100 Ribu Kuota Magang Dibuka, Mahasiswa UIN Maliki Malang Punya Peluang Besar
Malang | Serulingmedia.com – Kabar baik bagi mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kampus berjuluk Ulul Albab ini terus membuka jalan menuju dunia kerja nyata melalui penguatan jejaring kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.
Peluang tersebut mengemuka dalam pertemuan bersama Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan Kemnaker, Prof. Anwar Sanusi, Ph.D.
Melalui Program Pemagangan Nasional, Kemnaker menyediakan 100 ribu kuota magang yang bisa dimanfaatkan mahasiswa di seluruh Indonesia, termasuk mahasiswa UIN Maliki Malang.
Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga memiliki pengalaman kerja langsung di dunia industri maupun pemerintahan.
Program magang akan dimulai pada Oktober dengan durasi enam bulan. Menariknya, peserta magang akan memperoleh uang saku dari pemerintah dengan nilai setara Upah Minimum, sehingga mahasiswa bisa fokus belajar dan bekerja tanpa terbebani masalah biaya.
Ribuan peluang terbuka lebar. Sekitar 6.000 perusahaan dan 5.000 satuan kerja pemerintah terlibat dalam program ini.
Proses seleksi dilakukan langsung oleh masing-masing perusahaan atau satuan kerja, sehingga mahasiswa dapat memilih bidang yang sesuai dengan minat dan kompetensinya.
Setelah magang berakhir, peserta akan memperoleh sertifikat resmi sebagai bekal penting saat memasuki dunia kerja.
Pendaftaran dilakukan melalui aplikasi SIAPkerja di laman kemnaker.go.id, sementara informasi lowongan dan proses magang akan diumumkan melalui website maupun aplikasi Maganghub.
Program ini juga akan kembali dibuka pada April atau Mei 2026 dengan sistem pendaftaran terbuka.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag, menilai program ini sebagai kesempatan emas bagi mahasiswa, khususnya yang telah memasuki semester enam ke atas atau calon lulusan.
“Ini peluang besar bagi mahasiswa untuk merasakan langsung dunia kerja sebelum benar-benar lulus. Mereka tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga pengalaman, mental kerja, dan kepercayaan diri,” ujar Prof. Triyo, Rabu ( 14/1/2026 ).
Ia menegaskan bahwa kampus melalui Career Development Center (CDC) siap mendampingi mahasiswa agar mampu memanfaatkan program ini secara optimal, mulai dari informasi, pendaftaran, hingga penguatan kesiapan kerja.
Tak hanya peluang di dalam negeri, Kemnaker juga membuka akses kerja ke luar negeri, terutama pada sektor care economy, keperawatan, dan konstruksi, khususnya di Jepang.
Penempatan tenaga kerja tersebut difasilitasi melalui Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI).
Untuk memperkuat ekosistem ketenagakerjaan mahasiswa, CDC UIN Maliki Malang juga dapat berkoordinasi dengan Pusat Pasar Kerja Kemnaker dan Balai Vokasi Sidoarjo, termasuk dalam penyelenggaraan job fair dan informasi lowongan kerja.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan UIN Maliki Malang, yakni Wakil Rektor I Bidang Akademik Drs. H. Basri, MA, Ph.D, Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag, serta Wakil Rektor IV Bidang Pengembangan Lembaga dan Kerja Sama Prof. Dr. H. M. Abdul Hamid, S.Ag., MA.
Melalui sinergi dengan Kemnaker dan dunia usaha serta dunia industri (DUDIKER), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang optimistis dapat melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja nasional hingga global.( Eno).






