PAI lainnya, Ana Dwi Lestari, membawakan penelitian “AI Literacy Framework for Secondary Education: A Critical Review of Global Models and Their Adaptation Potential in Indonesia”.
Penelitian ini mengulas model literasi AI global dan peluang adaptasinya dalam sistem pendidikan menengah di Indonesia.
Sedangkan Retisfa Khairanis dari Magister PBA mempresentasikan studi “Arabic Language Education in Building Multicultural Literacy and Intercultural Dialogue: An Interdisciplinary Study on Digital Technology Based Learning”.
Penelitian tersebut membahas pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran bahasa Arab guna memperkuat literasi multikultural dan dialog antarbudaya.
Kepala Pusat Urusan Internasional (International Office/IO) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Faridatun Nikmah, M.Pd., dalam keterangan tertulisnya menyampaikan apresiasi atas capaian para mahasiswa yang mampu menembus forum akademik internasional bereputasi dunia.
Menurut Faridatun, partisipasi mahasiswa UIN Malang dalam konferensi internasional yang didukung IEEE dan terindeks Scopus menjadi bukti bahwa kualitas akademik mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global, khususnya dalam isu strategis pengembangan AI dan pendidikan.
“Partisipasi mahasiswa Pascasarjana UIN Malang di konferensi internasional bereputasi seperti ICAIE 2026 menunjukkan bahwa mahasiswa kita mampu bersaing dan berkontribusi dalam diskursus global, khususnya terkait pengembangan pendidikan berbasis AI yang tetap berlandaskan nilai-nilai Islam,” ujar Faridatun.
Ia menegaskan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan harus diimbangi dengan penguatan nilai moral, etika, dan karakter agar transformasi digital dalam dunia pendidikan tidak kehilangan arah.
“AI adalah keniscayaan zaman. Namun pendidikan tetap harus menghadirkan nilai-nilai akhlak, kemanusiaan, dan literasi budaya agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bijak dan membawa kemaslahatan,” tambahnya.
Faridatun menambahkan, keikutsertaan mahasiswa dalam konferensi internasional tersebut juga mendapat dukungan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), sehingga para mahasiswa dapat memperluas pengalaman akademik dan jejaring internasional.
“Dukungan LPDP sangat berarti dalam membuka akses mahasiswa untuk tampil di forum internasional dan membawa hasil riset Indonesia ke panggung dunia,” katanya.
Faridatun juga menyebut International Office UIN Malang akan terus mendorong mahasiswa untuk memperluas jejaring akademik internasional, aktif dalam forum-forum ilmiah dunia, serta menghasilkan penelitian yang relevan dengan tantangan global.
“Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan kualitas riset dan membangun kolaborasi internasional demi kemajuan pendidikan Indonesia,” tandasnya.
Keempat riset yang dipresentasikan menyoroti bagaimana lembaga pendidikan di Indonesia dapat beradaptasi dengan perkembangan AI tanpa meninggalkan identitas moral dan nilai-nilai keislaman.
Keikutsertaan mahasiswa Pascasarjana UIN Malang dalam ICAIE 2026 menjadi bukti nyata meningkatnya kiprah akademik kampus Indonesia di level internasional, sekaligus menunjukkan komitmen UIN Malang dalam mendorong lahirnya riset-riset inovatif yang relevan dengan perkembangan teknologi global. ( Eno).






