Dir Ops Perhutani Terima Formasy Praja Nusantara, Bahas Konservasi Hutan hingga Ekonomi Selatan Jatim

2110278_11zon

Malang | Serulingmedia.com — Direktur Operasional Perum Perhutani Pusat, Wawan Triwibowo, menerima kunjungan Ketua Umum Ormas Formasy Praja Nusantara, Dodik Purwoko, di sela rangkaian kegiatan pembinaan di Kantor Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pasuruan, Kamis (1/10/2026).

 

Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu terkait konservasi dan rehabilitasi hutan, sekaligus peluang sinergi antara Perhutani dan masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan hutan.

Dalam kegiatan tersebut, Wawan didampingi Administratur (Adm) KPH Pasuruan Munawar Sukowati, Kepala Departemen Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Divisi Regional Jawa Timur Imam Suyuti, serta Adm KPH Probolinggo Akhmat Faizal bersama jajaran pimpinan lainnya.

Di sela waktu istirahat, salat, dan makan (ishoma), Wawan meluangkan waktu untuk menerima Dodik Purwoko beserta jajaran Formasy Praja Nusantara untuk melakukan silaturahmi dan koordinasi.

Dodik menyampaikan apresiasi atas kesediaan Direktur Operasional Perhutani tersebut menerima kunjungan Formasy Praja Nusantara.

 

Menurutnya, konservasi dan rehabilitasi hutan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Hutan tetap lestari adalah hak dan tanggung jawab bersama setiap anak bangsa yang berbudaya, berbangsa, dan bernegara Indonesia sebagai bakti untuk negeri dan pengabdian kepada kehidupan,” ujar Dodik.

Dalam pertemuan itu, Dodik juga menyampaikan harapan agar Perhutani dapat terus bersinergi dalam berbagai agenda pembangunan kawasan, termasuk gagasan Malang Raya Megapolitan dan Koridor Selatan 2045.

Formasy Praja Nusantara, kata Dodik, turut mendukung inisiatif yang dikaitkan dengan pengembangan kawasan selatan Jawa Timur.

 

Gagasan tersebut diarahkan untuk mendorong terbentuknya simpul-simpul dan embrio sentra ekonomi di wilayah selatan, mulai Pacitan hingga Banyuwangi.

Menurutnya, pengembangan ekonomi kawasan tetap perlu memperhatikan keberadaan kawasan hutan serta aspek ekologis dan lingkungan.

“Perbedaan lembaga dan karakter bukan menjadi penghalang untuk berkolaborasi. Akselerasi pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya menjaga hutan tetap lestari, pertumbuhan ekonomi masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan,” kata Dodik.

Pembahasan tersebut juga berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila.

Momentum tersebut dimaknai sebagai pentingnya persatuan dan keberagaman dalam membangun kolaborasi lintas lembaga.

Dodik menekankan bahwa pembangunan kawasan hutan maupun permukiman masyarakat perlu memperhatikan kaidah ekologi agar pertumbuhan ekonomi dan pembangunan tidak mengabaikan keberlanjutan lingkungan.

Menutup pertemuan, Wawan Triwibowo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Formasy Praja Nusantara serta Nawi, salah satu insan media senior, atas upaya membangun komunikasi dan kolaborasi dalam menjaga kelestarian hutan.

“Kami mengapresiasi sinergi dan kolaborasi yang dibangun untuk bersama-sama menjaga hutan tetap lestari,” ujar Wawan.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi lintas pihak dalam memperkuat kepedulian terhadap kelestarian hutan sekaligus membuka ruang kolaborasi dalam mendukung pembangunan masyarakat dan kawasan secara berkelanjutan.( Eno).