Apakah Walikota Batu Harus Putra Daerah?
Batu I serulingmedia.com – Narasi ini cukup santer berembus di kalangan Masyarakat kota Batu. Pertanyaannya apakah seorang walikota harus merupakan putra daerah atau tidak adalah topik yang menarik untuk diperdebatkan. Ada argumen yang mendukung dan menentang ide ini. Berikut beberapa pendapat yang patut dipertimbangkan untuk mencari figure terbaik dalam proses ikhtiar mencari sosok Walikota Batu 2024.

Suwito pengacara Batu menyebutkan menentukan ukuran asli wong mbatu itu sulit, mengingat semua penduduk mbatu tidak ada yang asli mbatu, kebanyakan kelahiran saja di mbatu atau Malang, selanjutnya orang tua mereka, kakek, buyut, dan semua turunannya bukan asli wong mbatu.
“ tidak ada aturan hukum manapun yang membatasi hak warga negara untuk di pilih dan memilih, calon dari manapun asal warga negara Republik Indonesia boleh mencalonkan dan di calonkan. Termasuk di Batu “ ungkap Suwito.

Didik Sumintarjo mengungkapkan Kota Batu merupakan kota yang kaya akan sejarah, budaya, dan potensi. Mencari sosok pemimpin yang mampu mengangkat martabat Kota Batu menjadi suatu keharusan. Dalam memilih calon walikota, menurut budayawan dan politikus Batu ini terdapat beberapa kriteria penting yang harus dipertimbangkan :
Memahami Batu secara utuh:
Calon walikota harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang segala aspek yang berkaitan dengan Kota Batu. Dengan pemahaman yang komprehensif, mereka akan mampu mengidentifikasi prioritas yang tepat untuk dikerjakan demi kemajuan kota.
Peduli pada Kesejahteraan Masyarakat Batu:
Kesejahteraan masyarakat harus menjadi fokus utama bagi calon walikota. Mereka harus memiliki empati yang tinggi terhadap berbagai lapisan masyarakat dan mampu menyusun kebijakan yang berpihak pada kepentingan serta kesejahteraan semua warga Batu.
Memahami Keunggulan Wilayah Kota Batu:
Sebagai pemimpin, mereka harus memahami dengan baik keunggulan yang dimiliki oleh Kota Batu. Dengan demikian, mereka akan dapat menjaga dan memanfaatkan potensi wilayah secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Punya Leadership yang Kuat untuk Menata Birokrasi:
Kemampuan kepemimpinan yang kuat sangat diperlukan untuk mengelola birokrasi secara efisien dan efektif. Calon walikota harus mampu memimpin dengan tegas namun juga inklusif, serta memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat demi kepentingan bersama.
Berpegang pada “Hakarya Guna Mamayu Bawana :
Prinsip ini merupakan landasan moral yang harus dipegang teguh oleh calon walikota. Mereka harus memegang teguh nilai-nilai kearifan lokal dalam setiap kebijakan dan tindakan yang mereka ambil, dengan tujuan utama untuk kebaikan bersama.
Mengembangkan Kepemimpinan Berpedoman “Asta Brata”:
Asta Brata mengacu pada prinsip-prinsip etika dan moral yang tinggi dalam kepemimpinan. Calon walikota harus menjadi teladan dalam menjalankan kepemimpinan yang adil, jujur, dan bertanggung jawab.
Memiliki Rekam Jejak yang Bernilai Akhlak Baik:
Integritas dan moralitas merupakan hal yang tak terpisahkan dari kepemimpinan yang baik. Calon walikota harus memiliki rekam jejak yang bersih dan nilai akhlak yang tinggi, sehingga dapat dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin Kota Batu ke arah yang lebih baik.
Dengan mempertimbangkan kriteria-kriteria tersebut, diharapkan calon walikota yang terpilih mampu memberikan kontribusi yang nyata bagi kemajuan dan kesejahteraan Kota Batu serta seluruh masyarakatnya.
Seorang walikota yang merupakan putra daerah mungkin memiliki koneksi yang lebih kuat dengan masyarakat setempat. Mereka mungkin lebih memahami kebutuhan, nilai, dan keinginan warga, serta memiliki kepentingan yang lebih besar dalam memajukan kota Batu.
” Ya….wong Batu Yen ora duwe kreteria itu ya pada wae bodong, tapi prioritas kita orang Kota Batu dulu. ” tegas Didik Sumintarjo.
Ditegaskan, yang terpenting, kualifikasi dan kapasitas seseorang untuk memimpin kota Batu seharusnya menjadi pertimbangan utama. Kemampuan untuk memahami masalah kompleks kota, merumuskan kebijakan yang efektif, dan mengelola sumber daya dengan bijaksana harus menjadi prioritas
” Nanging kudune kita itu membuat hipotesa dulu, baru menjaring yang mendekati kriteria. ( Ini untuk figur ). Kemudian dalam pertarungan juga harus punya hipotesa , bahwa saat ini demokrasi seperti apa . ( Demokrasi elektoral ketoke gak mikir ideologi) Syarat orang dapat, tapi syarat elektoralnya gak ana ya pada wae bodong) ” lajutnya.

Sementara Mbah Harjono Mc mengungkapkan Calon walikota yang diharapkan harus mampu mengartikulasikan harapan masyarakat melalui jargon-jargon yang membumi dan Visi Misi yang menggambarkan semangat kebersamaan, kemajuan, dan keberlanjutan. Dengan merumuskan visi misi yang mencerminkan nilai-nilai lokal dan aspirasi masyarakat, calon tersebut dapat memperoleh kepercayaan dan dukungan luas.
“ Keberhasilan calon walikota juga diukur dari kemampuannya untuk menghubungkan program-programnya dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta memastikan kesinambungan pembangunan di Kota Batu. Dengan demikian, calon tersebut tidak hanya menawarkan janji-janji kosong, tetapi juga memberikan solusi yang terencana dan terukur.” Ungkap Harijono.
Harijono salah satu perintis berdirinya kota Batu menambahkan Calon walikota yang diinginkan adalah mereka yang tidak terikat pada kepentingan partai politik tertentu, tetapi lebih mementingkan arah kebijakan yang akan dilaksanakan untuk kesejahteraan masyarakat Kota Batu dalam periode 2024-2029. Keberpihakan pada kepentingan publik harus menjadi prinsip utama dalam merumuskan kebijakan dan program-program pembangunan.
“ sejak 2002 Wali Kota Batu merupakan orang luar kota Batu. Harapannya yang akan datang Warga / Penduduk asli Batu. “ tegasnya.
Dalam konteks politik lokal, calon walikota harus mampu menjalankan peran sebagai seorang negarawan yang mengutamakan kepentingan bangsa dan negara serta sebagai seorang politikus sejati yang memiliki integritas, kejujuran, dan dedikasi untuk melayani masyarakat. Partai politik hanya menjadi alat untuk mencapai tujuan tersebut, bukan tujuan itu sendiri.
.“ diakui secara UU calon walikota adalah warga negara Indonesia, Namun harapan banyak pihak Wali Kota Batu 2024 – 2029 adalah asli Batu. Hasil Pemilu 2024 pemenangnya di Batu adalah PKB semoga dapat terwujud “ cetus salah satu tokoh Pojka Batu.
Pernyataan bahwa PKB sebagai pemenang akan memikirkan secara serius masalah di Kota Batu menyoroti pentingnya keseriusan dan komitmen calon walikota dalam menangani berbagai permasalahan yang dihadapi oleh kota tersebut. Percaya pada kemampuan calon tersebut untuk menghadirkan solusi-solusi yang konkret dan berkelanjutan menjadi kunci dalam menentukan pilihan politik.( Eno ).






