UNISDA Lamongan Tancap Gas Menuju Kampus Berstandar Global, Audit ISO Stage 2 Sukses Digelar

1394077_11zon

Lamongan | Serulingmedia.com – Universitas Darul Ulum Lamongan (UNISDA) kembali mencatat langkah besar dalam penguatan mutu pendidikan tinggi.

 

Selama dua hari, pada 4–5 Mei 2026, UNISDA sukses menggelar Audit Stage 2 Sertifikasi ISO sebagai bagian dari komitmen membangun sistem manajemen mutu berstandar internasional dan berkelanjutan.

 

Langkah ini sekaligus menegaskan posisi UNISDA sebagai salah satu perguruan tinggi di Lamongan yang serius melakukan transformasi tata kelola kampus menuju standar global, tidak sekadar berfokus pada pemenuhan administrasi akreditasi nasional.

 

Dalam sambutannya, Rektor UNISDA Muhammad Hafidh Nashrullah, S.E., M.M. menegaskan bahwa audit ISO merupakan bentuk evaluasi mandiri institusi untuk terus melakukan pembenahan secara berkelanjutan.

 

Menurutnya, proses akreditasi kerap dipandang sebatas formalitas administratif, sehingga audit ISO menjadi instrumen penting untuk memastikan kualitas institusi benar-benar berjalan secara nyata.

“Kita mulai dari naskah audit ini menjadi titik nol untuk dikembangkan, karena kita harus punya sejarah untuk memperbaiki diri. Ini adalah langkah mandiri, bukan karena terpaksa,” tegas Muhammad Hafidh Nashrullah.

Ia menambahkan, hasil audit nantinya akan menjadi pijakan strategis dalam menentukan arah kebijakan kampus, termasuk langkah mana yang harus dipertahankan dan aspek apa yang perlu diperbaiki secara bertahap demi keberlanjutan institusi.

Komitmen tersebut mendapat apresiasi dari Lead Auditor, Prof. Sugeng. Ia menilai paradigma ISO saat ini telah berkembang jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Jika dahulu ukuran mutu hanya sebatas kepuasan pemangku kepentingan, kini fokus utama bergeser pada aspek keberlanjutan dan kemampuan institusi bertahan di tengah persaingan global yang semakin ketat.

 

Prof. Sugeng menekankan pentingnya penguatan visi institusi agar kampus mampu menunjukkan daya tahan dan kualitas yang terus meningkat dalam jangka panjang.

 

“UNISDA saat ini sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Namun kompetitor bergerak lebih cepat, sehingga kemajuan itu harus disokong oleh sistem yang baik agar melahirkan budaya kerja unggul,” ujarnya.

 

Ia juga mendorong seluruh sivitas akademika menjadikan implementasi ISO sebagai bagian dari strategi besar membangun reputasi internasional kampus.

 

Menurutnya, reputasi global tidak hanya ditentukan tata kelola administrasi, tetapi juga kualitas dosen, mahasiswa, serta riset yang dihasilkan.

“Semangatnya adalah improve dan menumbuhkan,” tambahnya.

Melalui pelaksanaan Audit Stage 2 Sertifikasi ISO ini, UNISDA menunjukkan keseriusannya membangun budaya mutu yang terukur dan berkelanjutan.

 

Evaluasi sistematis yang dilakukan diharapkan mampu memperkuat posisi UNISDA sebagai perguruan tinggi unggulan di Lamongan yang siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (Eno)