Kirab Pusaka Menggema, Haul Eyang Djoego ke-156 Sedot Ribuan Warga di Blitar
Blitar | Serulingmedia.com — Puncak Haul Eyang Djoego ke-156 di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, berlangsung meriah dan khidmat pada Sabtu Kliwon (18/4/2026).
Ribuan warga memadati kawasan padepokan untuk mengikuti kirab pusaka yang menjadi agenda utama dalam rangkaian peringatan tokoh ulama dan pejuang, Kyai Zakaria II.

Kegiatan haul tahun ini digelar selama 10 hingga 19 April 2026 dengan berbagai agenda budaya dan religi.
Puncaknya ditandai dengan kirab pusaka yang melibatkan barisan warga berpakaian adat, gunungan hasil bumi, kelompok seni tradisional, hingga tokoh masyarakat.
Ketua Padepokan Eyang Jugo, Arief Yulianto Wicaksono, mengatakan kirab budaya tersebut merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas keberkahan yang dirasakan sejak keberadaan Eyang Jugo di wilayah tersebut.

“Kami bersama masyarakat Kesamben merasa bersyukur atas kehadiran Eyang Jugo yang telah menjadi berkah tersendiri bagi warga. Meski beliau telah lama wafat, dampak kebaikannya masih dirasakan hingga saat ini,” ujarnya.
Bupati Blitar, Drs. H. Rijanto, M.M., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut secara langsung memberangkatkan kirab pusaka.
Ia menyampaikan apresiasinya terhadap pelestarian tradisi yang dinilai mampu memperkuat nilai budaya dan spiritual masyarakat.
“Saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk hadir dan memberangkatkan kirab pusaka ini. Semoga kegiatan ini menjadi motivasi bagi generasi muda untuk mewarisi perjuangan luhur beliau serta melestarikan nilai budaya,” kata Rijanto.
Selain kirab pusaka, masyarakat juga disuguhi pertunjukan wayang kulit oleh dalang muda asal Blitar, Ki Marendra Agung Pribadi. Rangkaian acara akan berlanjut hingga Minggu Legi (19/4/2026) dengan agenda penyekaran agung, kirab tumpeng ambengan, ruwatan murwakala, serta tahlil akbar.

Panitia juga menggelar festival budaya yang melibatkan desa-desa se-Kecamatan Kesamben, serta kegiatan olahraga “Mbah Jugo Run” sejauh 5 kilometer yang dimulai pada Minggu pagi.
Diketahui, Kyai Zakaria II merupakan ulama besar yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Keraton Mataram dan dikenal sebagai tokoh di balik situs Pesarean Gunung Kawi.
Pemerintah Kabupaten Blitar mendukung penuh kegiatan ini sebagai upaya pelestarian kearifan lokal sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisata budaya di wilayah tersebut. Haul Eyang Djoego dinilai tidak hanya menjadi momentum spiritual, tetapi juga penggerak ekonomi dan budaya masyarakat setempat.( Eno).






