Mahasiswa UIN Malang Ajak Mahasiswa Berdamai dengan Diri Lewat Self-Acceptance

SELF.jpeg1_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Tekanan akademik, perbandingan sosial, dan tuntutan untuk selalu tampil sempurna dapat memengaruhi kesehatan mental mahasiswa. Untuk meningkatkan kesadaran tersebut, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan edukasi kesehatan mental bertema Self-Acceptance melalui ruang berbagi dan pengenalan emosi, Sabtu (17/10/2026).

Kegiatan ini mengajak mahasiswa mengenali perasaan, memahami kondisi emosional, serta menerima diri sendiri dengan segala kelebihan dan keterbatasan. Pendekatan personal dipilih agar peserta lebih nyaman mengekspresikan perasaan dan menceritakan pengalaman mereka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan emotional check-in, yakni mengenali kondisi emosi melalui pemilihan emoji. Setelah melakukan registrasi, peserta memilih emoji yang paling menggambarkan perasaan mereka pada hari itu.

Aktivitas sederhana tersebut mengajak mahasiswa berhenti sejenak dari kesibukan untuk menyadari kondisi emosional yang sedang dialami.

Peserta yang ingin berbagi cerita kemudian mengikuti sharing session bersama fasilitator. Setiap fasilitator mendampingi satu peserta selama 10 menit untuk mendengarkan cerita dan pengalaman mereka.

Sesi dilanjutkan dengan edukasi singkat selama lima menit mengenai penerimaan diri dan pentingnya memahami kondisi psikologis. Melalui pendampingan tersebut, peserta memperoleh kesempatan untuk mengungkapkan perasaan sekaligus merefleksikan pengalaman dalam suasana yang suportif.

Ketua tim promosi kesehatan mental, Silvy Ikasari, mengatakan kegiatan ini bertujuan mengajak mahasiswa lebih terbuka dalam mengenali perasaan, memahami diri, dan meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental.

“Melalui kegiatan promosi kesehatan mental bertema Self-Acceptance ini, kami ingin mengajak teman-teman untuk lebih mengenal, memahami, dan menerima dirinya sendiri,” ujar Silvy.

Menurut dia, kegiatan tersebut menghadirkan sharing session sebagai ruang untuk berbagi cerita dan pengalaman, serta emotional check-in menggunakan emoji untuk membantu peserta mengenali dan mengekspresikan perasaan.

“Penting bagi kita untuk menyadari bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Harapannya, melalui kegiatan ini, teman-teman bisa lebih terbuka terhadap perasaannya, lebih peduli pada kondisi diri sendiri, dan belajar menerima diri tanpa harus merasa sempurna,” katanya.

Materi utama kegiatan menekankan bahwa penerimaan diri bukan berarti berhenti berkembang atau menyerah pada keadaan. Sebaliknya, self-acceptance mengajarkan seseorang mengakui perasaan, menerima kelebihan dan keterbatasan, serta tetap berusaha memperbaiki diri tanpa terjebak tuntutan untuk selalu sempurna.

Pesan ini dinilai relevan bagi mahasiswa yang menghadapi berbagai tekanan selama menjalani kehidupan akademik maupun dalam membangun hubungan sosial.

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan, peserta diminta mengisi Google Form untuk memberikan penilaian terhadap pengalaman mereka. Tim juga membagikan hadiah kecil, kutipan motivasi, dan selebaran edukasi sebagai pengingat pentingnya menjaga kesehatan mental.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh lima mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yakni Lutfiana Fitria Rahma, Silvy Ikasari selaku ketua tim, Muhammad Yusuf Rabbani, Sabrina Livera Aura Bismiko, dan Naufal An Nabil.

Mereka bekerja sama menyiapkan media edukasi, mengelola emotional check-in, mendampingi sesi berbagi, serta menyampaikan informasi mengenai penerimaan diri kepada peserta.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa Psikologi UIN Malang berharap kesadaran terhadap kesehatan mental semakin tumbuh di kalangan mahasiswa. Mengenali emosi, memberi ruang bagi perasaan, dan menerima diri dengan segala kelebihan serta keterbatasan menjadi bagian penting dalam membangun kesejahteraan psikologis.

Edukasi ini sekaligus menjadi upaya mahasiswa untuk menghadirkan promosi kesehatan mental yang sederhana, interaktif, dan dekat dengan pengalaman sehari-hari. (Eno)