Gebrakan Internasional UIN Maliki Malang, Kolaborasi UEA–Mesir Dorong Lahirnya Pusat Tahfidz Modern

MESIR_11zon

Malang | Serulingmedia.comUIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menunjukkan langkah strategis di kancah global dengan menjalin kerja sama internasional bersama Risalat Al Salam Foundation dari Uni Emirat Arab dan Mesir. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tersebut berlangsung di ruang Rektorat UIN Malang, Senin (27/4/2026).

Kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam penguatan jejaring internasional sekaligus mendorong realisasi pembangunan pusat Tahfidz Al-Qur’an modern di Kampus 3 UIN Malang.

Delegasi Yayasan Resalat Al Salam UEA–Mesir yang hadir terdiri dari sejumlah tokoh akademisi dan media internasional, di antaranya Ridho Abdus Salam, Abdul Rody, Abul Fadhl (Pemimpin Redaksi Al Ahram), Majdi Thantowi, Prof. Dr. Tameer Ibrahim (Guru Besar Linguistik Suez Canal University), Moh Hanafi (wartawan dan peneliti), serta Khalid al Uwami (Pemimpin Redaksi Al Akhbar).

Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Rektor Ilfi Nurdiana bersama jajaran pimpinan universitas.

Dalam sambutannya, Rektor Ilfi Nurdiana menegaskan bahwa UIN Malang sejak awal berkomitmen mengembangkan keilmuan integratif berbasis Al-Qur’an dan Sunnah. Ia menyebut penguatan Ma’had al-Jami’ah dan pusat bahasa sebagai fondasi utama dalam membangun pemahaman keislaman yang moderat.

“Sejak awal kami konsen pada pengembangan keilmuan integratif berbasis Al-Qur’an dan Sunnah. Karena itu kami mengembangkan Ma’had al-Jami’ah sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an dan akhlak,” ujarnya.

Ia menambahkan, kerja sama internasional ini menjadi langkah konkret dalam memperluas peran kampus di tingkat global.

“Kehadiran Risalat Al Salam menjadi energi baru bagi kami. Ini adalah ikhtiar bersama untuk menebarkan Islam yang damai melalui pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Rombongan Risalat Al Salam, Majdi Thantowi, menyampaikan bahwa lembaganya memiliki visi menyebarkan nilai-nilai perdamaian melalui pendidikan, kajian Al-Qur’an, serta penguatan perspektif terhadap isu-isu global.

Ia menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung kerja sama secara konkret, termasuk pembangunan infrastruktur pendidikan berupa gedung Tahfidz Al-Qur’an di Kampus 3 UIN Malang.

Dalam dokumen kerja sama, kedua belah pihak menyepakati sejumlah poin strategis. Pada Pasal 1 disebutkan bahwa nota kesepahaman ini bertujuan mendorong kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian ilmiah, khususnya studi Al-Qur’an, ilmu Al-Qur’an, isu-isu kontemporer, serta pengembangan program pascasarjana dan fakultas terkait.

Sementara dalam Pasal 2, kedua pihak sepakat untuk merealisasikan kerja sama melalui berbagai program konkret, di antaranya pendirian Pusat Pesan Perdamaian untuk Studi Al-Qur’an dan Bahasa Arab di UIN Malang, pengayaan koleksi perpustakaan dengan literatur Al-Qur’an, serta pengembangan konsep kampus hijau berbasis pembangunan berkelanjutan.

Selain itu, kerja sama juga mencakup penguatan riset dan proyek ilmiah bersama, pengajuan hibah internasional, penyelenggaraan pelatihan bagi dosen dan mahasiswa pascasarjana, hingga pertukaran keahlian dalam metode pengajaran modern.

Kedua pihak juga akan menggelar forum internasional seperti seminar, lokakarya, dan konferensi, serta menyelenggarakan kegiatan budaya bersama. Tidak hanya itu, MoU ini juga membuka peluang pertukaran tenaga pengajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Arab sebagai bahasa asing.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi UIN Malang sebagai kampus bereputasi internasional, tetapi juga melahirkan pusat pendidikan Al-Qur’an yang modern, inklusif, dan mampu menjawab tantangan global di masa depan. ( Eno)