Sinergi Ulama-Umara di NTB, Nusron Wahid Dorong MUI Jadi Motor Kebermanfaatan Umat
Mataram | Serulingmedia.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menghadiri Pengukuhan dan Silaturahmi Kebangsaan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Masa Khidmat 2025–2030.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya prinsip yanfa’unnaas atau memberi manfaat bagi manusia sebagai landasan utama pengabdian.
“Segala sesuatu yang memberikan manfaat bagi umat manusia akan bertahan di muka bumi. Karena itu, melalui MUI, mari kita bersama-sama berikhtiar dan berkhidmat untuk menghadirkan kebermanfaatan di bidang masing-masing,” ujar Nusron di Auditorium Universitas Islam Negeri Mataram, Sabtu (11/04/2026).
Menurut Nusron, kebermanfaatan bagi masyarakat merupakan ciri utama seorang ulama, yang diwujudkan melalui dedikasi waktu, tenaga, pikiran, hingga harta demi kemaslahatan umat.
Ia pun mendorong MUI agar mengambil peran strategis melalui kontribusi nyata di berbagai sektor kehidupan.
Dalam arahannya, Nusron memaparkan sedikitnya tujuh bidang pengabdian yang dapat menjadi fokus MUI, di antaranya penguatan kehidupan beragama, peningkatan layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga pengembangan pendidikan Islam berkualitas.
Selain itu, pembinaan moral, pendampingan umat dalam fase akhir kehidupan, serta penguatan nilai spiritual juga menjadi bagian penting dari peran ulama.
Di sektor ekonomi, Nusron menyoroti pertumbuhan ekonomi Indonesia yang rata-rata mencapai 5% per tahun, namun belum sepenuhnya merata.
“Pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya dinikmati secara merata. Kekayaan masih berputar di kelompok tertentu. Karena itu, MUI perlu berperan dalam menyiapkan kader-kader ekonomi umat, tidak hanya fokus pada kader fikih, tetapi juga sektor ekonomi,” tegasnya.
Sementara di bidang pendidikan, ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas lembaga pendidikan Islam dengan memperkuat bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).
Menurutnya, keseimbangan antara ilmu agama dan teknologi menjadi kunci kemajuan umat. “Ilmu agama penting, tapi tetap harus diseimbangkan dengan ilmu-ilmu teknologi,” tambahnya.
Sejalan dengan tema kegiatan “Sinergi Ulama dan Umara Menjaga NKRI dari NTB”, Nusron berharap kehadiran MUI dan berbagai organisasi Islam mampu menjadi bagian dari upaya sistematis dalam memperkuat bangsa melalui kebermanfaatan nyata.
Ia juga menyebut pemerintah di bawah arahan Prabowo Subianto memberi perhatian besar pada pembinaan ekonomi keumatan dan kerakyatan.
Pengukuhan ditandai dengan pembacaan surat keputusan oleh Dewan Pimpinan MUI NTB, Subhan Abdullah Acim, dilanjutkan pengambilan sumpah yang dipimpin Ketua Umum MUI Bidang Infokomdigi, Masduki Baidlowi.
Dalam kesempatan tersebut, TGH Badrun dikukuhkan sebagai Ketua Umum MUI NTB bersama jajaran pengurus lainnya.
Acara ini turut dihadiri anggota DPR RI Komisi II, Fauzan Khalid; Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal; Rektor UIN Mataram, Masnun Tahir; anggota MUI se-NTB; serta unsur FORKOPIMDA Provinsi NTB.
Menteri Nusron juga didampingi sejumlah pejabat ATR/BPN, termasuk Kepala Biro Humas dan Protokol Shamy Ardian, Tenaga Ahli Menteri Rahmat Sahid, serta Kepala Kantor Wilayah BPN NTB, Stanley beserta jajaran. (Sar)






