Ketua KONI Batu Buka Kejurkot Pencak Silat KONI Cup V: 900 Pesilat Ramaikan GOR Gajah Mada

Screenshot_2025-11-21-15-48-11-688_com.whatsapp-edit

Batu | Serulingmedia.com – Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi, secara resmi membuka Kejuaraan Kota (Kejurkot) Pencak Silat KONI Cup V yang digelar di GOR Gajah Mada Kota Batu,Jum’at – Minggu (21–23/11/2025).

Ajang ini menjadi salah satu kejuaraan pencak silat terbesar di Malang Raya dengan menghadirkan 900 pesilat, di mana 700 di antaranya berasal dari Kota Batu.

Dalam sambutannya, Sentot menegaskan bahwa KONI Cup bukan sekadar kompetisi, tetapi wadah strategis untuk memperkuat pembinaan dan regenerasi atlet pencak silat di Kota Batu.

“KONI Cup kelima ini sangat membanggakan. Mayoritas peserta adalah anak-anak Batu, dan ini menjadi bukti bahwa pencak silat memiliki potensi besar di kota kita. Dari delapan perguruan, semuanya bisa menurunkan pesilat terbaiknya. Ini aset Kota Batu,” ujarnya.

Pembibitan Usia Dini Jadi Kunci

Sentot menilai keikutsertaan ratusan pesilat usia dini menunjukkan bahwa pembinaan di perguruan pencak silat sudah berjalan efektif.

“Pembibitan itu tidak mudah. Kalau sejak usia dini sudah dibina oleh perguruan masing-masing, maka masa depan pencak silat Batu akan terjaga. Ada pelatih, ada pembinaan berlapis, inilah fondasi kuat untuk prestasi jangka panjang,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa atlet-atlet pencak silat Batu sebelumnya telah menorehkan prestasi pada ajang Porprov dengan raihan dua perak dan satu perunggu.

“Saya tidak ingin prestasi itu berhenti. Regenerasi harus terus berjalan,” tegasnya.

Selain aspek kompetisi, Sentot menyoroti pentingnya pembentukan karakter melalui olahraga.

“Silat tidak hanya soal juara. Anak-anak dilatih mental, disiplin, dan kebugaran. Mereka mendapat nilai lebih di luar pendidikan formal. Ini sangat berharga bagi masa depan mereka,” katanya.

Ajang Perekat Antarperguruan

Sentot juga mengajak seluruh perguruan menjaga suasana kondusif selama kompetisi.

“Kompetisi seperti ini harus menjadi ajang silaturahmi. Semua demi prestasi dan masa depan olahraga Batu,” pesannya.

Lestarikan Budaya, Lahirkan Jawara Baru

Ketua Umum IPSI Kota Batu, Suyono, menambahkan penyelenggaraan KONI Cup V menjadi bagian penting dalam melestarikan budaya pencak silat sekaligus mencari bibit-bibit atlet berbakat.

“Pencak silat adalah warisan budaya sekaligus cabang olahraga yang terus berkembang. KONI Cup menjadi ruang pembinaan dan pencarian talenta muda pencak silat Batu,” ucap Suyono.

Lima Kelas Dipertandingkan

KONI Cup V mempertandingkan lima kelas usia, yaitu:

Pra Usia Dini, Usia Dini, Pra Remaja,
Remaja dan kelas Dewasa

Dengan antusiasme peserta yang mencapai hampir seribu orang, KONI Cup V menjadi bukti Kota Batu semakin kuat dalam pembinaan olahraga pencak silat dan siap mencetak atlet-atlet berprestasi di level regional maupun nasional.( Eno).