Dekan Megarezky Sentil Akademisi: Jangan Sekadar Sibuk, Harus Berbuah! PGSD Gaspol Bidik Hibah Berdampak

DEKAN MERZ_11zon

Makassar I Serulingmedia.com – Aktivitas akademik tidak boleh berhenti pada rutinitas. Dosen dan mahasiswa harus mampu mengubah pengetahuan menjadi karya, penelitian menjadi inovasi, dan inovasi menjadi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan itu ditegaskan Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Megarezky, Dr. Abdul Malik Iskandar, S.Ag., M.Si., saat memberikan sambutan pada kuliah tamu Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Jumat (2/10/2026).

Kuliah tamu yang digelar di Megarezky Hall Universitas Megarezky tersebut mengangkat tema “Integritas Tren Penelitian Modern dan Hibah Berdampak” dengan menghadirkan Assoc. Prof. Dr. Firmanul Catur Wibowo, M.Pd., dosen Universitas Negeri Jakarta, sebagai narasumber.

Kegiatan diikuti pimpinan fakultas, ketua program studi, dosen di lingkungan FKIP, dosen Prodi S1 PGSD, mahasiswa angkatan 2023 hingga 2026, serta sejumlah tamu undangan.

Analogi Pohon Mangga

Dalam sambutannya, Abdul Malik menggunakan analogi sederhana namun kuat: pohon mangga harus berbuah.

Analogi tersebut menggambarkan harapan agar sivitas akademika FKIP tidak sekadar menjalankan berbagai aktivitas, tetapi mampu menghasilkan karya yang dapat dinikmati dan memberikan manfaat.

Bagi dunia perguruan tinggi, produktivitas akademik dapat diwujudkan melalui penelitian, publikasi, inovasi, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), maupun berbagai karya akademik lainnya.

Dekan juga memberikan apresiasi kepada Prodi S1 PGSD yang dinilai menjadi program studi pertama di lingkungan FKIP yang telah menunaikan hasil rapat kerja yang dilaksanakan di Malino pada tahun sebelumnya.

Konsistensi tersebut, menurutnya, perlu terus dipelihara agar program kerja tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan, tetapi benar-benar melahirkan karya.

Ia berharap seluruh peserta kuliah tamu mengikuti materi dengan serius dan menjadikan forum tersebut sebagai kesempatan memperluas wawasan penelitian.

Hibah Jadi Tantangan yang Harus Dijawab

Ketua Prodi S1 PGSD, Dr. Nurhadifah Amaliyah, S.Pd., M.Pd., mengatakan kuliah tamu merupakan bagian dari program kerja Prodi S1 PGSD tahun 2025–2026 yang telah mencapai realisasi 100 persen.

Program tersebut mencakup sejumlah kegiatan akademik, termasuk kuliah tamu dan workshop.

Namun, capaian hibah penelitian dan PkM masih menjadi salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian dan evaluasi.

Karena itu, forum tersebut diharapkan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dosen maupun mahasiswa dalam menyusun, mengembangkan, dan menghasilkan penelitian yang lebih kompetitif.

“Tren penelitian terus berubah. Sivitas akademika harus mampu membaca perubahan tersebut sekaligus melihat peluang hibah yang tersedia,” menjadi semangat yang mengemuka dalam kegiatan.

Nurhadifah juga menyampaikan apresiasi kepada narasumber yang telah hadir untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan sivitas akademika Universitas Megarezky.

Punya 10 Ribu Mahasiswa

Sambutan Rektor Universitas Megarezky disampaikan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Jalal, M.Pd.

Ia memaparkan perjalanan perkembangan Universitas Megarezky yang berdiri pada 2018, dengan perjalanan kelembagaan yang berkaitan dengan STKIP pada 2015 dan merger STIKes pada 2025.

Saat ini Universitas Megarezky memiliki sekitar 10.000 mahasiswa, dengan sekitar 3.000 mahasiswa berada di FKIP.

Universitas Megarezky menaungi 38 program studi, sementara FKIP memiliki lima program studi.

Dr. Jalal juga memberikan apresiasi terhadap capaian FKIP. Dari lima program studi yang ada, empat di antaranya telah menuju akreditasi Unggul.

Ia menilai keberadaan banyak dosen muda di Universitas Megarezky menjadi energi tersendiri untuk mendorong pengembangan akademik.

Forum kuliah tamu pun dipandang penting sebagai ruang bertukar pengalaman, pengetahuan, dan wawasan antara akademisi dari berbagai perguruan tinggi.

Riset Modern Harus Punya Dampak

Pada sesi utama, Assoc. Prof. Dr. Firmanul Catur Wibowo, M.Pd., menyampaikan materi tentang integritas, tren penelitian modern, dan hibah berdampak.

Penyampaian materi berlangsung interaktif. Selain menguraikan substansi penelitian, narasumber memberikan motivasi kepada peserta agar lebih aktif mengembangkan kapasitas akademik.

Sejumlah games juga disisipkan untuk menjaga suasana tetap hidup dan mendorong peserta terlibat dalam kegiatan.

Pesan utama kuliah tamu tersebut bermuara pada pentingnya membangun ekosistem penelitian yang tidak sekadar mengejar aktivitas atau publikasi, tetapi mampu menghasilkan pengetahuan dan inovasi yang relevan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Bagi Prodi S1 PGSD FKIP Universitas Megarezky, kegiatan tersebut menjadi salah satu ikhtiar memperkuat budaya riset sekaligus membuka ruang kolaborasi.

Target akhirnya bukan sekadar dosen dan mahasiswa semakin aktif meneliti, tetapi mampu melahirkan karya akademik yang memiliki nilai, daya saing, dan dampak nyata.  ( Yahya Patta/Buang Supeno )