Unimerz Hadirkan Dirjen Pendis Kemenag RI, Kampanye Kampus Inklusif Lewat Kurikulum Berbasis Cinta

1399955_11zon

Makassar | Serulingmedia.com – Universitas Megarezky kembali menghadirkan kegiatan akademik inspiratif melalui kuliah tamu bertema “Membangun Kampus Inklusif Melalui Pendidikan Agama yang Moderat dan Humanis” yang digelar di Ballroom Universitas Megarezky, Jumat (8/5/2026).

 

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber nasional, Amien Suyitno yang memaparkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai pendekatan pendidikan yang menanamkan karakter humanis, toleran, dan religius dalam dunia pendidikan.

Dalam pemaparannya, Prof. Amien menegaskan bahwa KBC bukan merupakan kurikulum baru, melainkan pendekatan nilai yang memperkuat implementasi Kurikulum Merdeka melalui penanaman nilai-nilai cinta dalam proses pembelajaran.

Ia menjelaskan, KBC menekankan lima nilai utama atau Pancacinta, yakni cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, cinta ilmu, cinta diri dan sesama, cinta lingkungan, serta cinta tanah air.

 

Menurutnya, nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kesadaran ekologis, dan semangat kebangsaan.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar menciptakan lingkungan kampus yang inklusif, harmonis, dan menghargai keberagaman. Kampus harus menjadi ruang dialog, kolaborasi, dan penguatan nilai kemanusiaan,” ujar Prof. Amien di hadapan peserta kuliah tamu.

Kegiatan ini turut dihadiri Pembina Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Mega Rezky Makassar, Alimuddin, Ketua YPI Mega Rezky, Moch Noer Alim Qalby, serta Rektor Universitas Megarezky, Anwar Ramli bersama jajaran wakil rektor dan seluruh sivitas akademika.

Dalam sambutannya, Prof. Anwar Ramli menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI di kampus Unimerz.

 

Ia menilai kuliah tamu tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai moderasi, toleransi, dan pendidikan karakter di lingkungan perguruan tinggi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh sivitas akademika Universitas Megarezky dapat semakin memahami pentingnya membangun budaya kampus yang inklusif, humanis, dan menjunjung tinggi nilai keberagaman. Materi tentang Kurikulum Berbasis Cinta juga menjadi penguatan bagi dunia pendidikan dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berintegritas,” ujar Prof. Anwar Ramli.

Kuliah tamu ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Megarezky dalam menghadirkan ruang akademik yang mendorong penguatan karakter dan moderasi beragama di lingkungan perguruan tinggi.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mahasiswa dan dosen selama sesi diskusi berlangsung.

 

Pihak universitas berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan sekaligus memperkuat komitmen sivitas akademika dalam mewujudkan budaya kampus yang inklusif, moderat, dan berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan.( Yah) Eno).