ATR/BPN Dekat Hadir di Purbalingga, Warga Konsultasi Pertanahan Tanpa Harus ke Kantor
Purbalingga | Serulingmedia.com — Kemudahan mengakses layanan pertanahan dirasakan warga Kabupaten Purbalingga melalui program ATR/BPN Dekat.
Layanan jemput bola yang hadir setiap Sabtu ini memungkinkan masyarakat memperoleh informasi dan berkonsultasi mengenai urusan pertanahan tanpa harus datang langsung ke kantor pertanahan.
Salah seorang warga Kalikabong, Dian Aka Alfiani, mengapresiasi kehadiran layanan yang disediakan Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Purbalingga tersebut. Ia menilai, ATR/BPN Dekat menjadi solusi praktis karena pelayanan pemerintah hadir lebih dekat dengan masyarakat.
“Menurut saya, layanan ini bagus karena BPN sekarang bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat, sehingga kami tidak perlu jauh-jauh datang ke kantor,” ujar Dian saat berkonsultasi mengenai pendaftaran tanah pertama kali melalui layanan ATR/BPN Dekat.
Layanan ini dibuka setiap Sabtu pukul 09.00–12.00 WIB di Purbalingga Food Center (PFC) Barat, Blok E. Dengan memanfaatkan mobil layanan keliling, Kantah Kabupaten Purbalingga berupaya memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan konsultasi pertanahan.
Dian berharap, layanan serupa dapat diperluas ke lebih banyak lokasi agar semakin mudah dijangkau masyarakat.
“Semoga ke depannya makin banyak tempat seperti ini dan makin dekat dengan masyarakat. Terima kasih Kantah Purbalingga yang sudah menyediakan layanan ATR/BPN Dekat,” katanya.
Apresiasi serupa disampaikan Uta, warga Desa Brobot, Kabupaten Purbalingga. Ia menilai, keberadaan layanan di luar kantor pertanahan memudahkan masyarakat untuk mendapatkan informasi sesuai kebutuhan.
“Semoga layanan ini terus ada sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu,” tuturnya.
Melalui ATR/BPN Dekat, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mendorong pelayanan publik yang lebih mudah diakses.
Layanan ini menjadi alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh informasi dan konsultasi pertanahan secara praktis, sekaligus mengurangi kebutuhan untuk datang langsung ke kantor pertanahan.
Kehadiran layanan jemput bola tersebut juga menjadi upaya mendekatkan institusi pertanahan dengan masyarakat.
Dengan akses pelayanan yang lebih mudah, warga diharapkan semakin terbantu dalam memahami prosedur administrasi pertanahan, termasuk proses pendaftaran tanah pertama kali.( Sar).
