Universitas Brawijaya Gelar Mimbar Akademik, Dorong Sinergi Pembangunan Malang Raya
Malang | Serulingmedia.com — Universitas Brawijaya Malang sukses menyelenggarakan Mimbar Akademik bertema “Sinergi Pembangunan Malang Raya” pada hari Jumat (1/11/2024).
Acara ini dihadiri oleh para calon kepala daerah dari tiga wilayah utama, yakni Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu, dengan tujuan memperkuat visi pembangunan berkelanjutan di seluruh wilayah Malang Raya.
Dalam kesempatan ini, pasangan calon Wali Kota Batu, Nurochman-Heli Suyanto, menyampaikan apresiasi dan harapannya terhadap pentingnya kolaborasi dalam membangun masa depan Malang Raya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Brawijaya Malang atas kesempatan ini. Semoga semangat sinergi terus berlanjut dan membawa perubahan positif untuk Malang Raya yang lebih baik. Mari wujudkan masa depan cerah bersama!” ujar Nurochman.
Nurochman mengusung konsep Senyawa Malang Raya, yang ia deskripsikan sebagai upaya membangun kesatuan di antara ketiga wilayah Malang Raya dengan semangat “Satu Jiwa.” Ia menegaskan pentingnya persatuan meski ada otonomi daerah.
“Senyawa Malang Raya adalah komitmen kita semua untuk membangun bersama. Dengan sinergi ini, kami siap bekerja dengan Kabupaten dan Kota Malang untuk kesejahteraan Malang Raya,” tegasnya.
Dalam diskusi tersebut, Nurochman menyoroti pentingnya sinergi dalam pengembangan jalur transportasi dan pengelolaan sampah.
Menurutnya, integrasi antara Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu dalam mengelola sampah akan berdampak positif bagi lingkungan.
“Kami memiliki program pengelolaan sampah terpadu. Jika ini dikelola bersama, tentu akan menjadi langkah luar biasa untuk lingkungan Malang Raya,” ungkapnya.
Nurochman berharap kolaborasi ini tidak hanya dibahas di forum akademik tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata demi kesejahteraan seluruh wilayah.
Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, mengungkapkan bahwa Mimbar Akademik kali ini merupakan pertama kalinya, seluruh calon kepala daerah dari ketiga wilayah Malang Raya diundang untuk berdiskusi bersama.
“Kami berharap forum ini dapat melahirkan pemimpin yang amanah dan memiliki visi yang selaras untuk membangun Malang Raya,” ujarnya.
Prof. Widodo juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah untuk mempercepat kemajuan, khususnya di bidang pariwisata dan pendidikan.
“Dengan kunjungan wisatawan mencapai 20 juta orang per tahun, Malang Raya memiliki potensi besar sebagai destinasi unggulan. Kolaborasi ini juga harus mengarah pada peningkatan kualitas pendidikan kita, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional,” tambahnya.
Forum ini diikuti oleh tujuh pasangan calon kepala daerah dari delapan daerah yang ada di Malang Raya. Tiga pasangan calon dari Kota Malang hadir secara lengkap, sementara dari Kota Batu, pasangan calon nomor urut dua tidak hadir. Meski demikian, pasangan Nurochman-Heli dan Krisdayanti-Kresna Dewanata Phrosakh turut berpartisipasi secara aktif dalam diskusi.
Dengan semangat Senyawa Malang Raya, para calon pemimpin diharapkan dapat mengaktualisasikan visi sinergi dan keberlanjutan dalam berbagai aspek pembangunan, demi kemajuan seluruh wilayah Malang Raya.( Eno )






