WASPADA MACET TOTAL! Jalur Malang–Batu Dijaga Ketat, Polisi Siagakan Pasukan di 5 Titik Rawan Nataru 2025
Malang | Serulingmedia.com — Satlantas Polres Malang meningkatkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas secara maksimal di jalur utama Malang–Batu selama libur Tahun Baru 2025.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan wisata yang diprediksi memicu kemacetan parah, khususnya di sejumlah persimpangan vital.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Malang, Iptu Andi Agung, mengungkapkan terdapat lima titik trouble spot yang menjadi fokus utama pengamanan selama libur panjang Nataru. Kelima titik tersebut yakni Simpang 4 Karanglo, Simpang 3 Masjid Kembar, Simpang 4 Kepuharjo, Simpang 3 Griya Permata Alam (GPA), dan Simpang 3 Karangploso.
“Lima titik tersebut dinilai rawan kemacetan menuju Kota Batu, terutama saat volume kendaraan meningkat signifikan,” ujar Andi Agung, Selasa (30/12/2025).
Ia menjelaskan, kepadatan lalu lintas berpotensi meningkat tajam apabila jumlah kendaraan menyentuh 1.500 unit per jam, khususnya pada momen krusial menjelang malam pergantian tahun.
“Apabila jumlah kendaraan sudah mencapai 1.500 per jam selama tiga hingga empat jam berturut-turut, maka kapasitas jalan akan berada pada kondisi padat bahkan rawan macet,” jelasnya.
Menurut Andi Agung, salah satu penyebab utama perlambatan arus lalu lintas adalah pertemuan arus kendaraan wisata dengan aktivitas masyarakat lokal di sejumlah persimpangan strategis.
“Di simpang-simpang tersebut aktivitas warga tetap berjalan, sehingga terjadi perjumpaan arus yang menjadi titik hambatan dan memperlambat laju kendaraan,” tambahnya.
Sebagai langkah antisipasi, Polres Malang menyiagakan personel gabungan bersama Dinas Perhubungan Kabupaten Malang, serta mendirikan dua pos pengamanan terpadu, masing-masing di Pos Karanglo dan Pos Kepuharjo.
“Kami menempatkan personel di titik-titik rawan dan membuka dua pos pengamanan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas,” tandasnya.
Lebih lanjut, kepolisian juga memprediksi puncak arus balik libur Nataru akan terjadi setelah perayaan Tahun Baru, seiring berakhirnya masa liburan masyarakat.
“Diperkirakan puncak arus balik terjadi pada akhir pekan 3 dan 4 Januari, itu menjadi puncak keseluruhan arus Nataru,” pungkas Andi Agung.(Eno).






