Tradisi Selamatan Suroan: Kebersamaan dan Keberkahan di Pendopo Pamoksan
Kediri | Serulingmedia.Com – Siang yang cerah melambai di langit timur saat cahaya mentari mulai menyebar hangatnya di sekitar Pendopo Pamoksan.
Hari Minggu (7 /7/ 2024 ) menjadi momen istimewa bagi warga Mataraman yang berkumpul untuk menggelar selamatan menjelang perayaan Suroan.

Selamatan merupakan salah satu tradisi Jawa yang kaya akan makna simbolis dan spiritual. Selamatan biasanya dilakukan sebagai bentuk syukur atau permohonan berkah kepada Tuhan.
Acara ini dipimpin oleh juru kunci Pamoksan Prabu Sri Aji Joyoboyo, Sunardi, yang dihormati karena kebijaksanaan dan ketulusannya dalam memimpin.
Dalam acara selamatan, berbagai sajian tradisional disajikan, masing-masing dengan makna filosofis yang mendalam.
Rangkaian sajian istimewa telah disiapkan dengan teliti ada : sego golong, tumpeng kuat, tumpeng abang ijo, putih, dan kuning menggoda selera terhampar diatas karpet putih panjang yang tertata rapi di lantai Pendopo. Ada pula sego kabul, jajan pasar, dawet, dan rujak legi yang menawarkan beragam cita rasa khas Jawa.
Sunardi menyebutkan dalam do’anya dalam selamatan dan makna di baliknya sajian yang disuguhkan seperti :
Sego Golong
Sego golong adalah nasi yang dibentuk bulat-bulat kecil. Golong dalam bahasa Jawa berarti bulat atau bundar. Sajian ini melambangkan kebulatan tekad dan persatuan. Dengan menyajikan sego golong, tuan rumah berharap agar keluarga dan masyarakat selalu bersatu dan memiliki tekad yang kuat.
Tumpeng Kuat
Tumpeng kuat adalah nasi yang dibentuk kerucut tinggi. Tumpeng ini melambangkan gunung sebagai simbol keagungan dan kemakmuran. Kuat berarti kokoh atau kuat, yang mencerminkan harapan agar keluarga dan masyarakat selalu dalam keadaan yang kuat, kokoh, dan sejahtera.
Tumpeng Abang Ijo, Putih, Kuning
Tumpeng dengan berbagai warna ini melambangkan keragaman dan keberagaman kehidupan. Warna-warna tersebut juga memiliki makna masing-masing:
Abang (Merah): Melambangkan keberanian dan semangat.
Ijo (Hijau): Melambangkan kesuburan dan kehidupan.
Putih: Melambangkan kesucian dan ketulusan.
Kuning: Melambangkan kemakmuran dan kejayaan.
Sego Kabul
Sego kabul adalah nasi yang dicampur dengan berbagai lauk. Kabul dalam bahasa Jawa berarti diterima atau disetujui. Sajian ini melambangkan harapan agar segala doa dan permohonan yang dipanjatkan dalam selamatan diterima oleh Tuhan.
Jajan Pasar
Jajan pasar adalah berbagai macam kue tradisional yang biasanya ditemukan di pasar. Sajian ini melambangkan kebersamaan dan keragaman. Dengan menyajikan jajan pasar, tuan rumah ingin menunjukkan keramahtamahan dan kebersamaan dalam masyarakat.
Dawet dan Rujak Legi
Dawet adalah minuman manis yang terbuat dari cendol dan santan, sedangkan rujak legi adalah salad buah dengan bumbu manis. Sajian ini melambangkan kesegaran dan kebahagiaan. Dawet dan rujak legi biasanya disajikan untuk memberikan rasa manis dan menyegarkan bagi para tamu.
Buah-Buahan
Buah-buahan dalam selamatan melambangkan kesuburan dan rezeki yang melimpah. Buah-buahan juga melambangkan kehidupan yang sehat dan harmonis.
Kolak Kencono
Kolak kencono adalah hidangan manis yang terbuat dari pisang atau ubi yang dimasak dengan santan dan gula merah. Kolak ini melambangkan kehangatan dan kenyamanan. Sajian ini diharapkan dapat memberikan rasa nyaman dan kehangatan bagi para tamu.
Degan Ijo
Degan ijo atau kelapa muda hijau melambangkan kesegaran dan kemurnian. Minuman ini diharapkan dapat memberikan kesegaran dan kebahagiaan bagi para tamu.
Pisang Ayu Sekar Kenongo
Pisang ayu sekar kenongo adalah pisang yang dihias dengan bunga kenanga. Pisang melambangkan kesuburan dan kemakmuran, sedangkan bunga kenanga melambangkan keharuman dan keindahan. Sajian ini melambangkan harapan agar keluarga dan masyarakat selalu diberkati dengan kemakmuran dan keindahan.

Suasana hangat semakin terasa ketika Sunardi dengan khidmat mengucapkan doa dalam bahasa Jawa yang kental, menghadapkan pandangannya ke arah langit yang biru cerah.
“Mugi-keluarga Mataraman sehat dan sukses usahanya, panjang umur, dan lancar rejekinya,” doa Sunardi terdengar merdu dan penuh harap.
Para undangan menjawab dengan seruan amin yang penuh makna, mengikuti alunan kepercayaan dan keharmonisan yang menjadi warisan leluhur.
Kehangatan hati mengalir dalam doa-doa yang terangkai indah, menyatu dalam satu harapan besar bagi kemakmuran dan keberkahan bagi semua yang hadir.
Minggu siang yang penuh berkah ini memberi penghormatan yang layak bagi tradisi leluhur, mengingatkan bahwa nilai-nilai luhur dan kebersamaan adalah kekuatan yang tak tergantikan dalam menjalani kehidupan.
Selamat selamatan jelang Suroan di Pamoksan Prabu Sri Aji Joyoboyo Kediri dalam setiap langkah dan doa mengantar keharmonisan dan kedamaian abadi bagi keluarga besar Mataraman yang diakhiri dengan makan bersama.( Eno ).






