Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Rektor UIN Malang Tekankan Gotong Royong dan Kinerja

2106719_11zon

Malang| Serulingmedia.com — Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menegaskan pentingnya nilai-nilai Pancasila sebagai landasan dalam membangun persatuan, meningkatkan kinerja, dan menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

 

Hal itu disampaikan Prof. Ilfi saat memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (1/10/2026). Upacara diikuti jajaran pimpinan dan sivitas akademika kampus.

Dalam amanatnya, Prof. Ilfi menyebut gotong royong sebagai kekuatan penting dalam menghadapi berbagai persoalan dan tantangan.

Menurutnya, nilai tersebut tidak sekadar warisan masa lalu, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan dan budaya kerja di lingkungan perguruan tinggi.

“Jalan keluar yang harus selalu kita utamakan adalah nilai-nilai Pancasila. Gotong royong bukanlah warisan masa lalu yang sudah usang, melainkan senjata paling kuat untuk menghadapi berbagai persoalan,” tegasnya.

Ia menekankan, sebagai aparatur sipil negara di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia, seluruh sivitas akademika UIN Malang memiliki tanggung jawab menerjemahkan nilai-nilai Pancasila ke dalam kerja nyata.

Setiap kebijakan, regulasi, dan pelayanan publik, kata dia, harus diarahkan untuk memberikan kemaslahatan bagi masyarakat, termasuk mahasiswa dan seluruh warga kampus.

“Setiap kebijakan, regulasi, dan pelayanan publik yang kita hasilkan harus berorientasi pada kemaslahatan seluruh rakyat Indonesia, termasuk seluruh warga kampus,” ujarnya.

Prof. Ilfi juga menyoroti pentingnya persatuan di tengah keberagaman suku, agama, dan pandangan politik. Di lingkungan perguruan tinggi, persatuan tersebut harus diwujudkan melalui budaya kerja kolaboratif dan pengurangan ego sektoral.

“Persatuan harus diwujudkan melalui budaya kerja kolaboratif. Hanya dengan sinergi yang kokoh di antara kita, persoalan-persoalan strategis dapat diselesaikan secara efektif,” katanya.

Dorong UIN Malang Terus Berprestasi

Dalam amanatnya, Prof. Ilfi turut mengajak sivitas akademika menjadikan berbagai capaian UIN Malang sebagai hasil kerja bersama.

Ia menyebut UIN Malang berada di peringkat kedua PTKIN secara nasional dan masuk jajaran 10 besar perguruan tinggi nasional berdasarkan pemeringkatan yang dirujuk dalam amanatnya.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur kampus.

“Ketika ada kebijakan Rektor untuk mencapai cita-cita bersama, maka semua kaki harus melangkah bersama. Ini adalah wujud nyata bahwa kita bersatu untuk mencapai program-program prioritas,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa capaian tersebut bukanlah tujuan akhir. UIN Malang harus terus berkembang menuju perguruan tinggi yang memiliki reputasi internasional sekaligus mampu menyediakan pendidikan berkualitas bagi masyarakat.

Karena itu, seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan sivitas akademika diminta memperkuat kebersamaan serta meningkatkan kinerja.

“Kita semua harus berikrar untuk lebih maju, lebih giat, dan lebih memperkuat persatuan agar kampus kita menjadi kebanggaan Kementerian Agama Republik Indonesia dan masyarakat Indonesia,” ajaknya.

Soroti Tracer Study dan Target Kinerja

Prof. Ilfi juga meminta seluruh unsur kampus terlibat dalam pencapaian target dan program prioritas universitas. Ia menegaskan tidak boleh ada sivitas akademika yang tertinggal dalam menjalankan tugas.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan tracer study yang dinilai penting untuk mendukung akreditasi sekaligus memetakan masa depan alumni.

Ia menyebut pelaksanaan tracer study di tingkat fakultas masih perlu diperkuat karena belum seluruh fakultas mencapai target yang telah ditetapkan.

“Tidak ada satu pun yang tertinggal, tidak ada satu pun yang menyebarkan hoaks, dan tidak ada satu pun yang tidak berkinerja tinggi. Ketika ada target dan tagihan, semuanya harus segera menyelesaikan,” tegasnya.

Menurut Prof. Ilfi, seluruh tugas yang dijalankan sivitas akademika pada akhirnya bermuara pada kepentingan mahasiswa, alumni, dan para pemangku kepentingan.

“Kita di sini digaji dan dibayar untuk kepentingan mahasiswa, kepentingan alumni, dan kepentingan stakeholder. Karena itu, ketika kita tidak bersungguh-sungguh dalam berkinerja, rasanya kita merasa berdosa,” tuturnya.

Pancasila Harus Diwujudkan dalam Kinerja
Menutup amanatnya, Prof. Ilfi mengaitkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa dengan tanggung jawab moral setiap insan dalam menjalankan amanah.

Ia mengingatkan bahwa setiap tugas merupakan amanah yang kelak dipertanggungjawabkan. Karena itu, nilai-nilai Pancasila tidak cukup hanya diperingati dalam seremoni, tetapi harus diwujudkan melalui perilaku dan kinerja sehari-hari.

“Ketuhanan Yang Maha Esa dari Pancasila itu harus menancap pada hati kita. Ketika kita mengkhianati tugas dan amanah yang telah dibebankan kepada kita, berarti kita mengkhianati amanah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala,” pesannya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di UIN Malang menjadi momentum untuk memperkuat komitmen sivitas akademika terhadap persatuan, gotong royong, integritas, dan peningkatan kinerja.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama membawa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berkembang dan mencapai reputasi internasional.( Eno).