UIN Malang Gelar Kuliah Tamu Matematika untuk Dukung SDGs
Malang | Serulingmedia.com –P rogram Studi Tadris Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kuliah tamu bertema “Integrasi Penelitian, Pengajaran, dan Pengabdian untuk Mewujudkan SDGs melalui Pendidikan Matematika Berdampak”, Jumat (19/9/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Ibrahim, M.Pd. dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sebagai narasumber utama dan dipandu oleh Ibrahim Sani Ali Manggala, M.Pd. selaku moderator.
Acara berlangsung di Aula Microteaching FITK UIN Malang dan diikuti dosen serta mahasiswa, khususnya mahasiswa angkatan 2025.
Dalam pemaparannya, Prof. Ibrahim menegaskan bahwa pendidikan matematika memiliki peran strategis dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs).
Ia menyampaikan bahwa penelitian, pengajaran, dan pengabdian masyarakat harus berjalan beriringan agar pendidikan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Matematika bukan sekadar angka dan rumus, melainkan bahasa universal yang dapat menjadi kunci pemecahan persoalan dunia, mulai dari pendidikan inklusif, ketahanan ekonomi, hingga inovasi teknologi,” ujar Prof. Ibrahim.
Ia juga menekankan bahwa integrasi riset dan pengajaran dapat melahirkan inovasi pembelajaran yang mampu menjawab tantangan global, seperti perubahan iklim, kemiskinan, dan ketimpangan sosial. Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan solusi kreatif untuk pembangunan berkelanjutan.
Sejumlah mahasiswa mengaku memperoleh inspirasi dari kuliah tamu tersebut. “Acara seperti ini membuka mata kami bahwa matematika bisa menjadi pintu perubahan. Kami semakin termotivasi untuk meneliti dan berkontribusi pada masyarakat,” ucap salah satu mahasiswa dengan semangat.
Ketua Prodi Tadris Matematika FITK UIN Malang menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari agenda strategis untuk memperkuat visi kampus sebagai pusat pengembangan ilmu integratif.
“Kami ingin membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan kesadaran global, agar mereka siap menjadi pendidik yang tidak hanya kompeten, tetapi juga mampu mendorong tercapainya SDGs,” tegasnya.( Eno).






