Kodim 1425/Jeneponto Percepat Pembangunan Jembatan Mataparallu, Anak Sekolah Tak Lagi Memutar 8 Kilometer

1669317_11zon

Jeneponto | Serulingmedia.com – Kodim 1425/Jeneponto mempercepat pembangunan Jembatan Beton Sungai Mataparallu yang menghubungkan Desa Samataring dengan Kelurahan Tolo Timur, Kecamatan Kelara, Kabupaten Jeneponto.

 

Memasuki tahap pengecoran pada Sabtu (4/7/2026), proyek tersebut diharapkan segera mengembalikan akses vital masyarakat yang telah terputus selama kurang lebih 10 tahun.

 

Tahap pengecoran berlangsung dengan melibatkan sejumlah truk mixer yang bergantian memasok beton ke lokasi pembangunan.

 

Material beton kemudian dipindahkan menggunakan ekskavator ke dump truck sebelum dituangkan pada bentang jembatan yang sedang dibangun.

Pengerjaan jembatan dilaksanakan secara terpadu oleh personel Kodim 1425/Jeneponto, Zidam XIV/Hasanuddin, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jeneponto, pemerintah desa, serta masyarakat yang terus bergotong royong sejak awal pembangunan.

Keberadaan jembatan ini menjadi harapan besar bagi warga. Selain memulihkan akses utama yang selama bertahun-tahun terputus, jembatan juga akan memangkas jarak tempuh anak-anak menuju sekolah di Kelurahan Tolo Timur dari sekitar delapan kilometer menjadi hanya sekitar satu kilometer.

Kepala Desa Samataring, H. Subardi, mengatakan proses pengecoran menjadi momentum yang telah lama dinantikan masyarakat. Menurutnya, kerusakan Jembatan Sungai Mataparallu selama kurang lebih satu dekade telah menghambat mobilitas warga dan aktivitas pendidikan.

“Atas nama Pemerintah Desa Samataring dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, TNI Angkatan Darat melalui Kodim 1425/Jeneponto, Pemerintah Kabupaten Jeneponto, Dinas Pekerjaan Umum, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong royong mewujudkan pembangunan jembatan ini,” ujar H. Subardi.

Ia menegaskan, pembangunan tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur baru, melainkan mengembalikan jalur utama yang selama ini menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

“Bagi kami, pembangunan ini bukan sekadar membangun jembatan, tetapi mengembalikan akses utama masyarakat yang telah terputus selama bertahun-tahun. Insya Allah, kehadiran jembatan ini akan memberikan kemudahan bagi warga, khususnya anak-anak yang setiap hari berangkat ke sekolah,” katanya.

Sementara itu, Kasdim 1425/Jeneponto Mayor Inf. Ramli Hamanja mengatakan tahap pengecoran merupakan salah satu fase paling penting karena menentukan kekuatan konstruksi jembatan.

“Seluruh proses dilakukan dengan penuh ketelitian agar menghasilkan jembatan yang kokoh, aman, dan memiliki daya tahan yang panjang,” ujarnya.

Menurut Ramli, pembangunan Jembatan Beton Sungai Mataparallu merupakan bentuk nyata kepedulian TNI Angkatan Darat melalui Kodim 1425/Jeneponto dalam mendukung pemerintah menghadirkan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat desa, dan masyarakat menjadi modal utama dalam mempercepat penyelesaian proyek tersebut.

“Kami berharap kehadiran jembatan ini tidak hanya menghubungkan Desa Samataring dan Kelurahan Tolo Timur, tetapi juga mengembalikan kemudahan akses bagi masyarakat. Anak-anak tidak lagi harus menempuh perjalanan memutar sejauh delapan kilometer untuk menuju sekolah, aktivitas ekonomi masyarakat akan semakin lancar, dan pelayanan kepada warga menjadi lebih mudah. Itulah tujuan utama pengabdian TNI AD melalui Kodim 1425/Jeneponto, yakni menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutup Mayor Inf. Ramli Hamanja. ( Yah/Eno).