Sabers Pungli #191 Masuki Tahun Ke-9, Gerakan Bersih Sungai Diperluas Jadi Gerakan Ubah Kebiasaan
Batu| Serulingmedia.com — Gerakan Sapu Bersih Nyemplung Kali (Sabers Pungli) memasuki tahun kesembilan dengan memperluas fokus dari aksi bersih sungai menjadi gerakan membangun kesadaran masyarakat terhadap air, sampah, barang, dan lingkungan.
Memperingati sembilan tahun perjalanan gerakan tersebut, Sabers Pungli #191 mengusung tema “Nawa Warsa Bhakti Ing Tirta” yang digelar pada 3–4 Oktober 2026 di kawasan Sukorembug, Desa Sidomulyo, Kota Batu.
Penggerak Sabers Pungli, Herman Aga, mengatakan kegiatan tahun ini tidak hanya berorientasi pada pembersihan sungai, tetapi juga mempertemukan edukasi, aksi lingkungan, kebudayaan, dan kolaborasi masyarakat.
“Memasuki tahun ke-9, Sabers Pungli ingin terus mengajak masyarakat melihat kembali hubungannya dengan air, sampah, barang, dan lingkungan,” kata Herman.
Rangkaian kegiatan dimulai Sabtu, 3 Oktober 2026, di Balai Dusun Sukorembug, Desa Sidomulyo, Kecamatan Batu, Kota Batu.
Sejumlah kegiatan yang digelar antara lain edukasi bagi ibu dan anak mengenai air, sungai, dan sampah, permainan edukatif anak, serta Ruang Guna sebagai ruang berbagi dan bertukar barang untuk memperpanjang usia pakai.
Selain itu, terdapat EcoSort, yakni edukasi pemilahan sampah sekaligus pemanfaatan aplikasi untuk mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan Minggu, 4 Oktober 2026, di kawasan Jembatan Brantas Prambatan Sukorembug–Sidomulyo.

Kegiatan meliputi bersih sungai, Trash Walk, penyebaran bibit ikan, Slametan Banyu, dan Njagong Kali Brantas.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa sungai bukan sekadar saluran air, melainkan ruang hidup yang membutuhkan keterlibatan masyarakat untuk menjaganya.
Sabers Pungli #191 merupakan kolaborasi Sabers Pungli, BEM Universitas Negeri Malang, PLN Nusantara Power, dan Karya Bunda Community (KBC). Kegiatan ini juga mendapat dukungan serta keterlibatan Pemerintah Kota Batu, Jasa Tirta I, BBWS Brantas, serta sejumlah lembaga dan komunitas lainnya.
Sembilan Tahun Perjalanan Sabers Pungli
Selama sembilan tahun, Sabers Pungli melihat persoalan sampah di sungai sebagai bagian dari persoalan yang lebih luas.
Sampah yang ditemukan di aliran sungai dinilai berkaitan dengan pola konsumsi, kebiasaan membuang sampah, pendeknya usia guna barang, hingga rendahnya kebiasaan memilah sampah dari sumbernya.
Atas dasar itu, gerakan Sabers Pungli ke depan diarahkan tidak hanya mengambil sampah dari sungai, tetapi juga mendorong pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan budaya memilah sampah dari rumah, memperpanjang usia guna barang, memperluas edukasi bagi keluarga dan anak, serta membangun kolaborasi antara masyarakat, sekolah, komunitas, lembaga, dan dunia usaha.
Herman mengatakan perjalanan sembilan tahun Sabers Pungli menjadi momentum untuk memperluas gerakan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Sabers Pungli #191 menjadi salah satu bagian dari perjalanan tersebut, dengan membawa pesan bahwa persoalan sungai tidak cukup diselesaikan hanya dengan membersihkan sampah, tetapi juga membutuhkan perubahan kebiasaan manusia dari sumbernya.( Eno).
