UIN Malang Perkuat Jejaring Global Indonesia-Belanda di WINNER Conference 2026

2138106_11zon

Jakarta | Serulingmedia.com — Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) terus memperkuat jejaring internasional melalui partisipasinya dalam Week of Indonesia and the Netherlands Education & Research (WINNER) Conference 2026, yang berlangsung 5–8 Oktober 2026.

 

Mengusung tema “Competitive and Resilient Societies: Human Capital, Innovation & Sustainability”, konferensi tersebut menjadi forum strategis untuk mempertemukan perguruan tinggi, lembaga pemerintah, serta mitra pendidikan dan penelitian Indonesia dan Belanda.

UIN Malang dalam kegiatan tersebut diwakili Kepala International Office, Faridatun Nikmah, M.Pd.

 

Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis universitas untuk memperluas kemitraan sekaligus membuka peluang implementasi program bersama dengan anggota NL Knowledge House (NLKH) dari Indonesia maupun Belanda.

Rangkaian WINNER Conference diawali di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Kegiatan dibuka oleh Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kemudian dilanjutkan dengan sesi perkenalan peserta dan anggota jejaring kerja sama Indonesia–Belanda.

Forum tersebut menjadi momentum bagi masing-masing institusi untuk memperkenalkan potensi, program unggulan, serta peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara konkret.

Agenda berlanjut dengan kunjungan dan penjajakan kerja sama ke sejumlah institusi strategis, di antaranya Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi, Universitas Trisakti, serta Kementerian Agama Republik Indonesia.

Pertemuan tersebut membahas berbagai peluang kolaborasi, terutama dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, dan pembangunan berkelanjutan.

Faridatun: Kolaborasi Harus Menghasilkan Program Nyata

Kepala International Office UIN Malang, Faridatun Nikmah, M.Pd., menegaskan bahwa keikutsertaan UIN Malang dalam WINNER Conference bukan sekadar membangun jejaring, tetapi harus diarahkan pada kerja sama yang memberikan dampak nyata.

“Forum seperti WINNER ini sangat penting bagi UIN Malang untuk memperluas jejaring internasional. Namun yang lebih penting, jejaring tersebut harus ditindaklanjuti menjadi kolaborasi dan program yang nyata, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi institusi dan masyarakat,” ujar Faridatun.

Menurutnya, jejaring Indonesia–Belanda membuka ruang yang luas bagi UIN Malang untuk mengembangkan berbagai program bersama, baik di bidang pendidikan, penelitian, inovasi maupun pengembangan sumber daya manusia.

Partisipasi UIN Malang dalam WINNER Conference 2026 juga menghasilkan penguatan kerja sama yang lebih konkret, termasuk peluang dan kesepakatan yang dituangkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) serta pengembangan kolaborasi dengan anggota NLKH di Indonesia dan Belanda.

Faridatun menambahkan, tindak lanjut menjadi bagian penting setelah konferensi. Karena itu, hasil pertemuan akan terus didorong menjadi program bersama yang terukur dan dapat diimplementasikan.

“Kami berharap komunikasi dan pertemuan yang terbangun dalam WINNER Conference ini tidak berhenti pada forum pertemuan, tetapi berlanjut pada program bersama yang konkret, khususnya dalam pendidikan, riset, inovasi, dan sustainability,” tambahnya.

Keikutsertaan tersebut sejalan dengan komitmen UIN Malang untuk memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi Islam yang aktif dalam jejaring akademik global.

Melalui kolaborasi Indonesia–Belanda, UIN Malang diharapkan semakin mampu mengembangkan sumber daya manusia yang unggul sekaligus memperluas kontribusinya dalam membangun masyarakat yang kompetitif, tangguh, inovatif, dan berkelanjutan.( Eno).