Mahasiswa Psikologi UIN Malang Edukasi Siswa SMP Sunan Kalijogo 2Jabung, Kenali Batasan Diri dan Relasi Sehat
Malang | Serulingmedia.com – Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mengedukasi siswa SMP Sunan Kalijogo 2 Jabung tentang pentingnya mengenali batasan diri, memahami persetujuan, dan membangun relasi sehat untuk menjaga kesehatan mental remaja.
Edukasi bertajuk “Be Safe, Be Aware: Kenali Batasan Diri dan Relasi Sehat” tersebut dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026), dengan sasaran siswa kelas VIII. Kegiatan ini dikemas melalui psikoedukasi, permainan interaktif, diskusi, serta evaluasi pemahaman siswa sebelum dan sesudah menerima materi.
Program tersebut dilatarbelakangi pentingnya membekali remaja dengan pemahaman mengenai batasan pribadi dalam berinteraksi dengan orang lain. Pada masa remaja, individu mulai mengenali identitas diri sekaligus membangun hubungan sosial yang dapat memengaruhi perkembangan psikologisnya.
Ketua Tim Promosi Kesehatan Mental Be Safe, Be Aware, Muhammad Awaluddin Alamsyah, mengatakan kegiatan ini bertujuan membantu remaja mengenali hak atas batasan pribadinya dan berani menyampaikan ketidaknyamanan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
“Melalui kegiatan Be Safe, Be Aware, kami ingin mengajak remaja untuk lebih mengenali batasan dirinya dan memahami pentingnya relasi yang sehat. Kami berharap peserta bisa lebih berani menyampaikan ketika merasa tidak nyaman, menghargai batasan orang lain, dan tidak ragu meminta bantuan kepada orang yang dipercaya ketika menghadapi situasi yang tidak aman,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan materi mengenai lima jenis batasan pribadi, yakni batasan fisik, verbal, emosional, seksual, dan digital. Mereka juga diperkenalkan dengan ciri-ciri hubungan yang sehat, pentingnya persetujuan (consent) tanpa paksaan, serta cara menyampaikan penolakan secara asertif.
Penyampaian materi diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai batasan tubuh dan tindakan yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi tidak nyaman.
Selanjutnya, siswa mengikuti permainan pemantik berupa game premis. Dalam permainan ini, peserta diminta mengidentifikasi sejumlah pernyataan tentang batasan diri dan pertemanan sebagai fakta, mitos, atau hal yang belum mereka yakini.
Setelah sesi psikoedukasi dan tanya jawab, siswa mengikuti permainan pengelompokan kartu situasi ke dalam kategori aman dan tidak aman. Melalui metode tersebut, mereka diajak mengenali contoh perilaku sehari-hari yang menghormati maupun melanggar batasan pribadi.
Siswa juga memperoleh pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak nyaman atau terancam. Salah satunya dengan meminta bantuan kepada orang dewasa yang dipercaya, seperti orang tua atau guru bimbingan dan konseling (BK).
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan post-test untuk mengetahui pemahaman siswa setelah mengikuti edukasi, dilanjutkan pemberian hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Tim mahasiswa yang melaksanakan program ini terdiri atas Muhammad Awaluddin Alamsyah selaku ketua tim, Annisa Ikmal Tazqyyah Ramadhany, Aisyah Saharani, Sri Wahyu Putri Hariyono, Hafizah Zahranny Asyari Putri, Fiola Jihadillah, dan Muhammad Rizal Akbar Darmawan.
Melalui program tersebut, mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Malang berharap siswa semakin memahami pentingnya menjaga batasan pribadi, menghormati hak orang lain, serta berani mencari pertolongan ketika menghadapi situasi yang tidak aman.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu psikologi di lingkungan pendidikan. Edukasi kesehatan mental sejak usia remaja diharapkan dapat membantu membangun hubungan sosial yang lebih aman, sehat, dan saling menghargai.
