Jangan Bongkar Harapan: Santerra Bukti Wisata Bisa Ramah Alam dan Sejahterakan Warga

Screenshot_2025-06-04-21-26-31-908_com.android.chrome-edit

Malang | Serulingmedia.com – Keberadaan destinasi wisata Florawisata Santerra de Laponte di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, menuai perhatian publik.

Di tengah desakan dari sebagian anggota DPRD Kabupaten Malang agar destinasi ini ditutup bahkan dibongkar, masyarakat justru berharap tempat wisata ini tetap dipertahankan karena memberi banyak manfaat bagi lingkungan, ekonomi, dan pendidikan.

David, salah satu warga yang tinggal tak jauh dari kawasan Florawisata, mengungkapkan bahwa tempat wisata ini telah menjadi sumber kehidupan baru bagi masyarakat sekitar.

“Florawisata membuka lapangan kerja, memberi edukasi tentang tanaman herbal, dan menjadi ruang rekreasi yang sehat untuk keluarga,” ujarnya, Selasa (4/6/2025).

Florawisata Santerra de Laponte dikenal luas karena menampilkan taman bunga yang luas dan tertata rapi, replika bangunan dari berbagai negara, serta wahana edukasi lingkungan.

Tempat ini disebut mampu menarik ribuan wisatawan setiap pekannya, sehingga ikut mendorong roda ekonomi masyarakat Pujon.

“Memang tidak semua warga bekerja langsung di dalam wisata ini, tetapi banyak yang mendapatkan manfaat tidak langsung, seperti menjadi pemasok makanan, kerajinan tangan, dan membuka warung di sekitar lokasi,” tambah David.

Menurutnya, keputusan untuk membongkar destinasi seperti ini seharusnya tidak dilakukan terburu-buru. Ia mendorong adanya dialog terbuka antara pemerintah daerah, investor, dan masyarakat agar bisa mencari solusi terbaik yang tidak merugikan siapa pun.

Santerra tidak hanya memanjakan mata pengunjung dengan keindahan bunga, namun juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak dan pelajar. Informasi tentang jenis-jenis tanaman, teknik budidaya, dan pengenalan tanaman herbal tersedia secara visual dan interaktif.

“Ini bisa jadi wisata edukatif yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya bermain, tapi juga belajar soal lingkungan dan pentingnya menjaga alam,” kata David.

Sejak beroperasi, Florawisata Santerra telah menyerap tenaga kerja lokal, terutama untuk pekerjaan teknis dan operasional.

Tak hanya itu, peningkatan jumlah wisatawan juga mendorong pertumbuhan usaha kecil menengah (UMKM) di sekitar lokasi, mulai dari penginapan, warung makan, hingga toko oleh-oleh.

Warga berharap pemerintah tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Mereka meminta agar Florawisata ini dijadikan contoh wisata ramah lingkungan yang tetap memperhatikan aturan tata ruang dan kelestarian alam.

“Pujon sedang tumbuh menjadi daerah wisata unggulan. Mari duduk bersama, cari solusi. Kita bisa jaga lingkungan sambil tetap membuka peluang ekonomi,” tutup David.( Eno )