Lagu Jangan Salah Menilai: Refleksi dari GS Art 2 Biliar Batu
Batu | Serulingmedia.com – Suasana di GS Art 2 Biliar Batu hari itu terasa berbeda dari biasanya. Semaraknya turnamen biliar se-Jawa Timur yang menawarkan hadiah total Rp 50 juta menambah riuh tempat tersebut.
Pengunjung yang datang tak hanya dimanjakan oleh keterampilan para pemain biliar profesional, tetapi juga disuguhi berbagai hiburan tambahan, seperti stand karaoke yang disediakan bagi mereka yang ingin melepas penat sambil bernyanyi.
Di tengah hiruk-pikuk kompetisi, ada momen yang menarik perhatian banyak orang. Ghaib Sampurno, pemilik GS Art 2 Biliar Batu, berdiri di salah satu sudut, dengan mikrofon di tangan.

Lagu “Jangan Salah Menilai” mengalun lembut dari bibirnya, menambah kehangatan suasana. Sambil menyanyikan lagu tersebut, Ghaib terlihat sesekali menuding ke arah gambar yang menjadi latar belakangnya.
Apa yang dimaksud oleh Ghaib dengan “Jangan Salah Menilai” tidak sepenuhnya jelas. Siapa yang ia maksud untuk tidak salah menilai? Apakah ia berbicara kepada para pengunjung, pemain biliar, atau mungkin bahkan dirinya sendiri?
Yang jelas, pesan yang ia sampaikan tampak sarat makna dan reflektif. “Setiap orang berhak menilai,” katanya, namun ia mengingatkan bahwa kesalahan dalam menilai dapat membawa kerugian, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.
Dalam konteks yang lebih luas, pernyataan Ghaib mengandung kebijaksanaan yang relevan dengan banyak aspek kehidupan.
Penilaian—baik terhadap orang lain, peristiwa, maupun situasi—merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, seringkali kita terburu-buru memberikan penilaian tanpa memahami konteks atau latar belakang sepenuhnya.
Dalam kesalahan menilai, kita tidak hanya berpotensi melukai orang lain, tetapi juga diri kita sendiri. Mungkin, di balik gambar yang ia tunjukkan saat bernyanyi, ada cerita atau pesan yang lebih dalam, yang mengingatkan kita untuk berhati-hati dalam menilai sesuatu atau seseorang.
Di satu sisi, GS Art 2 Biliar Batu dengan segala keriuhannya menjadi tempat di mana kompetisi fisik dan keterampilan berlangsung.
Namun di sisi lain, tempat ini juga menyuguhkan refleksi filosofis yang mendalam, terutama dari sosok pemiliknya yang ingin mengingatkan pengunjung untuk selalu bijak dalam menilai sesuatu.
Kita semua, pada akhirnya, adalah penilai dalam hidup ini, tetapi apakah penilaian kita selalu tepat?
Lagu “Jangan Salah Menilai” yang dilantunkan Ghaib seolah menjadi pengingat bagi setiap orang yang hadir di sana.
Di tengah ketegangan kompetisi dan hiburan karaoke, pesan yang disampaikan lewat lagu tersebut mengajak kita untuk merenung. Jangan terburu-buru dalam menilai, jangan biarkan prasangka mengaburkan pandangan kita, dan yang terpenting, jangan sampai penilaian yang salah justru membawa kerugian bagi diri sendiri dan orang lain.

Dalam hidup, mungkin kita sering kali terlalu cepat memberi penilaian berdasarkan apa yang tampak di permukaan. Pesan yang disampaikan Ghaib melalui nyanyiannya mengajak kita untuk melihat lebih dalam, untuk memahami sebelum menilai, dan untuk selalu berhati-hati agar tidak salah dalam menilai.
Senandung Ghaib ini tidak hanya menggambarkan suasana di GS Art 2 Biliar Batu yang penuh warna dan keseruan, tetapi juga menyiratkan sebuah refleksi tentang pentingnya kehati-hatian dalam menilai sesuatu di dunia yang penuh kompleksitas ini.( Eno ).






