Transportasi Gratis Jadi Senjata Pemerataan Pendidikan, Wali Kota Batu Diguyur Penghargaan Khofifah
Batu | Serulingmedia.com – Ketika biaya perjalanan masih menjadi beban bagi sebagian keluarga, transportasi gratis bagi pelajar menjadi langkah strategis untuk membuka akses pendidikan yang lebih terjangkau.
Kebijakan Pemerintah Kota Batu tersebut mendapat apresiasi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui penghargaan yang diserahkan pada peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu, Sabtu (17/10/2026).
Penghargaan diserahkan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, dalam upacara peringatan Hari Jadi ke-25 Kota Batu sekaligus Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di halaman Balai Kota Among Tani.
Penghargaan itu menjadi pengakuan atas keberlanjutan program Jatim Cerdas di Kota Batu. Salah satu wujudnya adalah penyediaan transportasi gratis bagi pelajar, kebijakan yang menempatkan kemudahan akses pendidikan sebagai bagian dari pelayanan publik.
Aries Agung Paewai mengatakan, Gubernur Khofifah mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Batu yang meneruskan program tersebut dan menyelaraskannya dengan kebijakan pendidikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Ibu Gubernur memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Batu karena telah melanjutkan program Jatim Cerdas. Salah satu bentuknya adalah pemberian transportasi gratis bagi para pelajar,” ungkap Aries.
Menurut Aries, kesinambungan program menjadi penting agar kebijakan pendidikan tidak berhenti pada pergantian agenda atau periode pemerintahan.
Kerja sama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota diperlukan untuk memastikan program pendidikan terus berkembang.
Ia juga menilai pendidikan di Kota Batu menunjukkan kemajuan yang membanggakan, ditandai dengan berbagai prestasi peserta didik di sejumlah jenjang pendidikan, mulai TK, SD, SMP hingga SMA.
“Pendidikan di Kota Batu semakin maju, hebat, dan luar biasa. Banyak prestasi yang diraih para murid,” ujarnya.
Penghargaan Bukan Garis Akhir
Di balik penghargaan tersebut, tantangan pemerataan pendidikan tetap menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah.
Transportasi gratis perlu dipastikan menjangkau siswa yang membutuhkan, didukung layanan yang aman, serta dilaksanakan secara konsisten.
Sebab, akses menuju sekolah merupakan bagian dari hak memperoleh pendidikan.
Bagi keluarga yang harus menghitung pengeluaran harian secara cermat, pengurangan biaya transportasi dapat membantu meringankan beban rumah tangga.
Namun, keberhasilan program tidak cukup diukur dari keberadaannya. Pemerintah juga perlu mengevaluasi jangkauan penerima manfaat, kualitas layanan, dan dampaknya terhadap kemudahan siswa mengikuti kegiatan belajar.
Penghargaan dari Gubernur Jawa Timur karena itu seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kualitas pelayanan, bukan sekadar kebanggaan dalam seremoni hari jadi.
Aries berharap sinergi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur dengan dinas pendidikan kabupaten/kota semakin kuat agar program prioritas pendidikan dapat berjalan berkesinambungan.
Bagi Kota Batu, pengakuan tersebut menjadi dorongan untuk melanjutkan inovasi pendidikan.
Ukuran keberhasilan akhirnya bukan hanya penghargaan yang diterima pemerintah, melainkan sejauh mana kebijakan itu benar-benar dirasakan pelajar dan keluarga.
Transportasi gratis telah menjadi salah satu langkah konkret. Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap anak di Kota Batu memiliki kesempatan belajar yang semakin mudah, terjangkau, dan berkualitas.
