Prof. Triyo Supriyatno: OASE III Jadi Momentum Perkuat Sinergi Wakil Rektor III PTKIN se-Indonesia
Yogyakarta | Serulingmedia.com – Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026 tidak sekadar menjadi arena perebutan prestasi mahasiswa.
Ajang nasional tersebut juga menjadi momentum memperkuat silaturahmi dan sinergi antarpimpinan perguruan tinggi Islam, khususnya melalui Forum Wakil Rektor III PTKIN se-Indonesia.
Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Triyo Supriyatno, menempatkan pertemuan forum tersebut sebagai ruang strategis untuk membangun kolaborasi dalam pengembangan kemahasiswaan.
Forum Wakil Rektor III yang berlangsung dalam rangkaian OASE III di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 3–7 November 2026, mempertemukan para pimpinan bidang kemahasiswaan dari berbagai PTKIN.

Pertemuan ini menjadi ruang berbagi pengalaman, memperkuat koordinasi, sekaligus menyamakan arah kebijakan pembinaan mahasiswa.
OASE III tahun ini menghadirkan sekitar 500 finalis dari 54 PTKIN. Mereka berkompetisi dalam 18 cabang lomba bidang agama, sains, dan riset.
Selain itu, ekspo inovasi yang melibatkan 34 PTKIN menjadi ruang untuk memperkenalkan kreativitas, hasil penelitian, dan inovasi mahasiswa.
Bagi Triyo, makna OASE jauh melampaui kompetisi dan perolehan medali. Kegiatan ini merupakan instrumen pembinaan talenta sekaligus wadah aktualisasi kemampuan akademik, spiritual, intelektual, kreativitas, dan kepemimpinan mahasiswa.
Tantangan pendidikan tinggi, menurut perspektif yang mengemuka dalam forum tersebut, semakin kompleks.
Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, dan kompetisi global menuntut perguruan tinggi tidak hanya melahirkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga berintegritas, memiliki kepekaan sosial, mampu berkolaborasi, dan peduli terhadap persoalan kemanusiaan.
Karena itu, pembinaan mahasiswa harus mengintegrasikan penguasaan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Dari Silaturahmi Menuju Kolaborasi
Forum Wakil Rektor III juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas kampus dalam menghadapi berbagai tantangan kemahasiswaan.
Peningkatan prestasi nasional dan internasional, penguatan organisasi mahasiswa, pengembangan kewirausahaan, pengelolaan beasiswa, pusat karier, hingga pemberdayaan alumni membutuhkan koordinasi dan komitmen bersama.
Kolaborasi antarkampus memungkinkan setiap PTKIN saling bertukar praktik baik dalam pembinaan mahasiswa.
Dengan demikian, pengembangan kemahasiswaan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menjadi kekuatan kolektif pendidikan tinggi Islam Indonesia.
Hubungan antarpimpinan PTKIN pun tidak cukup dibangun melalui koordinasi administratif. Silaturahmi dan persaudaraan akademik perlu dirawat agar melahirkan kepercayaan serta kerja sama yang berkelanjutan.
Suasana keakraban dalam rangkaian kegiatan di Yogyakarta, termasuk silaturahmi di Omah Kecebong, menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan tersebut.
Prestasi Bukan Sekadar Medali
OASE III diharapkan tidak berhenti pada kompetisi dan seremoni penyerahan penghargaan.
Lebih penting, kegiatan ini harus menjadi pijakan untuk membangun sistem pembinaan talenta mahasiswa secara berkelanjutan, memperluas riset mahasiswa, dan memperkuat kolaborasi antarkampus.
Sebab, keberhasilan perguruan tinggi tidak semata-mata diukur dari jumlah medali atau penghargaan yang diperoleh. Ukuran yang lebih mendasar adalah kemampuan kampus melahirkan generasi berilmu, berakhlak, berdaya saing, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dari Yogyakarta, Forum Wakil Rektor III PTKIN se-Indonesia meneguhkan pesan bahwa kompetisi dapat melahirkan juara, tetapi kolaborasi dan kebersamaan menjadi kekuatan untuk memajukan pendidikan tinggi Islam Indonesia. ( Eno).
