UIN Maliki Malang Bedah Indeks Keberagamaan Mahasiswa Baru, Prof Triyo Dorong Pembinaan Berbasis Kajian
Malang | Serulingmedia.com – UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat strategi pembinaan mahasiswa baru melalui kajian Indeks Keberagamaan Mahasiswa.
Langkah ini diarahkan untuk membangun program pembinaan keislaman yang lebih terukur, sesuai kebutuhan mahasiswa, serta mendorong penguatan akhlak dan sikap moderat di tengah keberagaman masyarakat.
Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Kajian Indeks Keberagamaan Mahasiswa Baru” yang digelar di UIN Malang, Senin (26/10/2026).
Forum ini mempertemukan unsur akademik, kemahasiswaan, tim penyusun instrumen survei, dan pengelola Pusat Ma’had Al-Jami’ah untuk menyinergikan hasil kajian ilmiah dengan pelaksanaan pembinaan mahasiswa.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UIN Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., hadir sekaligus membuka kegiatan bersama Ketua LP2M, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Tim Taskforce IMB, Tim Perumus Instrumen Survei, Tim Kemahasiswaan, serta para murobbi-ah Pusat Ma’had Al-Jami’ah.
Keterlibatan berbagai unsur ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas bidang dalam memahami kondisi keberagamaan mahasiswa baru.
Pembinaan Mahasiswa Perlu Berbasis Kajian
Dalam konteks pembinaan kemahasiswaan, kajian indeks keberagamaan menjadi salah satu upaya untuk memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai pemahaman dan praktik keagamaan mahasiswa baru.
Hasil kajian diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam merancang program pembinaan yang relevan dan berkelanjutan.
Prof. Triyo menempatkan sinergi antara kajian akademik dan program kemahasiswaan sebagai aspek penting dalam mendukung pembinaan mahasiswa.
Pendekatan berbasis kajian diharapkan membantu perguruan tinggi menyusun program yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan keislaman, tetapi juga pada pembentukan karakter, akhlak, dan sikap moderat.
“Pembinaan keberagamaan mahasiswa perlu didasarkan pada pemahaman yang baik terhadap kondisi dan kebutuhan mereka. Melalui kajian indeks keberagamaan ini, kita berharap program pembinaan di Ma’had maupun kegiatan kemahasiswaan dapat dirancang lebih terarah, berkelanjutan, serta mampu memperkuat akhlak dan sikap moderat mahasiswa,” ungkap Prof. Triyo.
Hadirkan Perspektif Akademik
FGD menghadirkan dua narasumber, yakni Zora A. Sukabdi, Ph.D., Kaprodi Terorisme Sekolah Pascasarjana, serta Prof. Dr. Fawaizul Umam, M.Ag., Dekan Fakultas Dakwah UIN KHAS.
Kegiatan berlangsung melalui pemaparan materi yang dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab bersama peserta.
Forum ini menjadi ruang pertukaran perspektif untuk memperdalam pemahaman tentang keberagamaan mahasiswa baru sekaligus mendukung penyusunan instrumen survei yang relevan.
Pembahasan tersebut diharapkan dapat memperkaya pendekatan dalam membaca dinamika keberagamaan mahasiswa, sehingga hasil kajian tidak berhenti pada pemetaan, tetapi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kebijakan dan program pembinaan di lingkungan kampus.
Ma’had Jadi Ruang Strategis Pembinaan
Kajian ini memiliki keterkaitan erat dengan peran Pusat Ma’had Al-Jami’ah sebagai lingkungan pembinaan mahasiswa baru.
Ma’had tidak hanya menjadi tempat penguatan pemahaman keislaman, tetapi juga ruang pembiasaan ibadah dan pembentukan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, keterlibatan para murobbi-ah menjadi penting untuk mempertemukan hasil kajian dengan dinamika pembinaan di lapangan.
Pemahaman mengenai kebutuhan mahasiswa diharapkan membantu pengelola Ma’had menentukan pendekatan pendampingan yang lebih tepat.
Sinergi antara unsur akademik, kemahasiswaan, dan Ma’had juga diperlukan agar program pembinaan dapat berjalan secara berkesinambungan.
Melalui kolaborasi tersebut, hasil kajian diharapkan menjadi dasar evaluasi sekaligus pengembangan program yang lebih responsif terhadap perkembangan mahasiswa.
Melalui FGD ini, UIN Malang menegaskan pentingnya penguatan pembinaan keberagamaan yang memadukan kajian ilmiah dengan praktik pendidikan di lingkungan kampus.
Upaya tersebut diharapkan mendukung lahirnya mahasiswa yang memiliki pemahaman keagamaan yang baik, berakhlak mulia, mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana, dan menjunjung tinggi sikap moderat dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian, kajian Indeks Keberagamaan Mahasiswa Baru tidak sekadar menjadi instrumen pemetaan, tetapi diharapkan menjadi salah satu landasan bagi pengembangan pembinaan mahasiswa yang lebih terarah dan berkelanjutan di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.( Eno).
