Target 2 Emas, IWBA Kota Batu Siap Tampil di Porprov Jatim IX 2025

IMG-20250426-WA0076

Batu | Serulingmedia.com – Ketua Persatuan Woodball Indonesia (IWBA) Kota Batu, Hari Danang, menargetkan raihan dua medali emas dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX tahun 2025 yang akan berlangsung di Malang.

Woodball yang baru resmi menjadi cabang olahraga di Kota Batu pada 2025 ini, ingin menunjukkan eksistensi dan prestasi.

“Kami ingin membuktikan, meskipun pendatang baru, bukan berarti kami bisa diremehkan. Bola woodball juga bulat,” ujar Abah Nanang, sapaan akrab Hari Danang, saat mendampingi atlet berlatih di Lapangan Bola Sisir, Sabtu (26/4/2025).

Sebanyak 13 atlet woodball dari Kota Batu akan berlaga di Porprov Jatim IX mayoritas merupakan siswa SMA Negeri 2 Batu, dengan didampingi dua pelatih, Wulan dan Syeili.

“Latihan dilakukan tiga kali dalam seminggu, yakni setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu mulai pukul 08.00 hingga 15.00 di Lapangan Sisir,” jelas pelatih Wulan.

Dalam sesi latihan, penekanan diberikan pada teknik memukul serta simulasi permainan (game) untuk memperkuat komposisi tim. Para atlet akan bertanding di empat nomor, yaitu single, double, double mix, dan team.

Sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porprov Jatim IX, IWBA Kota Batu dijadwalkan mengikuti Open Tournament Bupati Probolinggo pada pekan depan. Turnamen ini dimanfaatkan sebagai ajang uji coba sekaligus pemanasan guna mengasah kemampuan para atlet.

“Kami ingin melihat sejauh mana kesiapan teknis dan mental para atlet sebelum berlaga di Porprov,” papar Wulan.

Woodball sendiri merupakan olahraga yang memiliki kemiripan dengan golf. Pemain harus memukul bola kecil menggunakan mallet—sebuah tongkat berbentuk palu—agar bola melewati gate atau gawang dengan jumlah pukulan sesedikit mungkin.

Woodball bisa dimainkan secara individu, pasangan, maupun tim yang terdiri dari empat hingga enam pemain. Ada dua jenis kompetisi dalam woodball, yakni stroke competition berbasis jumlah pukulan, dan fairways competition berbasis jumlah lintasan.

“Di stroke competition, pemenang ditentukan dari jumlah pukulan paling sedikit. Sedangkan di fairways competition, pemenang ditentukan dari jumlah lintasan yang berhasil diselesaikan dengan poin terbanyak,” tambah Wulan.

Dibandingkan dengan olahraga lain, woodball masih terbilang muda baik di Indonesia maupun di dunia. Olahraga ini pertama kali ditemukan di Taiwan pada tahun 1990 oleh Weng Ming-hui dan Kuang-chu Young, dan mulai dipertandingkan secara resmi di Asian Beach Games sejak tahun 2008.

Untuk bermain woodball, dibutuhkan lapangan dengan panjang antara 30 hingga 150 meter. Setiap ronde, pemain yang mencetak pukulan paling sedikit dinyatakan sebagai pemenang.

IWBA Kota Batu optimistis dapat meraih prestasi gemilang di ajang Porprov Jatim IX 2025. (Eno)