PBAK UIN Malang Tak Sekadar Sambut Mahasiswa Baru, FUSI Siapkan “Maliki Muda” Berkarakter

1845840_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun Akademik 2026/2027 tak ingin berhenti sebagai seremoni penyambutan mahasiswa baru.

 

Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) ikut mematangkan agenda tersebut agar menjadi pintu masuk pembentukan karakter mahasiswa yang siap menghadapi kehidupan akademik dan kemahasiswaan.

 

Persiapan itu dibahas dalam rapat PBAK Universitas yang dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno dan dipimpin Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M. berlangsung di Ruang meeting lantai 3 Gedung Rektorat, Senin ( 10/8/2026).

 

FUSI dalam rapat tersebut diwakili Wakil Dekan Dr. Jamilah, M.A. Pembahasan mencakup kesiapan masing-masing unit, koordinasi kepanitiaan, serta berbagai kebutuhan teknis dan substantif dalam pelaksanaan PBAK.

Triyo: PBAK Harus Beri Pengalaman Awal yang Positif

Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno menekankan pentingnya kesiapan maksimal seluruh unsur yang terlibat dalam menyambut mahasiswa baru.

 

Menurutnya, mahasiswa baru merupakan bagian penting dari keberlanjutan kehidupan akademik dan kemahasiswaan di UIN Malang.

Ia mengingatkan bahwa PBAK bukan sekadar agenda penyambutan, tetapi menjadi momentum awal mahasiswa mengenal kehidupan kampus.

“Penyambutan mahasiswa baru harus dipersiapkan secara matang, terarah dan ramah, sehingga mereka mendapatkan pengalaman awal yang positif sekaligus mengenal budaya akademik dan nilai-nilai UIN Malang.”

Triyo juga mendorong seluruh panitia dan unit terkait menjalankan tugas secara penuh tanggung jawab. PBAK diharapkan mampu membantu mahasiswa baru beradaptasi dengan lingkungan perguruan tinggi sekaligus memahami peran mereka sebagai bagian dari sivitas akademika.

Menurut dia, pengenalan kehidupan akademik sejak awal penting agar mahasiswa tidak hanya siap mengikuti proses pembelajaran, tetapi juga mampu berkembang dalam kegiatan kemahasiswaan dan kehidupan sosial kampus.

Ita: Perkuat Koordinasi Antarunit

Sementara itu, Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., M.M., selaku Kepala Biro AAKK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, menempatkan koordinasi antarunit sebagai salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan PBAK.

Rapat tersebut menjadi ruang untuk memetakan kesiapan masing-masing unsur, mulai dari kepanitiaan hingga kebutuhan teknis dan substantif kegiatan.

“Kesiapan setiap unit dan koordinasi antarpanitia menjadi bagian penting agar seluruh rangkaian PBAK dapat berjalan secara tertib, terarah, dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.”

Ita menekankan bahwa PBAK harus mampu memberikan gambaran awal kepada mahasiswa mengenai lingkungan akademik yang akan mereka jalani.

 

Karena itu, pelaksanaan kegiatan perlu dipersiapkan secara bersama-sama dengan mengedepankan sinergi dan tanggung jawab.
Koordinasi tersebut juga diarahkan untuk memastikan mahasiswa baru memperoleh layanan dan pengalaman yang baik sejak pertama kali memasuki lingkungan UIN Malang.

Merajut Cahaya Dharma

PBAK Universitas Tahun Akademik 2026/2027 mengusung tema “Merajut Cahaya Dharma untuk Bekal Menjadi Maliki Muda.”

Tema tersebut menempatkan pembentukan karakter sebagai salah satu fondasi penyambutan mahasiswa baru. Wawasan akademik, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keislaman diharapkan dapat berjalan beriringan.

FUSI memperkuat persiapan melalui kolaborasi bersama Senat Mahasiswa (SEMA), Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA), serta tim panitia mahasiswa. Sinergi lintas unsur tersebut diperlukan agar seluruh rangkaian PBAK dapat berjalan secara terkoordinasi.

PBAK juga diarahkan untuk membuka ruang interaksi mahasiswa baru dengan lingkungan akademiknya. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan ruang kuliah dan fasilitas kampus, tetapi juga diajak memahami kultur akademik serta membangun relasi sejak awal memasuki kehidupan perguruan tinggi.

FUSI berkomitmen menjadikan PBAK sebagai momentum awal untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap almamater.

 

Mahasiswa baru diharapkan memasuki fase kehidupan kampus dengan semangat belajar, optimisme, kepedulian sosial, serta kesadaran terhadap tanggung jawab sebagai bagian dari sivitas akademika.

Dengan demikian, “Maliki Muda” tidak berhenti sebagai sebutan bagi mahasiswa baru. Identitas tersebut diharapkan tumbuh melalui proses akademik, pengalaman organisasi, kepedulian sosial, dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Persiapan yang dimatangkan FUSI bersama jajaran universitas, biro AAKK, organisasi mahasiswa, dan panitia menjadi bagian dari upaya memastikan PBAK 2026/2027 tidak sekadar menjadi gerbang masuk mahasiswa ke kampus, tetapi juga menjadi titik awal pembentukan generasi Maliki Muda yang berkarakter, berwawasan, dan memiliki kepedulian sosial.( Eno).