2,9 Juta Guru, Sertifikasi Belum Merata: Unimerz Buka PPG Empat Bidang
Makassar | Serulingmedia.com – Kebutuhan guru profesional masih menjadi pekerjaan besar di tengah jumlah tenaga pendidik Indonesia yang mencapai sekitar 2,9 juta orang.
Belum seluruh guru memiliki sertifikat pendidik, sementara sebagian lainnya bahkan belum bergelar sarjana.
Kondisi itu menjadi salah satu alasan Universitas Megarezky (Unimerz) Makassar membuka Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Kampus tersebut resmi memperoleh izin penyelenggaraan PPG melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Nomor 1105/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Profesi Guru pada Universitas Megarezky di Kota Makassar.
Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unimerz, Dr. Abdul Malik Iskandar, S.Ag., M.Si., mengatakan PPG Unimerz membuka empat bidang studi, yakni Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Sosiologi.
“Program studi Pendidikan Profesi Guru di Unimerz adalah penantian yang panjang. Sudah kita usulkan sejak 2020, tetapi ada syarat yang belum terpenuhi. Sekarang syarat itu sudah terpenuhi di tahun 2025/2026 ini,” kata Abdul Malik saat dihubungi melalui telepon, Kamis (8/10/2026).
Menurut dia, persoalan sertifikasi guru tidak sekadar menyangkut administrasi profesi.
Sertifikat pendidik menjadi bentuk pengakuan terhadap kompetensi dan profesionalitas guru sekaligus berkaitan dengan pengembangan karier serta pemenuhan hak-hak profesinya.
Abdul Malik mengutip data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) per Januari 2026 yang menyebut jumlah guru di Indonesia mencapai 2,9 juta orang.
Namun, jumlah tersebut belum seluruhnya berada dalam kondisi ideal dari sisi kualifikasi dan sertifikasi.
“Ini menunjukkan sarjana-sarjana baru ini mempunyai keinginan mendapatkan sertifikasi pendidik atau gelar keguruan,” ujarnya.
PPG Bukan Sekadar Gelar
Abdul Malik mengatakan pendidikan profesi merupakan kelanjutan dari pendidikan akademik.
Karena itu, PPG tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi tahapan untuk memperkuat kompetensi calon guru setelah menyelesaikan pendidikan akademiknya.
Menurut dia, kehadiran PPG Unimerz juga menjawab penantian para alumni program studi kependidikan di kampus tersebut.
“Alumni kami sudah menanti. Mereka bertanya kapan Pendidikan Bahasa Inggris punya profesi, kapan PGSD, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Sosiologi memiliki profesi,” katanya.
Unimerz memiliki ribuan alumni yang berasal dari berbagai program studi kependidikan. Dengan izin PPG tersebut, alumni empat bidang studi itu kini memiliki jalur untuk melanjutkan pendidikan profesi sesuai bidangnya.
Abdul Malik menegaskan PPG Unimerz tetap mengikuti standar penyelenggaraan pendidikan profesi guru secara nasional, mulai dari sumber daya manusia, fasilitas hingga kurikulum.
Perbedaan antarkampus, kata dia, lebih mungkin terlihat pada pengembangan konten kurikulum dan karakteristik lulusan yang hendak dibentuk.
“Pembeda khususnya pada konten kurikulum, apa yang PPG Unimerz akan dicirikan sebagai luarannya,” ucapnya.
Belum Buka Pendaftaran Mandiri
Meski izin telah diperoleh, Unimerz belum langsung membuka pendaftaran PPG secara mandiri. Kampus masih menunggu proses plotting calon mahasiswa dari pemerintah.
Abdul Malik mengatakan pada tahap awal penyelenggaraan PPG Unimerz masih menggunakan skema beasiswa atau subsidi pemerintah.
PPG mandiri, menurut dia, hanya dapat dilakukan oleh LPTK yang telah memenuhi ketentuan dan memiliki legalitas yang dipersyaratkan.
Unimerz juga telah menyiapkan dosen dengan kualifikasi akademik dan jabatan fungsional yang sesuai. Persiapan tersebut, kata Abdul Malik, tidak diarahkan sekadar memenuhi batas minimal, tetapi ditingkatkan untuk memenuhi standar yang lebih tinggi.
PPG Unimerz tercatat sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) ke-175 yang memperoleh izin untuk menyelenggarakan pendidikan profesi keguruan.
Pihak Unimerz juga telah melaporkan kesiapan pengelolaan program kepada bagian terkait di Kemendikdasmen untuk proses pengecekan.
Abdul Malik berharap PPG tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi guru maupun calon guru, termasuk dari daerah yang selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan profesi.
“Harapannya, mendirikan PPG di FKIP Unimerz agar guru-guru di bidang studi empat ini bisa tertampung. PGSD, Pendidikan Jasmani, Sosiologi dan Bahasa Inggris bisa memiliki wadahnya,” ujarnya. ( Yahya Pattaya/ Buang Supeno).
