Danlanud Abd Saleh: Keselamatan Terbang dan Kerja Tak Bisa Ditawar

2040770_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Profesionalisme prajurit TNI Angkatan Udara tak cukup diukur dari kemampuan menjalankan operasi.

 

Disiplin, soliditas, dan kesadaran terhadap keselamatan (safety awareness) harus menjadi bagian dari budaya kerja setiap personel.

Pesan itu mengemuka dalam Upacara Bendera 17-an yang dipimpin Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsma TNI Reza R.R. Sastranegara, S.Sos., M.A.P., MNSS., di Lapangan Dirgantara Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Kamis (17/9/2026).

Upacara tersebut diikuti seluruh personel Lanud Abd Saleh dan satuan terkait. Hadir Komandan Wing Udara 1.2 Grup 1 Angkut, Komandan Brigade Parako 2 Pasgat, para kepala dinas, Kepala RSAU dr. M. Moenir, serta sejumlah pejabat terkait.

Dalam amanat Panglima Koops Udara Nasional yang dibacakan Danlanud, apresiasi diberikan kepada seluruh personel atas dedikasi, disiplin, loyalitas, integritas, dan profesionalisme dalam melaksanakan tugas hingga Triwulan III 2026.

Namun, capaian tugas tersebut diikuti penekanan agar kesiapsiagaan tidak berhenti pada kemampuan operasional. Budaya keselamatan harus melekat dalam setiap kegiatan.

“Safety Awareness” dan Generative Safety Culture menjadi salah satu perhatian utama. Seluruh personel diminta menjadikan keselamatan terbang dan kerja sebagai prioritas dalam menjalankan tugas.

Penekanan itu relevan dengan beragam tugas yang dijalankan TNI AU. Mulai dukungan demonstrasi udara dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI, penanganan gempa bumi di Nusa Tenggara Timur, hingga penanggulangan kebakaran hutan dan lahan melalui patroli udara, Operasi Modifikasi Cuaca, water bombing, dan pengerahan personel.

Di sisi lain, pembinaan personel juga diminta dilakukan secara terarah dan berkesinambungan.

 

Keteladanan, komunikasi terbuka, serta pendekatan profesional dan humanis menjadi bagian penting dalam membangun karakter prajurit.

Seluruh personel didorong terus memperkuat karakter prajurit yang AMPUH, sekaligus menjaga soliditas di tengah tuntutan tugas yang semakin kompleks.

Pesan lainnya menyasar komunikasi publik. TNI AU diminta terus membangun komunikasi yang terbuka, cepat, tepat, dan humanis.

Komunikasi tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga citra TNI AU sebagai kekuatan udara yang siap, profesional, solid, dan responsif.

Bagi Lanud Abdulrachman Saleh, pesan upacara 17-an bukan sekadar rutinitas seremonial. Disiplin, profesionalisme, dan keselamatan menjadi tiga unsur yang harus berjalan beriringan dalam setiap pelaksanaan tugas.( Eno).