Aset Pemkot Batu Dikebut, Nurochman Targetkan 6.000 M2 Sertifikat Clear and Clean
Batu | Serulingmedia.com– Pemerintah Kota Batu terus mempercepat pensertifikatan aset daerah yang selama ini masih terkendala dokumen dan proses administrasi.
Dari 108 aset yang saat ini masuk dalam proses di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Batu, sejumlah aset strategis ditargetkan segera tuntas.
Hal itu disampaikan Wali Kota Batu Nurochman usai mengikuti peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026 di Kantor BPN Kota Batu, Kamis (24/9/2026).
Nurochman mengatakan, salah satu aset yang menjadi perhatian utama adalah lahan Puskesmas dengan luas sekitar 1,2 hektare.
Menurutnya, persoalan aset tersebut sudah berlangsung cukup lama karena terkendala kelengkapan dokumen.
“Ya, tahun ini masuk di BPN 108 yang berproses. Yang paling penting, yang paling lama enggak selesai-selesai itu asetnya Puskesmas. Dari 1,2 hektar, insyaallah pas hari jadi Kota Batu nanti sekitar 6.000 m2-an yang sudah clear and clean,” kata Nurochman.
Ia menjelaskan, proses penyelesaian sertifikasi aset tersebut dilakukan secara bertahap. Setelah sebagian sertifikat terbit, dokumen tersebut nantinya akan diintegrasikan sehingga menjadi satu sertifikat.
“Dari 1,2 hektar, insyaallah pas hari jadi Kota Batu nanti sekitar 6.000-m2-an yang sudah clear and clean. Tinggal separuhnya nanti terbit selanjutnya, kemudian kita integrasikan menjadi satu sertifikat,” ujarnya.
Selain aset Puskesmas, Pemkot Batu juga tengah memproses sertifikasi aset yang sebelumnya dibeli pemerintah daerah dan saat ini digunakan untuk Masjid Agung An-NUR.
Menurut Nurochman, aset tersebut juga ditargetkan dapat diselesaikan dan diserahkan oleh BPN bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kota Batu.
“Sama aset yang dulu pernah dibeli oleh Pemkot yang dipakai Masjid Agung An-NUR. Ini juga berproses dan itu targetnya nanti di hari jadi itu bisa diserahkan oleh BPN,” ungkapnya.
Terkendala Dokumen Masa Lalu
Nurochman menyebut, lambannya proses sertifikasi sejumlah aset pemerintah daerah tidak terlepas dari persoalan administrasi dan dokumen pada masa lalu.
“Ya masa lalu, kan. Dokumen enggak ada, apa, dan sebagainya,” jelasnya.
Karena itu, sejak awal kepemimpinannya, Nurochman menegaskan komitmen untuk menyelesaikan sertifikasi seluruh aset Pemerintah Kota Batu secara bertahap.
Menurutnya, kebutuhan sertifikasi aset akan terus bertambah seiring adanya aset baru, termasuk aset berupa jalan yang diperoleh pemerintah melalui hibah masyarakat.
“Maka di era saya, saya berkomitmen untuk menyelesaikan sertifikasi aset-aset Pemerintah Kota secara bertahap. Karena kan tiap tahun nambah. Jalan hibah dari masyarakat, itu kan harus disertifikasi semua,” tegasnya.
Ia memastikan proses tersebut akan terus dilakukan secara progresif agar aset-aset milik Pemkot Batu memiliki kepastian hukum dan administrasi yang jelas.
“Tapi yang pasti progresif, kita terus lanjutkan untuk sertifikasinya,” pungkas Nurochman. ( Eno).
