Mahasiswa Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Terjun Langsung Teliti Tanaman Obat di Tawangmangu

1442750_11zon

Malang | Serulingmedia.com – Program Studi Farmasi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar agenda tahunan Botanical Field Lab dengan mengajak mahasiswa mengeksplorasi langsung dunia tanaman obat di UPF Pelayanan Kesehatan Tradisional (Yankestrad) Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, pada 12–13 Mei 2026.

 

Kegiatan yang diikuti mahasiswa semester 2 tersebut menjadi bagian dari pembelajaran lapangan untuk memperkuat pemahaman mengenai tanaman obat sebagai bahan baku utama dalam dunia farmasi dan industri herbal nasional.

Sekretaris Program Studi Sarjana Farmasi, Dr. apt. Yen Yen Ari Indrawijaya, M.Farm. Klin., menjelaskan bahwa Botanical Field Lab merupakan agenda wajib yang dirancang agar mahasiswa mampu memahami keterkaitan antara teori di bangku kuliah dengan praktik pemanfaatan tanaman obat secara nyata di lapangan.

“Botanical Field Lab ini merupakan agenda wajib bagi mahasiswa semester 2 untuk memperluas wawasan secara langsung mengenai berbagai jenis tanaman yang menjadi bahan baku penting dalam dunia farmasi,” ujarnya saat pembukaan kegiatan.

 

UPF Yankestrad Tawangmangu sendiri merupakan unit kerja di bawah RSUP Dr. Sardjito yang berfokus pada pelayanan kesehatan tradisional, budidaya tanaman obat, riset, hingga pengembangan wisata kebugaran (wellness tourism).

 

Unit tersebut merupakan transformasi dari B2P2TOOT atau Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional.

Dalam kegiatan lapangan tersebut, mahasiswa diajak melihat secara langsung proses pengolahan tanaman obat dari hulu hingga hilir.

 

Mereka mengunjungi Klinik Hortus Medicus untuk mempelajari integrasi pelayanan kesehatan berbasis herbal, kemudian menelusuri Kebun Tanaman Obat yang memiliki ribuan koleksi flora berkhasiat.

 

Tak hanya itu, peserta juga berkesempatan mengunjungi Laboratorium Jamu untuk memahami proses penelitian, pengujian, hingga standarisasi bahan alam sebelum dimanfaatkan masyarakat sebagai produk kesehatan.

 

Kegiatan semakin menarik melalui sesi project class interaktif yang menantang mahasiswa mengolah bahan alam menjadi produk kesehatan siap pakai. Dalam praktik tersebut, mahasiswa membuat roll-on aromatic berbahan sereh, kayu putih, dan cengkeh, serta balsem aromatik berbasis minyak atsiri cengkeh.

 

Melalui pengalaman praktik tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami teori farmasi secara akademik, tetapi juga mampu menguasai proses pengembangan tanaman obat Indonesia menjadi produk kesehatan bernilai manfaat dan ekonomis tinggi.( Eno).