Rektor UIN Malang Tegaskan Kampus Harus Mengabdi, Profesor Wajib Berdampak

IMG_20260829_072325

Jombang | Serulingmedia.com – Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Ilfi Nur Diana, menegaskan perguruan tinggi tidak boleh berhenti menjadi pusat pendidikan dan penelitian.

 

UIN Malang, kata dia, harus hadir melalui pengabdian yang memberi dampak nyata bagi masyarakat dan bangsa.

 

Penegasan itu disampaikan Ilfi saat menghadiri Seminar Nasional (Semnas) dan Bahtsul Masail APMNU Support Muktamar ke-35 di SMKN 1 Jombang, Jumat, ( 28/8/1026).

 

Menurut Ilfi, semangat pengabdian tersebut juga harus menjadi bagian dari peran para profesor.

 

Guru besar tidak cukup hanya menghasilkan karya akademik, tetapi harus mampu membawa keilmuannya keluar dari kampus dan menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Apapun bidangnya, profesor harus peka. Harus berdampak dan harus berkontribusi pada masyarakat,” kata Ilfi.

Ia menyebut semangat tersebut sebagai bagian dari konsep “UIN Mengabdi dan Profesor Berdampak.” Melalui konsep itu,

 

UIN Malang ingin memastikan keilmuan yang berkembang di lingkungan kampus memiliki manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“UIN mengabdi dan profesor berdampak. Bagaimana guru besar bisa berkontribusi, ini bagian dari bangsa. Kontribusi para profesor apa? Semua dalam pendekatan ilmiah dan keagamaan,” ujarnya.

Bagi Ilfi, pengabdian tidak sekadar kegiatan seremonial. Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk ikut mencari solusi atas persoalan sosial yang berkembang.

 

Karena itu, kompetensi akademisi dan profesor perlu diarahkan untuk memberikan kontribusi yang konkret.

 

Ia mengatakan persoalan masyarakat semakin kompleks sehingga membutuhkan pendekatan lintas disiplin.

 

Dalam konteks UIN, pendekatan ilmiah tersebut dapat dipadukan dengan perspektif keagamaan.

“Integrasi dalam perspektif keagamaan. Penyelesaian bisa secara hukum positif atau pendekatan syariah,” katanya.

Menurut dia, Bahtsul Masail APMNU menjadi salah satu ruang penting untuk mempertemukan tradisi keilmuan akademik dengan perspektif keagamaan.

 

Persoalan masyarakat dapat dibahas secara lebih komprehensif melalui pendekatan hukum, sosial, akademik, dan syariah.

 

Ilfi menilai keterlibatan profesor dalam ruang-ruang pengabdian seperti itu menjadi bagian dari tanggung jawab intelektual.

 

Guru besar diharapkan tidak hanya berbicara di ruang akademik, tetapi ikut hadir ketika masyarakat membutuhkan gagasan dan solusi.

 

“Memberikan ruang kepada para profesor untuk memberikan kontribusi maupun ruang untuk mengabdi pada bangsa,” tegasnya.

 

Ia menambahkan UIN Malang berkomitmen membuka ruang yang lebih luas bagi para profesor untuk mengembangkan pengabdian.

 

Dengan demikian, kampus tidak berjalan sendiri di lingkungan akademik, melainkan membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat, pesantren, ulama, dan berbagai elemen bangsa.

 

Semnas dan Bahtsul Masail APMNU di Jombang, menurut Ilfi, menjadi contoh bagaimana ruang akademik dan keagamaan dapat dipertemukan untuk membahas persoalan aktual.

 

Kehadiran UIN Malang dalam ruang pengabdian tersebut memperkuat pesan bahwa perguruan tinggi memiliki mandat sosial. Ilmu yang lahir dari kampus harus bergerak menuju masyarakat dan menghasilkan manfaat.

 

Bagi UIN Malang, semangat “UIN Mengabdi” menjadi penegasan bahwa keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik.

 

Dampak keilmuan bagi masyarakat juga menjadi bagian penting dari keberhasilan kampus menjalankan mandatnya.
Sementara bagi para profesor, gelar guru besar membawa konsekuensi moral dan sosial.

 

Keilmuan yang dimiliki dituntut menjadi energi untuk membantu menyelesaikan persoalan bangsa.

 

Dengan semangat tersebut, UIN Malang mendorong kampus, profesor, akademisi, ulama, dan masyarakat berjalan dalam satu ekosistem pengabdian.

 

Ilmu tidak berhenti di ruang kelas atau jurnal ilmiah, tetapi hadir di tengah masyarakat sebagai solusi yang ilmiah, konstruktif, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan. ( Eno).