UIN Maliki Malang Dipercaya Jadi Tuan Rumah OASE IV 2028, Siapkan Panggung Inovasi Mahasiswa PTKIN

PENUTUPAN OASE

Yogyakarta I Serulingmedia.com – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang mendapat kepercayaan nasional menjadi tuan rumah Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) IV tahun 2028. Amanah ini sekaligus membuka peluang bagi UIN Maliki Malang untuk menghadirkan panggung kompetisi, kreativitas, riset, dan inovasi mahasiswa PTKIN dari seluruh Indonesia.

Penetapan tersebut diumumkan dalam acara penutupan OASE III PTKIN 2026 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat malam (6/11/2026). Prosesi penyerahan bendera pataka OASE menandai beralihnya tongkat estafet penyelenggaraan kompetisi nasional tersebut kepada UIN Maliki Malang.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Triyo Supriyatno, M.Ag., menerima langsung bendera pataka dalam prosesi serah terima di atas panggung.

Bagi UIN Maliki Malang, penunjukan tersebut bukan sekadar kehormatan sebagai penyelenggara. Kepercayaan itu juga menjadi tanggung jawab untuk menghadirkan kompetisi yang mampu mendorong kemajuan kualitas mahasiswa PTKIN, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sains, riset, dan inovasi.

Prof. Triyo Supriyatno menyambut amanah tersebut dengan optimisme. Ia menegaskan, UIN Maliki Malang akan mempersiapkan penyelenggaraan OASE IV secara maksimal agar mampu memberikan pengalaman kompetisi yang lebih inovatif dan meriah bagi seluruh peserta.

“Menerima estafet tuan rumah OASE IV adalah sebuah amanah sekaligus kehormatan besar bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kami tentu akan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut seluruh kontingen PTKIN se-Indonesia di kampus kami pada tahun 2028 nanti, agar perhelatan OASE selanjutnya bisa berjalan lebih inovatif dan meriah,” tutur Prof. Triyo sesaat setelah menerima bendera estafet.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi momentum bagi UIN Maliki Malang untuk mulai menyiapkan berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari kesiapan akademik, fasilitas, koordinasi antarlembaga, hingga dukungan sivitas akademika.

Lebih dari itu, OASE IV diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan prestasi, tetapi juga ruang pertemuan gagasan dan pertukaran pengalaman mahasiswa dari berbagai PTKIN. Melalui kompetisi tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menunjukkan kemampuan sekaligus menghasilkan gagasan dan karya inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

OASE merupakan kompetisi nasional mahasiswa PTKIN yang mengintegrasikan bidang keagamaan, sains, dan riset. Ajang ini menjadi salah satu wadah untuk mengembangkan potensi, kreativitas, serta daya saing mahasiswa perguruan tinggi keagamaan Islam.

Dengan berakhirnya OASE III 2026 di Yogyakarta, tanggung jawab penyelenggaraan berikutnya resmi beralih ke UIN Maliki Malang. Waktu sekitar dua tahun menjadi kesempatan bagi kampus tersebut untuk mematangkan persiapan dan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.

Penunjukan ini sekaligus menjadi tantangan bagi UIN Maliki Malang untuk membuktikan bahwa kampus tidak hanya mampu menjadi tuan rumah, tetapi juga menghadirkan penyelenggaraan yang berdampak bagi penguatan budaya akademik, riset, dan inovasi mahasiswa PTKIN di tingkat nasional. ( Eno)