Reuni 4 MMTC Yogyakarta di Bandung: Ketika Puluhan Tahun Tak Mampu Menghapus Jejak Persahabatan

2131764_11zon

Bandung | Serulingmedia.com — Malam baru saja turun di Bandung. Namun, Hotel Corsica di Jalan WR Supratman justru semakin ramai.

 

Dari satu sudut terdengar tawa, dari meja lain muncul gurauan. Sejumlah alumni saling berpelukan, berjabat tangan, lalu tertawa ketika mengenali wajah yang mungkin sudah puluhan tahun tidak mereka jumpai.

 

Senin malam, (5 /10/2026), menjadi malam yang berbeda bagi para alumni 4 MMTC Yogyakarta.

Reuni ini bukan sekadar agenda temu kangen. Reuni 4 MMTC Yogyakarta menjadi ruang yang menyatukan para alumni yang pernah berkiprah di RRI, TVRI, dan pemerintah daerah dari berbagai wilayah Indonesia.

Dulu mereka dipertemukan di Yogyakarta sebagai peserta pendidikan MMTC. Kini, setelah menempuh perjalanan panjang, mereka kembali bertemu membawa kenangan, persaudaraan, dan cerita kehidupan masing-masing.

Dari Yogyakarta, Menyebar ke Seluruh Indonesia


MMTC Yogyakarta menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan para alumni.
Dari tempat itulah mereka belajar, membangun persahabatan, sekaligus mempersiapkan diri memasuki dunia pengabdian.

Setelah menyelesaikan pendidikan, perjalanan membawa mereka ke berbagai penjuru Nusantara. Sebagian mengabdi di Radio Republik Indonesia (RRI) dan Televisi Republik Indonesia (TVRI), sementara lainnya berkarier di lingkungan pemerintah daerah.

Kini, sebagian telah memasuki masa purnatugas. Namun, perjalanan panjang tersebut tetap menjadi bagian penting dari sejarah kebersamaan mereka.

Mereka mungkin berbeda tempat pengabdian, tetapi memiliki satu akar yang sama: MMTC Yogyakarta.

Penyambutan yang Membuat Suasana Cair
Panitia Reuni MMTC 2026 menyiapkan penyambutan dengan cara yang sederhana tetapi berkesan.

Setiap peserta yang datang mendapatkan kaos alumni berwarna kuning. Para perempuan mengenakan jilbab biru, sedangkan alumni laki-laki memakai iket atau totopong biru, penutup kepala khas Jawa Barat.

Dalam sekejap, suasana hotel berubah.
Warna kuning dan biru memenuhi ruang pertemuan. Para alumni seperti kembali menjadi satu kelompok yang pernah tumbuh bersama.

“Selamat datang di Bandung. Semoga kita bisa menikmati alam Jawa Barat,” ujar Popon, Ketua Panitia.

Ucapan itu disambut hangat.
Bukan karena kalimatnya panjang, tetapi karena di balik ucapan tersebut terdapat pesan sederhana: selamat datang kembali, sahabat lama.

Tumpeng, Tahu Genjrot, dan Cerita yang Tak Habis

Jamuan makan malam kemudian menjadi bagian yang paling ditunggu.
Tumpeng tersaji. Para alumni duduk dalam kelompok-kelompok kecil. Tetapi yang sebenarnya menjadi hidangan utama malam itu bukan hanya makanan.
Melainkan cerita.

Satu meja bercerita tentang masa lalu. Meja lain mengenang teman yang pernah bersama. Ada pula yang sibuk bertukar kabar tentang keluarga dan perjalanan hidup.

Tawa berkali-kali pecah.
Kemudian hadir satu sajian yang semakin menghidupkan suasana: tahu genjrot yang dibawa langsung Lely dari Cirebon.

Makanan khas Cirebon itu menjadi simbol kecil tentang keberagaman asal para alumni. Mereka datang dari berbagai tempat, membawa makanan, cerita, dan pengalaman masing-masing, lalu menyatukannya dalam satu meja persahabatan.

Wajah Berubah, Persahabatan Tetap Sama
Ada sesuatu yang menarik dari sebuah reuni.
Orang-orang yang bertahun-tahun tidak bertemu sering kali hanya membutuhkan beberapa menit untuk kembali akrab.

Nama panggilan lama muncul kembali.
Cerita masa muda kembali diceritakan.
Candaan yang mungkin hanya dimengerti oleh kelompok mereka kembali terdengar.

Wajah memang berubah. Rambut sebagian telah memutih. Kehidupan telah membawa mereka melewati berbagai persoalan.
Tetapi ketika duduk bersama, waktu seolah mundur.

Mereka kembali menjadi generasi muda MMTC yang pernah mempunyai mimpi masing-masing.

Bandung Menjadi Saksi

Malam semakin larut.
Namun percakapan belum juga berhenti.
Tidak ada yang benar-benar ingin menjadi orang pertama yang meninggalkan meja.

 

Sebab setelah sekian lama, kesempatan untuk duduk bersama seperti ini terlalu berharga untuk segera diakhiri.

 

Bandung malam itu menjadi saksi bahwa persahabatan tidak selalu membutuhkan pertemuan setiap hari.

Kadang ia hanya membutuhkan satu kesempatan untuk kembali duduk bersama.
Satu kesempatan untuk saling bertanya, “Apa kabar?”

Satu kesempatan untuk tertawa atas cerita lama.
Dan satu kesempatan untuk mengatakan bahwa setelah puluhan tahun berlalu, kita masih sahabat.

Reuni 4 MMTC Yogyakarta 2026 akhirnya bukan hanya tentang mengenang masa lalu. Ia adalah tentang merawat hubungan untuk masa depan.

MMTC Yogyakarta menjadi titik awal. RRI, TVRI, dan pemerintah daerah menjadi bagian dari perjalanan pengabdian.

 

Sementara persahabatan menjadi benang merah yang menghubungkan mereka hingga hari ini.

Sebab kehidupan terus bergerak. Pertemuan akan kembali berjarak. Kesibukan akan datang lagi.

Tetapi malam di Bandung itu akan tinggal sebagai satu catatan penting:
bahwa ada persahabatan yang tidak kalah oleh waktu dan jarak.

Dan ketika suatu hari nanti mereka kembali bertanya tentang masa muda, mungkin jawabannya sederhana:
Kami pernah belajar bersama di MMTC Yogyakarta, mengabdi di berbagai penjuru Indonesia, dan setelah puluhan tahun masih bisa duduk bersama, tertawa bersama, serta merawat persaudaraan yang sama.

Itulah makna sesungguhnya dari Reuni 4 MMTC Yogyakarta 2026. ( Eno).