The Alana Hotel Gelar Bar Take Over “Langit Nada”, Hadirkan Racikan Kopi dan Mocktail Berbasis Bahan Lokal Malang Raya

IMG_20260603_205216

Malang | Serulingmedia.com – The Alana Hotel Malang kembali menghadirkan inovasi di dunia kuliner dan gaya hidup dengan menggelar acara Bar Take Over bertajuk “Langit Nada” di Dewa 19 Sky Lounge, lantai 11 The Alana Hotel Malang, Rabu malam (3/6/2026).

 

Mengusung konsep perpaduan musik, nostalgia, dan kekayaan bahan lokal Malang Raya, acara tersebut menghadirkan dua figur kreatif di bidang minuman, yakni Paul Jr., Brand Ambassador Shenjha Flavour, serta Yuyud Sinatra, Founder Ngalam With Attitude (NWA).

Manager Food and Beverage The Alana Hotel Malang, Frans, mengatakan kegiatan tersebut merupakan upaya hotel untuk memperkenalkan Dewa 19 Sky Lounge sebagai destinasi gaya hidup sekaligus ruang berkumpul yang menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

“Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi para tamu, terutama pencinta kopi dan minuman kreatif berbahan lokal. Malang dan Batu memiliki kekayaan alam yang luar biasa dan itu yang ingin kami angkat melalui acara ini,” ujar Frans.

Menurutnya, konsep “Langit Nada” menjadi langkah lanjutan setelah Dewa 19 Sky Lounge mulai beroperasi sejak April 2023. Jika sebelumnya fokus memperkenalkan venue kepada masyarakat, kini The Alana menghadirkan konsep yang lebih matang dengan tema yang menyatukan musik, suasana lounge, dan kreasi minuman eksklusif.

“Dewa 19 Sky Lounge kami harapkan menjadi barometer lifestyle baru di Malang. Tempat ini kami siapkan sebagai ruang hangout yang nyaman, terutama bagi Gen Z yang ingin berkumpul, bersantai, dan menikmati pengalaman berbeda,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Paul Jr. menghadirkan sejumlah kreasi mocktail dan cocktail signature yang terinspirasi dari lagu-lagu Dewa 19 serta kekayaan kuliner tradisional Indonesia.

Ia mengaku tantangan terbesar dalam menciptakan konsep “Langit Nada” adalah menghadirkan karakter minuman yang tetap menarik tanpa bergantung pada citra bar yang identik dengan alkohol.

“Sebagai bartender, ini menjadi tantangan tersendiri. Kami mencoba mengangkat bahan-bahan lokal seperti klepon, onde-onde, hingga berbagai rempah dan buah khas daerah. Melalui teknik modern seperti molecular gastronomy dan metode lainnya, bahan tradisional tersebut kami transformasikan menjadi minuman yang memiliki cerita,” jelas Paul Jr.

Menurutnya, setiap racikan dirancang untuk menghadirkan perjalanan rasa yang menggambarkan dinamika kehidupan, mulai dari pahit hingga manis, selaras dengan filosofi tema “Langit Nada”.

“Kami ingin ketika seseorang menikmati minuman ini, mereka bisa mengingat suasana dan karya-karya Dewa 19. Ada unsur storytelling yang kami bangun di setiap sajian,” tambahnya.

Sementara itu, Yuyud Sinatra menghadirkan kreasi minuman kopi berbasis bahan lokal Malang dan Batu yang dipadukan dengan buah apel, bunga melati, serta berbagai unsur alami lainnya.

Ia menjelaskan bahwa kopi tidak hanya menghadirkan rasa pahit, tetapi juga memiliki karakter aroma floral dan cita rasa kompleks yang dapat dieksplorasi menjadi minuman modern.

“Saya mencoba mengangkat kopi dan apel sebagai representasi kekayaan alam Malang Raya. Dari kopi, saya ingin menonjolkan karakter floral dan aromatiknya. Sedangkan apel saya olah agar menghasilkan sensasi segar dan manis yang mudah dinikmati,” ujar Yuyud.

Dua kreasi andalannya yang diperkenalkan dalam acara tersebut diberi nama “Restu Bumi” dan “Kirana”, yang terinspirasi dari filosofi alam serta judul lagu yang identik dengan Dewa 19.

“Restu Bumi menggambarkan hubungan kopi dengan tanah sebagai sumber kehidupan. Sedangkan Kirana berarti cahaya, sehingga minuman ini hadir dengan karakter lebih ringan, segar, manis, dan memiliki tampilan yang cerah,” jelasnya.

Pada malam peluncuran “Langit Nada”, The Alana Hotel Malang memperkenalkan empat varian minuman eksklusif yang hanya tersedia selama acara berlangsung.

 

Namun manajemen membuka peluang untuk memasukkan produk-produk tersebut ke dalam menu reguler apabila mendapatkan respons positif dari para pengunjung.

Melalui konsep tersebut, The Alana Hotel Malang berharap mampu menghadirkan pengalaman kuliner yang tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga mengangkat potensi bahan lokal Malang Raya sekaligus memperkuat posisi Dewa 19 Sky Lounge sebagai ikon lifestyle dan destinasi hiburan premium di Kota Malang.( Eno).