Ratusan Perempuan “Bersatu dan Bersuara” di UIN Malang! Deklarasi Besar Gaungkan Isu Global hingga Keadilan Sosial

Screenshot_2026-04-25-14-47-26-013_com.mi.globalbrowser-edit

Malang | Serulingmedia.com – Semangat Hari Kartini 2026 menggema kuat di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (21/4/2026).

 

Dalam balutan tema “Semangat Kartini Merajut Silaturahim: Perempuan Berdaya Indonesia Maju”, ratusan perempuan dari berbagai sektor memadati seminar nasional sekaligus deklarasi besar yang sarat pesan perubahan.

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dharma Wanita Persatuan UIN Maliki Malang bersama PSGAD UIN Maliki Malang ini dihadiri tak kurang dari 400 peserta.

 

Mereka berasal dari jaringan Dharma Wanita Persatuan se-Malang Raya hingga puluhan organisasi perempuan lintas institusi yang bersatu dalam satu forum strategis.

 

 

Momentum ini sekaligus menegaskan posisi Dharma Wanita Persatuan UIN Maliki Malang sebagai motor penggerak kolaborasi perempuan dalam merespons tantangan global yang kian kompleks dan terpolarisasi.

Rektor UIN Maliki Malang, Ilfi Nur Diana, dalam keynote speech-nya menekankan pentingnya perempuan sebagai agen perubahan.

 

Ia menyebut, perempuan masa kini tidak hanya dituntut berdaya secara individu, tetapi juga mampu membangun jejaring sosial yang kuat dan berkelanjutan.

Penguatan perspektif tersebut disampaikan pula oleh Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib, yang menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor demi terciptanya keadilan sosial.

 

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan urgensi kepemimpinan perempuan di ruang publik sebagai kunci pembangunan yang inklusif.

 

Sorotan utama kegiatan ini adalah pembacaan Deklarasi Perempuan untuk Indonesia dan Dunia.

 

Deklarasi tersebut menjadi wujud komitmen kolektif dalam menolak segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, memperkuat perlindungan hak-hak perempuan, meningkatkan perhatian terhadap pekerja migran, memperluas akses kesehatan, hingga menegaskan kembali nilai-nilai hak asasi manusia secara global.

 

Melalui forum ini, peringatan Hari Kartini tidak sekadar menjadi seremoni tahunan.

 

Dari Malang, semangat emansipasi diaktualisasikan dalam aksi nyata—menguatkan suara perempuan sebagai kekuatan kolektif menuju Indonesia yang lebih adil, inklusif, dan berdaya saing di panggung dunia.( Eno).