Pekerjaan Drainase Jalan Bromo, Kamar Rumah Warga Ambrol

2108823_11zon

Batu | Serulingmedia.com — Pekerjaan peningkatan drainase di Jalan Bromo, Kota Batu, berujung pada ambrolnya bagian depan kamar rumah tinggal milik warga. Peristiwa tersebut terjadi ketika pekerja hendak memasang box culvert pada saluran drainase, Kamis (1/10/2026).

 

Proyek peningkatan drainase tersebut memiliki panjang sekitar 118 meter dengan ukuran saluran 50 x 50 meter dan menggunakan konstruksi box culvert.

 

Pekerjaan itu dijadwalkan berlangsung selama 120 hari dengan nilai proyek sekitar Rp200 juta.


Johannes, pelaksana dari CV Tharz Construction Junrejo, mengatakan pihaknya siap melakukan perbaikan terhadap bagian rumah warga yang terdampak.

Menurut Johannes, pada tahap awal pekerjaan, khususnya saat pengerukan drainase, tidak ditemukan permasalahan.

 

Namun, persoalan muncul ketika pekerjaan memasuki tahap pemasangan box culvert.

“Kami siap memperbaiki kerusakan yang terjadi. Pada saat pengerukan awal tidak ada permasalahan. Namun, ketika akan dilakukan pemasangan box culvert, kamar yang berada di atas drainase tersebut ambrol,” ujar Johannes.

Rumah yang terdampak merupakan milik Sugiantoro (70), warga Jalan Brantas Gang IV No. 6, RT 5/RW 12, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu.

Sugiantoro yang sedang sakit stroke hanya bisa menyaksikan bagian depan kamar rumah tinggalnya ambrol.

 

Kondisinya yang terbatas membuat dirinya tidak dapat berbuat banyak saat kejadian tersebut berlangsung.

Di rumah tersebut, Sugiantoro tinggal hanya berdua bersama istrinya. Untuk menyambung kebutuhan hidup sehari-hari, sang istri berjualan tempura di depan rumah.

Sementara itu, kedua anak mereka sudah berkeluarga dan tinggal di rumah masing-masing. Dengan kondisi tersebut, kehidupan Sugiantoro dan istrinya sangat bergantung pada kemampuan mereka memenuhi kebutuhan sehari-hari secara mandiri.

Kondisi rumah Sugiantoro juga menjadi perhatian. Kerusakan akibat ambrolnya bagian depan kamar semakin memperlihatkan kondisi bangunan yang membutuhkan perhatian.

 

Rumah tersebut dinilai layak untuk mendapatkan perhatian melalui program sosial bedah rumah atau bantuan perbaikan rumah tidak layak huni, sehingga pasangan lansia tersebut dapat tinggal dengan lebih aman dan nyaman.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena pekerjaan pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan fungsi drainase berdampak pada bangunan warga yang berada di sekitar lokasi pekerjaan.

Pihak pelaksana menyatakan kesiapannya untuk melakukan perbaikan terhadap bagian rumah yang terdampak.

“Kami siap memperbaiki,” tegas Johannes.

Perbaikan diharapkan segera dilakukan agar kerusakan rumah Sugiantoro dapat ditangani.

 

Di sisi lain, kondisi keluarga tersebut juga diharapkan mendapat perhatian dari pemerintah maupun pihak-pihak yang memiliki program sosial, khususnya bantuan perbaikan rumah bagi warga yang membutuhkan. ( Eno).