UIN Malang Serahkan E-Sarpras ke Nurul Qodim, Pengelolaan Fasilitas Pesantren Kini Lebih Digital

PENGABDIAN MASYARAKAT_11zon

Malang I Serulingmedia.com – Tim Kampus Mengabdi Bergerak Berdampak 2026 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyerahkan aplikasi E-Sarpras kepada Ma’had Aly Nurul Qodim, Minggu (11/10/2026). Aplikasi ini dirancang untuk memudahkan pengelolaan sarana dan prasarana Pendidikan Diniyah Formal (PDF), mulai dari pendataan inventaris hingga pemantauan kebutuhan perbaikan dan peremajaan fasilitas.

Penyerahan aplikasi tersebut menjadi langkah konkret UIN Malang dalam mendorong digitalisasi administrasi pesantren agar pengelolaan fasilitas pendidikan lebih terstruktur, efektif, dan sesuai kebutuhan lembaga.

Kegiatan ini dipimpin Ketua Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., bersama tim yang terdiri atas Benny Afwadzi, M.Hum., Agung Prasetiyo, M.Pd., dan Angga Dwi Mulyanto, M.Si.

Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang melalui program Kampus Mengabdi Bergerak Berdampak 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Angga Dwi Mulyanto memaparkan fungsi, manfaat, dan tata cara penggunaan aplikasi E-Sarpras kepada pihak lembaga. Pendampingan dilakukan untuk memastikan aplikasi dapat digunakan secara optimal sesuai kebutuhan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan pesantren.

Angga menjelaskan, pengembangan E-Sarpras berawal dari kebutuhan seorang guru yang memerlukan sistem untuk mendata sarana dan prasarana di lembaga pendidikan.

Melalui aplikasi ini, pengelola dapat mencatat inventaris secara lebih terstruktur, memantau ketersediaan fasilitas, mengidentifikasi kekurangan sarana, mengetahui kebutuhan perbaikan, serta memperkirakan waktu peremajaan barang.

Data yang terdokumentasi secara sistematis diharapkan membantu pengelola menentukan prioritas kebutuhan, merencanakan perawatan, dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi fasilitas yang tersedia.

Pendampingan Sejak Juli 2026

Program pengabdian tersebut telah dimulai sejak Juli 2026 melalui serangkaian kegiatan pendampingan dan pelatihan penggunaan aplikasi.

Tim tidak hanya menyerahkan produk digital, tetapi juga mendampingi pihak lembaga dalam memahami pengoperasian dan menyesuaikan pemanfaatan aplikasi dengan kebutuhan administrasi pesantren.

Melalui pendekatan ini, E-Sarpras diharapkan tidak sekadar menjadi produk teknologi, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung tata kelola sarana dan prasarana pendidikan.

Digitalisasi administrasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu lembaga pendidikan pesantren menghadapi kebutuhan pengelolaan yang semakin kompleks, tanpa meninggalkan karakter dan tradisi pendidikan Islam.

Prof. Nur Ali Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Formal

Selain penyerahan aplikasi E-Sarpras, kegiatan Kampus Mengabdi Bergerak Berdampak 2026 di Ma’had Aly Nurul Qodim juga diisi dengan penyampaian materi mengenai inovasi pengelolaan Pendidikan Diniyah Formal menuju daya saing berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Dalam kegiatan yang diikuti para siswa Ma’had Aly Nurul Qodim tersebut, Prof. Nur Ali membahas regulasi, kurikulum, sistem penilaian, serta penguatan tata kelola pendidikan diniyah formal.

Ia menjelaskan bahwa Pendidikan Diniyah Formal merupakan pendidikan pesantren yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, sesuai dengan kekhasan pesantren, berbasis Kitab Kuning, serta dilaksanakan secara berjenjang dan terstruktur.

Menurutnya, penguatan tata kelola pendidikan perlu berjalan seiring dengan upaya menjaga tradisi keilmuan Islam. Pesantren harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan kekhasannya.

Prof. Nur Ali juga menjelaskan peran pengelola pesantren dalam membantu fungsi kiai, khususnya dalam aspek administrasi pengelolaan, sebagaimana diatur dalam Pasal 9 ayat (4) UU Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren.

Pesantren, lanjutnya, menjalankan fungsi pendidikan sebagai bagian dari sistem pendidikan nasional dengan tetap mengedepankan tradisi, kekhasan, dan kurikulum masing-masing lembaga.

Kurikulum Berjenjang dan Penguatan Kompetensi Santri

Dalam pemaparannya, Prof. Nur Ali menguraikan bahwa kurikulum Pendidikan Diniyah Formal memadukan kurikulum pesantren dan pendidikan umum sesuai ketentuan yang berlaku.

Pada jenjang PDF Ula atau kelas I–VI, pembelajaran menitikberatkan pada mata pelajaran keagamaan, seperti Al-Qur’an, Hadis, Tauhid, Fikih, Akhlak, Tarikh, dan Bahasa Arab, yang dipadukan dengan pendidikan umum.

Pada jenjang PDF Wustha atau kelas VII–IX, materi mencakup kajian lanjutan, seperti Tafsir dan Ilmu Tafsir, Hadis dan Ilmu Hadis, Fikih dan Ushul Fikih, Nahwu-Sharaf, Balaghah, serta Ilmu Kalam.

Sementara itu, jenjang PDF Ulya memberikan pendalaman materi yang lebih luas, meliputi Ilmu Arudh, Ilmu Mantiq, Ilmu Falak, serta Kewirausahaan, sesuai penerapan kurikulum dan ketentuan yang berlaku.

Sistem penilaian juga menjadi perhatian untuk memastikan santri memenuhi kompetensi pada setiap jenjang. Lulusan Pendidikan Diniyah Formal memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja sesuai ketentuan yang berlaku.

Dilengkapi Materi Penulisan Karya Ilmiah

Rangkaian pengabdian tersebut juga mencakup penyampaian materi penulisan karya ilmiah dan publikasi jurnal berdasarkan masukan serta kebutuhan akademik para dosen.

Materi ini diharapkan memperkuat kemampuan akademik dalam mendokumentasikan praktik baik, mengembangkan gagasan, dan menyebarluaskan hasil pemikiran melalui publikasi ilmiah.

Melalui penyerahan E-Sarpras, pendampingan administrasi, penguatan pemahaman regulasi, dan pengembangan kapasitas akademik, UIN Malang berupaya menghadirkan pengabdian yang menjawab kebutuhan nyata lembaga pendidikan pesantren.

Pemanfaatan teknologi digital tersebut diharapkan membantu Ma’had Aly Nurul Qodim membangun pengelolaan sarana dan prasarana yang lebih tertata, sekaligus mendukung peningkatan mutu Pendidikan Diniyah Formal yang adaptif dan berdaya saing. ( Eno)