Nurochman Janjikan Solusi Kelangkaan Pupuk dengan Mendirikan Perusahaan Daerah
Batu | Serulingmedia.com – Calon Wali Kota Batu nomor urut 1, Nurochman, menanggapi keluhan para petani terkait sulitnya mendapatkan pupuk dengan berjanji akan mendirikan Perusahaan Daerah (Perusda) yang berfungsi sebagai distributor pupuk.
Perusda yang direncanakan oleh Nurochman bertujuan untuk mengatasi hal-hal tersebut dengan memangkas mata rantai distribusi pupuk yang terlalu panjang, sehingga harga menjadi lebih terjangkau.

” Jika permasalahan pupuk dapat diatasi, diharapkan kesejahteraan para petani di Batu akan meningkat, dan mereka tidak lagi berada dalam posisi yang rentan.” Ungkap Nurochman.
Hal ini disampaikan Nurochman dalam sesi jaring aspirasi bersama Kelompok Tani Pangestu di Dusun Kajar, Desa Pandanrejo, Kecamatan Bumiaji, Jumat sore (27/9/2024).
Selama ini, kelangkaan pupuk, mahalnya harga kebutuhan pertanian, dan kurangnya akses pasar menjadi tantangan besar bagi mereka.
“Selama ini, subsidi pupuk dihapus sehingga terjadi kelangkaan dan harga pupuk menjadi mahal. Dampaknya, petani kesulitan. Jika saya terpilih, saya akan mendirikan Perusahaan Daerah yang berfungsi sebagai distributor pupuk, sehingga bisa memangkas rantai distribusi yang panjang dan menyebabkan harga pupuk melambung,” papar Nurochman.
Pembentukan Perusda bukan hanya sekadar langkah administratif atau formalitas belaka, tetapi mencerminkan strategi penting dalam menanggapi permasalahan yang dihadapi warga Batu, terutama para petani.
Melalui Perusda, diharapkan muncul peluang besar bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam pembangunan dan pengelolaan potensi daerah.
Nurochman yang berpasangan dengan Heli Suyanto juga menjelaskan dalam visi misinya untuk mengembangkan Kota Batu, ia akan mengadopsi dan mengkolaborasikan program dari para pemimpin sebelumnya, seperti Imam Kabul dan Edy Rumpoko, dengan fokus menjadikan Kota Batu sebagai kota pertanian sekaligus kota wisata.
“Saat ini, pariwisata di Batu memang maju pesat, namun sektor pertanian justru stagnan. Oleh karena itu, saya berkomitmen untuk meningkatkan sektor pertanian dengan memangkas pihak-pihak yang menghalangi perkembangannya,” tegas Nurochman.
Tidak hanya terbatas pada sektor pertanian, Nurochman juga mengusulkan pembentukan beberapa Perusda lain yang akan fokus pada pengembangan UMKM, pasar, dan pengolahan sampah.
Semua ini berlandaskan pada upaya untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat setempat, memberikan mereka kesempatan untuk menjadi penggerak utama perekonomian kota Batu.
Perusda UMKM, misalnya, dapat menjadi katalisator bagi para pelaku usaha kecil di Batu untuk berkembang, mendapatkan akses pembiayaan, dan memperluas pasar mereka.
Langkah ini merupakan contoh nyata desentralisasi ekonomi, di mana masyarakat lokal diberi kendali penuh atas pengelolaan sumber daya mereka sendiri.
Disebutkan, Selama ini, sektor pariwisata di Batu telah berkembang pesat, namun sektor pertanian seolah tertinggal. Melalui Perusda, kolaborasi antara sektor pertanian dan pariwisata diharapkan dapat tercapai, menciptakan harmoni antara kedua sektor tersebut.
Dengan demikian, masyarakat Batu bisa merasakan manfaat yang lebih besar dari pengembangan daerahnya sendiri.
Konsep bahwa semua karyawan dan direksi Perusda berasal dari warga Batu menunjukkan upaya untuk memberdayakan sumber daya manusia di Batu. Ini adalah langkah penting dalam menumbuhkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab masyarakat terhadap pembangunan daerah.
Dengan adanya Perusda, masyarakat Batu akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengelola kekayaan daerah mereka, alih-alih hanya menjadi penonton dalam pertumbuhan ekonomi yang berlangsung.

Program ini memiliki potensi besar untuk mendorong kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Batu. Jika berhasil diimplementasikan, Perusda dapat menjadi simbol keberhasilan pembangunan berbasis lokal yang memprioritaskan kepentingan warga.
Kota Batu tidak hanya akan dikenal sebagai kota wisata, tetapi juga sebagai kota yang mandiri secara ekonomi, di mana warganya bisa menjadi ‘juragan’ di tanah mereka sendiri.( Eno ).






