UIN Malang Runner-up PORSI JAWARA II, Prof Triyo: Runner-up Hari Ini Energi Menjadi Juara
Pekalongan | Serulingmedia.com — UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menempati posisi runner-up juara umum PORSI JAWARA II 2026 setelah mengoleksi 7 medali emas, 8 perak, dan 4 perunggu.
Capaian tersebut diumumkan dalam acara penutupan Pekan Olahraga, Seni, dan Ilmiah (PORSI) JAWARA II yang digelar di UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan, Sabtu (12/9/2026) malam.
Dengan torehan 19 medali, UIN Malang berada di posisi kedua klasemen kejuaraan umum. Posisi pertama diraih UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan 10 emas, 5 perak, dan 7 perunggu.
Sementara posisi ketiga ditempati UIN Sunan Ampel Surabaya dengan 5 emas, 4 perak, dan 5 perunggu. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berada di posisi keempat dengan 5 emas, 3 perak, dan 6 perunggu.
Tuan rumah UIN Gus Dur Pekalongan menempati posisi kelima dengan raihan 4 emas, 5 perak, dan 8 perunggu.
Capaian UIN Malang mendapat apresiasi dari Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag.

Menurut Prof. Triyo, keberhasilan menjadi runner-up merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus menunjukkan peningkatan kualitas dan daya saing mahasiswa UIN Malang.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan mengapresiasi capaian mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai runner-up juara umum PORSI JAWARA II 2026. Capaian ini merupakan prestasi yang membanggakan sekaligus menunjukkan adanya peningkatan kualitas dan daya saing mahasiswa UIN Malang dalam bidang olahraga dan seni,” ujar Prof. Triyo, Senin (14/9/2026).
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak semata-mata dilihat dari posisi runner-up. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi indikator bahwa pembinaan prestasi mahasiswa di UIN Malang berjalan semakin baik, terarah, dan berkelanjutan.
“Prestasi ini juga menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Malang mampu mengembangkan potensi secara seimbang, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” katanya.
Prof. Triyo menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sejumlah faktor, mulai dari talenta dan semangat juang mahasiswa hingga sistem pembinaan yang semakin terarah.
Pembinaan dilakukan melalui organisasi kemahasiswaan, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), pembinaan prestasi, pelatih, serta pendampingan berbagai unsur di lingkungan kampus.
Selain itu, dukungan kelembagaan UIN Malang juga menjadi bagian penting dalam mendorong mahasiswa berprestasi, baik dalam bentuk fasilitas, pembinaan, pendanaan, pendampingan maupun penghargaan.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para atlet, seniman, pelatih, pembina, official, pimpinan fakultas, serta seluruh tim kemahasiswaan yang telah bekerja keras. Prestasi mahasiswa sesungguhnya adalah prestasi institusi dan kebanggaan seluruh keluarga besar UIN Malang,” tegasnya.
Target Juara Umum
Prof. Triyo menyatakan, capaian runner-up tidak boleh membuat UIN Malang berpuas diri. Sebaliknya, hasil tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pembinaan.
“Capaian sebagai runner-up tentu tidak membuat kami berhenti. Justru ini menjadi pemicu untuk melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pembinaan,” ujarnya.
UIN Malang menargetkan peningkatan prestasi secara bertahap dan terukur. Bahkan, kampus tersebut membidik posisi juara umum pada PORSI JAWARA berikutnya.
“Target kami ke depan adalah meningkatkan prestasi secara bertahap dan terukur, sehingga UIN Malang tidak hanya mampu mempertahankan posisi sebagai salah satu perguruan tinggi dengan prestasi mahasiswa terbaik, tetapi juga merebut juara umum pada PORSI Jawara berikutnya,” jelasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, UIN Malang akan memperkuat talent development system. Sistem tersebut diarahkan untuk menemukan talenta mahasiswa sejak awal, memetakan potensi, memberikan pembinaan berkelanjutan, menyediakan pelatih dan fasilitas yang memadai, hingga mengantarkan mahasiswa berkompetisi di tingkat nasional dan internasional.
“Prestasi olahraga dan seni mahasiswa UIN Malang semakin terintegrasi dengan visi kampus sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul dan bereputasi internasional,” katanya.
Prof. Triyo juga mengingatkan mahasiswa bahwa kompetisi tidak hanya berorientasi pada perolehan medali. Menurutnya, kompetisi merupakan bagian dari proses pendidikan karakter.
Nilai disiplin, kerja keras, tanggung jawab, sportivitas, ketangguhan, serta kemampuan menghargai orang lain menjadi bagian penting yang harus tumbuh dari setiap kompetisi.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa UIN Malang agar terus berprestasi dan tidak takut memiliki mimpi besar.
“Teruslah berprestasi, jangan takut bermimpi besar, dan jadikan setiap kompetisi sebagai ruang untuk belajar, berproses, dan membawa nama baik almamater,” pesannya.
Ia berharap mahasiswa UIN Malang mampu menjadi generasi Ulul Albab yang tidak hanya unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga sehat, berkarakter, kreatif, berprestasi, serta mampu memberikan kontribusi bagi bangsa dan kemanusiaan.
“Selamat kepada seluruh kontingen UIN Malang. Runner-up hari ini adalah energi untuk menjadi juara di masa yang akan datang,” pungkas Prof. Triyo.
UIN Bandung Juara Umum
PORSI JAWARA II mempertemukan mahasiswa dari 18 PTKIN se-Jawa dan Madura dalam berbagai cabang olahraga, seni, dan ilmiah.
Dalam klasemen akhir, UIN Sunan Gunung Djati Bandung keluar sebagai juara umum dengan 10 medali emas, 5 perak, dan 7 perunggu.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berada di posisi kedua dengan 7 emas, 8 perak, dan 4 perunggu. Posisi ketiga ditempati UIN Sunan Ampel Surabaya dengan 5 emas, 4 perak, dan 5 perunggu.
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta berada di posisi keempat dengan 5 emas, 3 perak, dan 6 perunggu. Sedangkan tuan rumah UIN Gus Dur Pekalongan menempati posisi kelima dengan 4 emas, 5 perak, dan 8 perunggu.
Ketua Panitia PORSI JAWARA II, Wahid Arbani, dalam penutupan menyampaikan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan.
Rektor UIN Gus Dur Pekalongan, Zaenal Mustakim, menyampaikan apresiasi atas seluruh rangkaian kegiatan yang telah berlangsung.
“Saya sungguh merasa sangat bahagia dan bangga dan sukses, dan semoga tuan rumah berikutnya bisa menjadi lebih sukses lagi,” tuturnya.
Apresiasi juga disampaikan Ketua Forum Wakil Rektor III PORSI JAWARA II, Miftahul Huda, kepada UIN Gus Dur Pekalongan selaku tuan rumah beserta seluruh panitia.
“Terima kasih kepada UIN Gus Dur sebagai tuan rumah, rektor, dan seluruh panitia yang sudah memberikan yang terbaik dan berkontribusi dalam pelaksanaan PORSI JAWARA II,” ungkapnya.
Rangkaian penutupan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan estafet tuan rumah PORSI JAWARA kepada UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Penyerahan estafet tersebut menjadi simbol keberlanjutan PORSI JAWARA sebagai ruang bersama PTKIN untuk mengembangkan potensi dan prestasi mahasiswa sekaligus memperkuat silaturahmi.
Bagi UIN Malang, raihan 7 emas, 8 perak, dan 4 perunggu menjadi bukti daya saing mahasiswa sekaligus modal untuk menatap PORSI JAWARA berikutnya.
Runner-up telah diraih. Target berikutnya pun dipancang: juara umum. ( Eno).
