KONI Batu Super Cup Digelar, 20 Tim SSB U-10 Berebut Gelar Juara di Kota Wisata Batu

2154705_11zon

Batu | Serulingmedia.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Batu membuka kejuaraan sepak bola usia dini KONI Batu Super Cup kategori U-10 dan U-12 di Lapangan Agro Kusuma, Kota Wisata Batu, Sabtu (10/10/2026).

 

Kompetisi ini menjadi wadah bagi sekolah sepak bola (SSB) untuk mengasah kemampuan, membangun mental bertanding, dan menjaring bibit pemain potensial sejak usia dini.

Pembukaan kejuaraan dilakukan Wakil Ketua KONI Kota Batu, Sinal Abidin, didampingi Gaib Sampurno. Dalam sambutannya, Sinal menekankan pentingnya disiplin, sportivitas, dan fair play sebagai fondasi pembentukan atlet sepak bola masa depan.

“Kalau bermain harus menjunjung sportivitas dan fair play. Tidak boleh dendam, tidak boleh saling menyakiti. Kalian semua adalah insan sepak bola yang harus menghormati satu sama lain,” tegas Sinal di hadapan para peserta.

Ia juga memotivasi para pemain muda agar berani bermimpi menembus tim nasional Indonesia.

 

Menurut dia, kompetisi usia dini harus menjadi ruang pembinaan yang mampu melahirkan pemain-pemain berkualitas dari Jawa Timur.

“Tidak usah banyak-banyak, sepuluh saja masuk Timnas Indonesia. Mudah-mudahan dari turnamen ini muncul bibit-bibit unggul dari Jawa Timur,” ujarnya, disambut antusias para peserta.

Selain sportivitas, Sinal mengingatkan bahwa disiplin merupakan kunci penting bagi atlet yang ingin berkembang.

 

Para pemain diminta mematuhi arahan pelatih, menjaga kondisi fisik, dan membiasakan diri menjalani latihan secara teratur.

Ia juga menyatakan KONI Kota Batu siap mendukung penyelenggaraan kompetisi serupa dengan skala lebih besar.

 

Bahkan, Sinal membuka peluang pemanfaatan Stadion Brantas sebagai lokasi pertandingan apabila penyelenggara ingin mengembangkan turnamen pada masa mendatang.

Sinal mengaku pernah menjadi manajer Persikoba Kota Batu ketika sejumlah pemain yang kemudian dikenal publik, seperti Ahmad Gustomi dan Arif Suyono, masih berada pada usia muda. Pengalaman tersebut menjadi salah satu alasannya mendorong pembinaan sepak bola sejak dini.

“Harapan kami, klub-klub SSB yang mengikuti kompetisi ini terus berkembang dan mampu mencetak pemain-pemain andal untuk tim Indonesia,” katanya sebelum secara resmi membuka kejuaraan.

Diikuti 20 Tim U-10 dari Berbagai Daerah
Ketua Pelaksana dari event organizer D2 Carlos, David Sitangga, menjelaskan bahwa pertandingan kategori U-10 pada Sabtu diikuti 20 tim dari berbagai daerah di Jawa Timur.

Peserta datang antara lain dari Gresik, Surabaya, Jember, Bojonegoro, Probolinggo, Blitar, dan Situbondo. Sementara itu, pertandingan kategori U-12 dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10/2026) dengan jumlah peserta sebanyak 24 tim.

“Untuk U-10 hari ini ada 20 peserta dari Jawa Timur. Besok, kategori U-12 totalnya 24 peserta,” ujar David.

Ia menjelaskan, pertandingan menggunakan sistem grup dengan empat tim dalam setiap grup. Tim yang menempati posisi juara grup dan runner-up berhak melaju ke babak berikutnya.

Setiap pertandingan berlangsung dalam dua babak, masing-masing berdurasi 10 menit.

 

Dalam sehari, setiap tim ditargetkan menjalani sedikitnya tiga pertandingan agar anak-anak memperoleh kesempatan bermain dan pengalaman kompetitif yang memadai.

Menurut David, pemilihan Lapangan Agro Kusuma mempertimbangkan kualitas fasilitas serta kenyamanan lapangan bagi pemain usia dini.

 

Lokasi di Kota Batu juga menawarkan daya tarik wisata yang dapat dimanfaatkan peserta dan keluarga untuk berwisata sekaligus mengikuti kompetisi.

“Kami mencari lapangan yang benar-benar sesuai standar agar anak-anak bisa bermain dengan nyaman dan tim dapat bertanding secara profesional. Kota Batu juga dikenal sebagai destinasi wisata, sehingga peserta dari luar kota bisa sekaligus menikmati wisata atau football holiday,” jelasnya.

Hadiah dan Pembinaan Pemain Muda

Dalam kejuaraan ini, panitia menyiapkan trofi tetap, uang pembinaan, medali, dan piagam bagi para juara. Penghargaan diberikan kepada juara pertama, kedua, serta juara ketiga bersama.

Panitia juga menyediakan penghargaan individu untuk kategori best player, top scorer, best goalkeeper, dan best coach.

David mengatakan, penyelenggaraan KONI Batu Super Cup tidak semata-mata mengejar kemenangan. Kompetisi ini diharapkan memberi ruang bagi SSB, khususnya dari luar Kota Batu, untuk menguji kemampuan pemain dan membangun mental kompetitif sejak usia dini.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana memperkenalkan Kota Batu kepada peserta dan keluarga yang datang dari berbagai daerah.

“Kami ingin memberikan wadah bagi adik-adik dari SSB untuk berkompetisi. Kami juga ingin mengedukasi mereka agar lebih mengenal Kota Batu,” katanya.

KONI Batu Super Cup diselenggarakan oleh event organizer D2 Carlos bekerja sama dengan KONI Kota Batu.

 

Melalui kompetisi tersebut, pembinaan sepak bola usia dini diharapkan semakin berkembang, tidak hanya dalam aspek teknik permainan, tetapi juga kedisiplinan, karakter, dan sportivitas.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa lahirnya pemain profesional tidak cukup hanya mengandalkan bakat.

 

Pembinaan yang terarah, kesempatan bertanding, dukungan pelatih dan orang tua, serta karakter yang kuat menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju prestasi sepak bola nasional. ( Eno).