Dewan Pakar Bela Negara Apresiasi Gajah Purwo Nusantara, Aksi Kemanusiaan Jadi Wujud Nyata Bela Negara
Batu | Serulingmedia.com – Dewan Pakar Bela Negara Kementerian Pertahanan RI, Brigjen TNI S. Aldian Gondokusumo, S.E., mengapresiasi kiprah sosial Padepokan Gajah Purwo Nusantara (GPN) di Kota Batu.
Berbagai aksi kemanusiaan yang dijalankan organisasi tersebut dinilai menjadi wujud nyata bela negara melalui tindakan langsung, mulai dari layanan ambulans dan pengobatan gratis hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Apresiasi tersebut disampaikan Aldian saat mengunjungi Padepokan GPN di Sukorembug, Sidomulyo, Kota Batu, Senin (19/10/2026). Rombongan diterima Pembina GPN, Mbah Khusen.

“Kami sangat mengapresiasi Gajah Purwo Nusantara. Sejatinya, bela negara itu sudah diwujudkan selama ini melalui kegiatan nyata Gajah Purwo Nusantara,” ungkap Brigjen Aldian.
Apresiasi tersebut menegaskan bahwa bela negara tidak hanya berkaitan dengan pertahanan militer dan penjagaan kedaulatan wilayah.
Kepedulian sosial, gotong royong, solidaritas, serta kesediaan membantu sesama juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan masyarakat dan menjaga persatuan bangsa.
Perwakilan GPN, Buang Supeno, menegaskan bahwa bela negara harus hadir dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika masyarakat menghadapi kesulitan dan membutuhkan pertolongan.
“Bela negara bukan hanya soal menjaga wilayah dan mempertahankan kedaulatan, tetapi juga bagaimana kita hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan. Melalui kegiatan sosial, kami ingin menunjukkan bahwa nilai kebangsaan harus diwujudkan melalui tindakan nyata,” ungkap Buang Supeno.

Menurut Buang, GPN menjalankan sejumlah program sosial dan kemanusiaan, di antaranya penyediaan dua ambulans gratis, pengobatan gratis, kegiatan terkait panti bagi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Jember, serta program bedah rumah. GPN juga mendukung pembangunan tempat ibadah dan perawatan situs budaya.
Dalam penanganan bencana, GPN turut membantu masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru dan banjir di Gresik.
Keterlibatan tersebut menjadi bentuk solidaritas masyarakat dalam membantu warga menghadapi situasi darurat sekaligus mendukung pemulihan pascabencana.
Pawon Gajah Purwo, Simbol Persaudaraan dan Kerelaan Berbagi
Selain layanan kesehatan dan bantuan kemanusiaan, GPN mengoperasikan Pawon Gajah Purwo, dapur umum yang menyediakan makanan bagi tamu dan masyarakat dalam setiap kegiatan organisasi.
Bagi GPN, dapur umum tersebut bukan sekadar fasilitas penyedia makanan, melainkan bagian dari upaya merawat persaudaraan dan menumbuhkan kepedulian tanpa membedakan latar belakang.
“Pawon Gajah Purwo bukan sekadar tempat memasak dan menyajikan hidangan. Pawon adalah simbol persaudaraan, kerelaan berbagi, dan penghormatan kepada setiap orang yang datang, tanpa memandang latar belakang maupun kedudukannya,” ujar Buang.
Semangat tersebut sejalan dengan nilai Loman Sugih, yakni kemurahan hati dan kerelaan berbagi. Melalui kegiatan sederhana yang menyentuh kebutuhan masyarakat, GPN berupaya membumikan nilai kebangsaan dalam praktik kehidupan sehari-hari.
GPN juga mengembangkan kegiatan berlandaskan nilai Pancasila, pelestarian budaya, dan falsafah memayu hayuning bawana, yang menekankan pentingnya menjaga keharmonisan kehidupan.
Merawat Kebinekaan, Memperkuat Ketahanan Bangsa
Gajah Purwo Nusantara dicetuskan di Alas Purwo, Banyuwangi, pada 2016. Organisasi tersebut kemudian dilegalkan melalui pendirian Yayasan Gajah Purwo Nusantara pada 12 Oktober 2023, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-0020684.AH.01.04.
Anggota GPN berasal dari beragam latar belakang, mulai petani, pengusaha, wiraswasta, ulama, budayawan, kalangan spiritual, hingga berbagai unsur agama.
Keberagaman tersebut menjadi ruang untuk membangun persaudaraan dan kerja bersama tanpa menjadikan perbedaan sebagai penghalang pengabdian sosial.
Kunjungan Brigjen TNI S. Aldian Gondokusumo menjadi momentum untuk melihat peran organisasi masyarakat dalam menghidupkan nilai bela negara dari tingkat akar rumput.
Aksi kemanusiaan, gotong royong, pelestarian budaya, dan perawatan kebinekaan menjadi kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan sosial serta menjaga persatuan bangsa.
Kunjungan di Padepokan Gajah Purwo Nusantara ditutup dengan foto bersama.( Eno).
