UIN Malang dan Pemkab Blora Perkuat Kolaborasi, 52 Mahasiswa Berpeluang Dapat Beasiswa

IMG_20260910_172527

Blora | Serulingmedia.com — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang memperkuat kerja sama pendidikan dengan Pemerintah Kabupaten Blora. Kedua pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) di Kantor Bupati Blora, Kamis (10/9/2026).

UIN Maliki Malang mengirim Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Prof. Dr. M. Abdul Hamid, M.A., dalam agenda tersebut. Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si. menghadiri kegiatan bersama Pj. Sekda dan jajaran pimpinan Pemkab Blora.

 

Kerja sama tersebut membawa kabar penting bagi mahasiswa asal Blora. Pemkab Blora menyatakan komitmen untuk memberikan bantuan beasiswa kepada mahasiswa asal Blora yang mengalami kendala dalam melanjutkan pendidikan.

 

UIN Maliki Malang saat ini mencatat 52 mahasiswa asal Blora yang sedang menempuh pendidikan. Pemerintah daerah dan kampus diharapkan dapat menggunakan kerja sama tersebut untuk memperkuat dukungan terhadap keberlanjutan studi mereka.

 

Hamid: Kolaborasi Harus Memberikan Manfaat

 

Prof. Hamid mengatakan kerja sama perguruan tinggi dan pemerintah daerah harus menghasilkan manfaat bagi masyarakat. Ia menilai MoU harus menjadi dasar pelaksanaan program yang konkret.

 

“Kolaborasi itu harus memberikan kemanfaatan yang nyata. Bukan hanya MoU, tetapi bagaimana kerja sama ini bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Hamid.

 

Hamid juga mengutip pesan Hadhratusy Syaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Al-Qanun Al-Asasi: “Al-Ta‘awun huwalladzi ‘alaihi madaru nidhami al-umam”, yang bermakna kolaborasi menjadi landasan berjalannya sistem kemasyarakatan.

Menurut Hamid, UIN Maliki Malang memiliki sumber daya keilmuan yang dapat mendukung pembangunan di Kabupaten Blora. Kampus dapat menghubungkan keilmuan akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah melalui berbagai program kerja sama.

 

Kerja Sama Mencakup Berbagai Bidang

 

UIN Maliki Malang dan Pemkab Blora mengembangkan kerja sama dalam sejumlah bidang. Kedua pihak membahas pendampingan pesantren dan madrasah, kesehatan dan kebersihan, kesehatan mental, serta pencegahan bullying.

 

Kedua pihak juga membuka peluang penguatan infrastruktur daerah melalui keilmuan teknik sipil dan arsitektur.

 

UIN Maliki Malang juga menawarkan program pengembangan sumber daya manusia. Program tersebut mencakup beasiswa tahfiz dan baca kitab, pascasarjana kelas kerja sama, studi S2 secara hybrid, serta peluang studi lanjut ke luar negeri.

 

Namun, program beasiswa bagi mahasiswa yang mengalami kendala pendidikan menjadi salah satu perhatian utama dalam kerja sama tersebut.

 

Hamid berharap dukungan pemerintah daerah dapat membantu mahasiswa asal Blora menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.

 

Kerja sama UIN Maliki Malang dan Pemkab Blora selanjutnya akan diuji melalui implementasi program. Bukan sekadar melalui dokumen yang telah ditandatangani, tetapi melalui manfaat yang benar-benar dirasakan mahasiswa dan masyarakat.

 

Bagi 52 mahasiswa asal Blora, kolaborasi ini membuka harapan agar kendala ekonomi tidak menjadi alasan untuk menghentikan cita-cita meraih pendidikan tinggi. ( Eno).,