Wamenpar Ni Luh Tinjau Jatim Park 3, Optimistis Wisata Kota Batu Bangkit Saat Lebaran 2026
Batu | Serulingmedia.com – Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia (Wamenpar RI) Ni Luh Enik Ermawati melakukan peninjauan ke Jawa Timur Park 3 pada Rabu (11/3/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kesiapan destinasi wisata sekaligus membahas proyeksi ekonomi pariwisata Kota Batu menjelang momentum mudik dan libur Lebaran 2026.
Dalam kunjungannya, Wamenpar Ni Luh didampingi jajaran direksi dan manajemen JTP Group, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Batu Eko Suhartono, serta Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto.
Menanggapi dinamika kunjungan wisatawan sepanjang 2025 yang mengalami fluktuasi, Ni Luh tetap menunjukkan optimisme terhadap masa depan pariwisata Kota Batu.
Menurutnya, peningkatan konektivitas infrastruktur jalan di Pulau Jawa menjadi faktor penting yang dapat mendorong mobilitas wisatawan domestik.
“Kami sangat optimistis masyarakat akan tetap memilih berwisata di dalam negeri. Dengan kondisi jalan Lintas Jawa yang semakin baik, pergerakan wisatawan akan semakin masif. Kota Batu sudah lama menjadi top of mind bagi wisatawan, khususnya di Jawa Timur, karena memiliki atraksi wisata yang beragam,” ujar Ni Luh kepada awak media.
Ia menilai momentum Lebaran 2026 berpotensi menjadi titik balik kebangkitan sektor pariwisata lokal, terutama jika pengelolaan destinasi dan kenyamanan wisatawan tetap dijaga.
Dalam kesempatan tersebut, Wamenpar juga menyoroti persoalan aksesibilitas menuju Kota Batu, khususnya terkait belum adanya status jalan nasional di wilayah tersebut.
Menurutnya, persoalan itu perlu dibahas secara lintas kementerian agar dapat ditemukan solusi jangka panjang.
“Masalah ini perlu dibicarakan bersama kementerian terkait, termasuk Kementerian Perhubungan dan Kementerian PUPR, agar akses menuju destinasi wisata seperti Batu bisa semakin lancar,” tegasnya.
Untuk solusi jangka pendek, Ni Luh menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian dalam menerapkan rekayasa lalu lintas, terutama saat arus mudik dan libur Lebaran.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Onny Ardianto menjelaskan bahwa pihaknya tengah melakukan pembaruan sistem penghitungan data kunjungan wisatawan agar lebih akurat.
Jika sebelumnya sampling dilakukan di 40 titik, kini diperluas menjadi 48 titik dengan dukungan sistem digital.
“Beberapa destinasi baru yang sebelumnya belum terdata kini sudah masuk dalam sistem monitoring kami. Hal ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data riil,” jelasnya.
Selain pembaruan data, Pemerintah Kota Batu juga mulai memperluas promosi wisata ke pasar mancanegara, terutama di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura, yang dinilai memiliki potensi wisatawan stabil.
Di sisi regulasi, penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah (RIPPARDA) juga tengah dipercepat. Naskah akademik telah rampung dan ditargetkan dapat masuk dalam pembahasan perubahan anggaran 2026.
“Jika belum memungkinkan tahun ini, paling lambat 2027 sudah harus berjalan. Komitmen kami adalah memastikan pembangunan pariwisata Batu semakin terarah dan berkelanjutan,” pungkas Onny.( Eno).






