Anggaran Terbatas, Target Kampus Dunia: Rektor UIN Malang Soroti Ketimpangan Dana Pendidikan
Malang I Serulingmedia.com – Keterbatasan anggaran menjadi tantangan serius bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mempercepat peningkatan mutu akademik, memperluas akreditasi internasional, hingga merealisasikan rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Di tengah ambisi menjadi perguruan tinggi berdaya saing global, Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, S.Ag., M.Si., menyoroti ketimpangan dukungan anggaran pendidikan yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.
“Bagaimana mungkin sama-sama mendidik anak bangsa, tetapi anggarannya sangat jauh berbeda?” tegas Prof. Ilfi dalam Sarasehan Nasional Dies Natalis ke-65 UIN Malang di Ruang Rektorat Lantai 5, Rabu (14/10/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi tidak cukup hanya bertumpu pada komitmen institusi. Dukungan pendanaan yang proporsional dibutuhkan agar perguruan tinggi keagamaan Islam mampu memperkuat fasilitas pendidikan, mengembangkan riset, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memperluas daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Memasuki usia ke-65, UIN Malang terus mendorong transformasi kelembagaan melalui peningkatan mutu akademik, penguatan karakter mahasiswa, pengembangan pendidikan kedokteran, serta perluasan kontribusi bagi madrasah dan pesantren.
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi menjelaskan bahwa perjalanan panjang UIN Malang merupakan bagian dari proses transformasi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat reputasi institusi.
Berbagai capaian yang telah diraih menjadi modal penting bagi universitas untuk melangkah lebih jauh. Namun, menurutnya, ambisi menjadi perguruan tinggi unggul harus diimbangi dukungan kebijakan dan pendanaan yang memungkinkan pengembangan institusi berjalan secara berkelanjutan.
Anggaran Jadi Tantangan Menuju Kampus Bereputasi Global
Prof. Ilfi memaparkan sejumlah perkembangan UIN Malang, mulai dari peningkatan akreditasi program studi hingga penguatan reputasi internasional. Universitas juga terus mendorong penambahan program studi yang memperoleh akreditasi internasional sebagai bagian dari target peningkatan mutu pendidikan hingga 2027.
Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan riset, peningkatan publikasi ilmiah, pengembangan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan jejaring kerja sama.
Meski demikian, keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam mempercepat berbagai agenda pengembangan tersebut.
“Sekalipun anggarannya sangat kecil, kami berkomitmen untuk tumbuh besar bersama PTN lainnya,” ungkapnya.
Pernyataan itu mencerminkan tekad UIN Malang untuk terus meningkatkan kualitas di tengah keterbatasan sumber daya. Di sisi lain, dukungan pendanaan yang lebih proporsional diharapkan dapat membuka ruang lebih luas bagi perguruan tinggi keagamaan Islam untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan memperkuat daya saing global.
Dalam pemaparannya, Prof. Ilfi membandingkan alokasi anggaran pendidikan pada sejumlah kementerian dan menyoroti pentingnya pemerataan dukungan bagi lembaga pendidikan di bawah Kementerian Agama, termasuk perguruan tinggi keagamaan Islam, madrasah, dan pesantren.
Menurutnya, seluruh lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, sinergi pemerintah dan pemangku kepentingan diperlukan agar perbedaan dukungan pendanaan tidak menjadi penghambat peningkatan mutu pendidikan.
Rumah Sakit Pendidikan Dibutuhkan FKIK
Dampak kebutuhan anggaran juga berkaitan dengan pengembangan pendidikan kedokteran di UIN Malang. Salah satu kebutuhan strategis yang disoroti adalah keberadaan rumah sakit pendidikan bagi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).
Fasilitas tersebut diperlukan untuk menunjang pembelajaran klinis sekaligus meningkatkan kapasitas pendidikan dokter. Keberadaan rumah sakit pendidikan diharapkan dapat memperkuat kualitas proses pembelajaran dan mempersiapkan calon tenaga medis yang kompeten.
Prof. Ilfi berharap dukungan pemerintah dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan dapat membantu merealisasikan kebutuhan tersebut.
Pengembangan pendidikan kedokteran, lanjutnya, bukan hanya kepentingan institusi, melainkan juga bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan tenaga kesehatan nasional, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.
Dengan dukungan fasilitas dan pembiayaan yang memadai, pengembangan pendidikan kedokteran diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta memperluas kontribusi UIN Malang dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.
Ma’had Perkuat Karakter dan Integritas Mahasiswa
Di tengah orientasi peningkatan mutu akademik, UIN Malang tetap mempertahankan karakter pendidikan yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman.
Prof. Ilfi menjelaskan, sistem ma’had menjadi salah satu bagian penting dalam pembinaan mahasiswa, terutama untuk memperkuat karakter, memperdalam pemahaman keagamaan, dan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an.
Melalui pembinaan tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan profesional, tetapi juga berakhlak, berintegritas, serta mempunyai landasan spiritual yang kuat.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab mempersiapkan generasi muda yang mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai moral.
Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui prestasi akademik dan reputasi institusi. Pembentukan karakter dan integritas lulusan juga menjadi bagian penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan.
Perluas Kontribusi bagi Madrasah dan Pesantren
Komitmen meningkatkan mutu pendidikan juga diwujudkan melalui pendampingan terhadap madrasah dan pesantren. Keterlibatan dosen serta kolaborasi antarlembaga menjadi bagian dari upaya UIN Malang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Melalui kerja sama tersebut, universitas berupaya memperluas manfaat keilmuan agar tidak hanya dirasakan mahasiswa di lingkungan kampus, tetapi juga masyarakat dan lembaga pendidikan lainnya.
Sinergi dengan madrasah dan pesantren diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dari berbagai jenjang pendidikan.
Prof. Ilfi menegaskan bahwa kemajuan perguruan tinggi perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Reputasi internasional menjadi salah satu target penting, tetapi kontribusi nyata terhadap masyarakat tetap menjadi bagian mendasar dari tanggung jawab institusi pendidikan.
Melalui momentum Dies Natalis ke-65, UIN Malang meneguhkan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, berdaya saing internasional, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Namun, untuk mewujudkan target tersebut, penguatan mutu akademik, pengembangan fasilitas pendidikan kedokteran, pembinaan karakter mahasiswa, serta pendampingan madrasah dan pesantren membutuhkan dukungan kebijakan dan pendanaan yang memadai.
Bagi UIN Malang, tantangannya bukan sekadar mempertahankan capaian yang telah diraih, melainkan memastikan keterbatasan anggaran tidak membatasi langkah untuk berkembang, berinovasi, dan mengambil peran lebih besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. ( Eno)
