Alumni UNAIR Jadi Garda Terdepan Kesehatan, Gagas Dampak Nyata bagi Masyarakat Gresik

1105616_11zon

Surabaya | serulingmedia.com – Universitas Airlangga (UNAIR) terus melahirkan alumni yang memberi dampak nyata bagi masyarakat di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Gresik.

 

Salah satunya adalah Nur Chakim SKep Ners, lulusan Fakultas Vokasi (FV) UNAIR, yang kini dikenal sebagai motor penggerak perubahan di sektor kesehatan melalui berbagai peran strategis.

 

Saat ini, Nur Chakim dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Gresik, Sekretaris III Lembaga Kesehatan PCNU Kabupaten Gresik, serta Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Gresik (KPA).

 

Kiprah tersebut menjadi bukti bagaimana nilai pengabdian yang ditanamkan di bangku kuliah mampu diwujudkan dalam manfaat konkret bagi masyarakat.

“Menurut saya secara pribadi, yang penting kita bisa memberikan manfaat kepada orang yang ada di sekitar kita, dan bisa memberikan manfaat kepada semua orang. Manfaat itu memang harus benar-benar berdampak positif dan bisa dikembangkan dengan baik oleh masyarakat,” ungkap Nur Chakim.

Dedikasi Kuat

Ia menegaskan, fokus utama organisasi profesi bukanlah apa yang diterima oleh pengurusnya, melainkan sejauh mana organisasi mampu memberi manfaat luas.

“Walaupun kita organisasi profesi, tetapi dampaknya juga harus dirasakan masyarakat. Misalnya melalui kegiatan pengabdian, kebencanaan, dan berbagai program sosial lainnya,” ujarnya.

Salah satu perhatian utama Nur Chakim adalah penanggulangan HIV-AIDS di Gresik. Dedikasinya tercermin dari keterlibatan aktifnya di KPA.

 

Menurutnya, tantangan terbesar bukan hanya virus, tetapi stigma yang melekat di masyarakat.

 

“Pemicu kami untuk terus fokus di KPA adalah stigma terhadap orang dengan HIV. Ketika seseorang terdiagnosis, yang muncul sering kali pengucilan dan persepsi negatif. Padahal, jika dipahami cara penularan, penanganan, dan terapinya, HIV tidak seburuk stigma yang berkembang,” jelasnya.

Perlebar Sayap

Sejalan dengan target Kabupaten Gresik menuju zero new infection pada 2030, KPA terus menguatkan strategi kolaboratif lintas sektor. Edukasi publik dan promosi pencegahan menjadi prioritas utama.

“Upaya edukasi ke masyarakat dan promosi preventif terus kami lakukan. Kami juga mengawal kepatuhan minum obat agar pasien mampu mengendalikan kondisi penyakitnya dan tetap bertahan hidup dengan kualitas yang baik,” paparnya.

Tak berhenti di ranah profesi, Nur Chakim juga berperan sebagai Sekretaris III Lembaga Kesehatan PCNU Kabupaten Gresik. Melalui peran ini, ia menjembatani nilai-nilai keagamaan dengan program kesehatan yang relevan bagi warga Nahdliyin.

“Di LKNU, kami fokus pada pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat, khususnya warga Nahdliyin. Koordinasi dengan LKNU di tingkat MWC kecamatan menjadi kunci agar program kesehatan tepat sasaran dan dampaknya bisa dirasakan langsung,” pungkasnya. ( Dini/Eno).